Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Gus Miftah Ajak Selawatan Pemandu Karaoke di Klub Malam

Redaksi oleh Redaksi
11 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ulama asal Yogyakarta, Gus Miftah berdakwa serta menggelar pengajian plus selawatan di sebuah klub malam di Bali. Aksinya ini mendapatkan apresiasi dari banyak pihak.

Tidak banyak ulama yang berani untuk memberikan ceramah di tempat-tempat yang sering disebut sarangnya maksiat. Kebanyakan memang lebih memilih untuk berceramah di masjid atau di tempat di mana ia dapat lebih mudah diterima.

Iklan

Namun justru seorang ulama bernama Gus Miftah memilih untuk berdakwah di salah satu klub malam di Bali. Ia berselawat di depan para wanita pemandu karaoke yang bergaun seksi. Aksinya itu terekam dalam sebuah video dan menjadi viral setelah diunggah oleh Gus Miftah di akun Instagram-nya sendiri bernama @gusmiftah.

Dalam video tersebut, nampak ulama asal Yogyakarta ini berdiri di atas panggung dan melatunkan selawat, diikuti oleh para wanita bergaun seksi yang berada di bawah panggung. Gus Miftah menjelaskan bahwa dirinya memang sengaja melakukan hal tersebut untuk mengajak kebaikan kepada semua orang.

Video yang diunggah di Instagram tersebut disertai dengan caption, “Dunia beserta isinya diciptakan Alloh krn Nur Muhammad, kl mau dpt dunia se-isinya banyak lah bersholawat kepada sayyidina Muhammad. Suasana sholawat di #boshebali #boshevvipclubbali #boshekaraoke. Saudaraku org baik dan orang jelek itu beda nya satu, org baik pernah berbuat jelek dan org jelek pasti pernah berbuat baik. Jgn pernah hakimi mereka, tp mhn doakan mereka #dugemparty #dugem #clubbing #clubmalam #ngaji #ngajibareng #ahlussunnahwaljamaah #boshejogja #santrigaul #santrikeren #santrigusmiek #clubbingjogja.”

https://www.instagram.com/p/BnYtxJ6F8bs/?taken-by=gusmiftah

Ulama pendiri Pondok Pesantren Ora Aji ini menjelaskan bahwa berdakwa dapat dilakukan dengan cara apapun. Termasuk dengan caranya yang mendatangi pemandu karaoke di klub malam. Walau sempat mendapatkan penolakan, ia mengungkapkan ada beberapa yang akhirnya bertobat.

Menurut Gus Miftah, ia berusaha untuk tidak menghakimi mereka. Yang paling berhak menghakimi bukan manusia tetapi Tuhan. Selain di klub malam Bali, Gus Miftah juga beberapa kali berdakwa atau menggelar pengajian di lokasi-lokasi tidak lazim, di antaranya di lokalisasi atau klub-klub malam Yogyakarta. Tempat-tempat yang sering dianggap sebagai sarangnya perbuatan maksiat.

Ceramah dan pengajian di klub malam pada 6 September lalu, digelar dengan meminta izin terlebih dahulu kepada pemilik klub dan setelah melakukan lobi-lobi akhirnya diizinkan. Menurut Gus Miftah, pemilik klub tersebut mengumpulkan pemandu karaoke dan beberapa tamu untuk mengikuti pengajian. Mereka juga tidak mempersoalkan digelarnya pengajian di klub malam itu.

Menanggapi hal tersebut, Cak Imin mengatakan memang seharusnya tempat-tempat seperti itu perlu sering-sering diajak untuk berselawatan. Supaya selamat dan khusnul khotimah. Cak Imin juga mengungkapkan kekagumannya terhadap kehebatan Gus Miftah.

Wah Cak Imin, apakah ini menjadi ide menarik untuk tempat blusukan selanjutnya? Eh. (A/L)

Terakhir diperbarui pada 12 September 2018 oleh

Tags: berdakwahceramahgus miftahklub malampemandu karaokeselawatanulamawanita seksi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyebut dakwah atau ceramah yang isinya cuma guyon seperti Miftah Maulana (Gus Miftah) bikin umat tidak maju-maju MOJOK.CO
Ragam

Ceramah yang Isinya Cuma Guyon bikin Umat Nggak Maju, Sertifikasi Penceramah Itu Perlu?

12 Desember 2024
Aliansi Santri Jalanan Gelar Aksi Dukungan, Mengapa Masih Ada Pihak yang Menormalisasi Sikap Arogan Miftah Maulana?.MOJOK.CO
Kabar

Aliansi Santri Jalanan Gelar Aksi Dukungan, Mengapa Masih Ada Pihak yang Menormalisasi Sikap Arogan Miftah Maulana?

9 Desember 2024
“Gus”: Dulu Panggilan Orang yang Belum Layak Jadi Panutan, Kini Malah Jadi Status Gagah-gagahan MOJOK.CO
Ragam

“Gus”: Dulu Panggilan Orang yang Belum Layak Jadi Panutan, Kini Malah Jadi Status Gagah-gagahan

6 Desember 2024
Miftah Maulana dan Lelucon yang Sungguh Goblok! MOJOK.CO
Esai

Alasan Ceramah Miftah Maulana Lucu Bagi Orang yang Duduk di Belakangnya, tapi Pahit Bagi Seluruh Warga Dunia

5 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Angkringan di Stasiun Lempuyangan Jogja jadi tempat meleram kegelisahan MOJOK.CO

Angkringan Lempuyangan Jogja Berisi Rindu, Kegagalan, dan Beban Finansial Para Pejuang Perantauan

22 Juni 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Rembang semakin tidak layak dicintai MOJOK.CO

Semakin Tak Punya Alasan untuk Tinggal dan Mencintai Kabupaten Rembang: Tak Beranjak ke Mana-mana, Kolotnya Dipelihara

17 Juni 2026
Cerita siswa di Timor Tengah Selatan, NTT yang mencari air bersih saja susah. MOJOK.CO

Cerita Siswa di NTT yang Sering Ditegur Guru karena Terlambat Sekolah, padahal Harus Cari Air Bersih Selama 2 Jam untuk Mandi

18 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026
penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.