Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Hal Dramatis yang Bisa Terjadi Saat Salat Tarawih di Masjid

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
21 Mei 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Salat Tarawih di masjid bisa jadi salah satu hal yang membuat Ramadan dirindukan. Tapi, momen ini sesungguhnya penuh dengan hal-hal absurd nan menggelikan.

Sepanjang bulan Ramadan, masjid-masjid umumnya bakal jadi jauh lebih ramai daripada hari biasa. Pasalnya, di malam hari selepas Magrib, salat Isya dan Tarawih berjamaah diselenggarakan. Tentu saja, ini menjadi kesempatan besar untuk bertemu gebetan yang masih satu RT menambah pundi-pundi pahala di bulan suci, dong, mylov.

Tapiiii, jangan lupakan fakta bahwa salat Tarawih berjamaah ini terjadi di negara ber-flower kita tercinta, Indonesia, yang merupakan gudangnya hal-hal absurd nan menggelikan. Saya nggak tahu, sih, salat Tarawih di Timur Tengah itu seperti apa keadaannya, tapi yang jelas, di Indonesia, ada beberapa hal menyebalkan yang sering kali kita temui di masjid, termasuk hal-hal penuh drama sebagai berikut:

1. Anak-Anak Puber Kelewat Setia Kawan

Di perumahan lama saya, golongan ini biasanya datang mepet-mepet waktu salat Isya berjamaah dimulai. Atau, kalaupun mereka datang di awal waktu, mereka bakal memilih tempat di barisan belakang.

Berisi minimal tiga orang dalam satu rombongan, saya kira usia mereka sekitar 12 hingga 17 tahun. Mereka umumnya adalah tipe yang DDN alias Dikit-Dikit Ngobrol. Nungguin azan, ngobrol. Nungguin ikamah, ngobrol. Malah, ada juga yang lagi salat malah ngobrol, dan ini serius. Lagi sujud sekalipun, mereka masih sempet bisik-bisik dan cekikikan, coba!

Sebelum dihujat, agaknya, kalau punya kesempatan, mereka bakal menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan tak ubahnya merupakan wujud kesetiakawanan, meski itu berarti termasuk kegiatan “mengobrol-selagi-sujud-sambil-colek-colekan-dan-cekikikan”.

Astagfirullah, seandainya saja saya bisa menasihati diri sendiri waktu masih alay penuh drama begitu, ya Allah.

2. Anak Kecil Catwalk di Sajadah, lalu Nangis

Ada banyak jamaah salat yang membawa serta anak atau adiknya yang masih kecil ke masjid. Awalnya, sih, mereka menggemaskan. Tapi, coba tebak, saat salat dimulai, mereka malah jadi pengganggu nomor satu.

Maksud saya, ngapain coba mereka jalan bolak-balik di deretan sajadah jamaah satu masjid??? Anehnya lagi, kalau mereka jatuh terpeleset di salah satu sajadah, mereka bakal langsung memelototi si empunya sajadah yang sedang khusyuk-khusyuknya salat—seakan-akan dialah penyebab mereka jatuh terjerembap—atau malah langsung nangis mendadak.

Hadeeeh, apakah mereka nggak tahu kalau kita sebenarnya lebih pengin nangis kalau ingat kerjaan kantor dan permasalahan hidup sebagai orang dewasa??? Mereka mau lomba-lombaan dramatis sama kita yang jelas-jelas sudah muak dengan segala drama kehidupan ini, gitu??? Hmm???

3. Orang yang Menjawab “Amin” dengan Penuh Improvisasi

Salah satu hal menyenangkan yang bisa ditemui di salat Tarawih berjamaah adalah mendengar jawaban “Amin” dari seluruh jamaah. Karena biasanya saya salat sendirian di kamar kos, hal ini jelas menjadi sesuatu yang bagai sumber mata air segar di tengah kekeringan~

Namun, ngeselinnya, kadang ada saja orang yang menjawab dengan improvisasi berlebihan. Ketika semua orang sudah selesai menjawab, “Aaamiiinn”, dia malah baru membuka mulut dan memberi jawaban serupa. Ada juga yang bilang “Amin” bersama jamaah yang lain, tapi sengaja dipanjang-panjangkan.

Duh, Mas, kayak gitu itu buat apa, sih? Pengin banget semua orang di masjid ngedenger suaramu, ya? Atau, bagi kamu, itu lucu dan mampu menarik perhatian dari perempuan yang kamu suka, yang pakai mukena putih di belakang sana???

Duile. Padahal, semua jamaahnya pakai mukena putih dan nggak ada yang peduli sama situ. Mamam.

Iklan

4. Tukang Nanya “Berapa Rakaat Lagi, ya?”

Dalam setiap salat Tarawih berjamaah, saya jamin setidaknya ada satu orang yang bakal dengan rutin menanyakan pertanyaan semacam “Berapa rakaat lagi, ya?”, “Ini udah Tarawih yang terakhir belum, ya?”, “Eh, abis ini belum Witir, ya?”, dan lain-lain.

Kalau sekali-dua kali doang, sih, nggak apa-apa. Tapi, kalau pertanyaan ini berulang hingga berkali-kali—ya monmaap, nih, Bu—situ mau ibadah atau mau wawancara???

Kalau yang bertanya adalah seorang anak yang datang dengan ibunya, pertanyaan tadi umumnya akan berlanjut dengan ucapan, “Aku istirahat dulu, ah. Capek.”

Capek??? Kamu capek, Dek??? Drama macam apa ini??? Kalau salat Tarawih saja capek, gimana kamu mau nikah lari 2,4 kilometer di penilaian pelajaran Olahraga, misalnya???

5. Kesal Kalau Pilihan Surat Imam Panjang-Panjang

Meski berjudul ibadah, salat Tarawih di masjid juga menimbulkan kekesalan tersendiri saat imam membacakan pilihan surat yang panjang-panjang. Kadang, saking panjangnya, pikiran kita melayang-layang dan berujung dengan bertanya-tanya dalam hati: “Ini kapan rukuknya dah???”

Bukan apa-apa, tapi terkadang, surat yang panjang-panjang ini justru berpotensi besar untuk meningkatkan suara tangis yang berisik dari anak-anak yang datang bersama beberapa jamaah. Adik saya, misalnya, waktu masih kecil dan cengeng, hobinya menangis dan selalu merengek menyebalkan setiap kali bacaan surat imam mulai terasa kelewat panjang.

Duh, sungguh Pak Imam, malu banget saya lagi salat, tapi adik saya malah teriak-teriak “Kebelet eek, Mbaaaak!” sambil nangis :’(

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2019 oleh

Tags: bacaan surat panjangbulan ramadanMasjidrakaatsalat tarawih
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO
Esai

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO
Esai

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.