Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame List

5 Ciri Anak Baru di Kaum Kiri alias Kiri Snobs

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
30 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Dengan ideologi dan pandangan yang berbau kiri, muncullah bibit-bibit baru kaum kiri kelas freshmen, alias kiri snobs. Hmm, apakah itu?

Konon, di zaman penjajahan Belanda, kaum kolonial menggunakan istilah “kiri” untuk merujuk pada orang-orang yang merupakan penentang pemerintahan Belanda, yang kala itu kebanyakan berpeci. Anggapan ini sepertinya memang nggak salah-salah amat, soalnya tokoh PKI Alimin disebutkan kerap menggunakan peci. Jangankan Alimin, Soekarno yang menunjukkan sikap non-kooperatif pada Belanda saja juga memakai peci!

Singkatnya, kaum kiri umumnya adalah orang-orang yang tidak begitu betah atau menyukai suatu keadaan yang tengah berlaku dan menghendaki adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Naaaah, dengan ideologi, pandangan, gaya hidup, dan apa pun yang berbau kiri, muncullah bibit-bibit baru kaum kiri.

Maka, dengan itu, lahir pulalah gelombang kaum kiri kelas freshmen, alias…

…kiri snobs!!!

Hmm, seperti apakah manusia-manusia kiri snobs ini?

1. Atribut “Kiri Banget”

Kaum kiri snobs cenderung ingin menampilkan ke-kiri-annya dengan segala cara. Salah satu hal yang paling mudah bisa mereka lakukan adalah mengenakan kaos atau atribut yang “kiri banget”, misalnya yang bergambar tokoh-tokoh tertentu, seperti Che Guavara, Karl Marx, atau Wiji Thukul.

Tapi, jangan tanya soal perjuangan orang-orang itu ke kiri snobs: ujung-ujungnya ketahuan, deh, kalau mereka kurang paham. Pokoknya, bagi mereka, atribut kiri sudah cukup membuat mereka kiri~

2. Dikit-Dikit Kritis

Salah satu ciri khas kaum kiri adalah kekritisannya yang sudah termahsyur. Sebagai orang yang peduli sosialis dan tak mengamini kapitalis, kaum kiri jelas siap pasang badan menghadapi kesenjangan.

Naaah, begitu pula kiri snobs dalam levelnya sendiri. Kalau ada yang mereka anggap kapitalis, tentu mereka bakal protes dan—selamat—kamu bakal mulai memasuki gerbang debat bersamanya. Nggak usah ngomongin kapitalis di pemerintahan dulu, deh, ha wong nentuin tempat nongkrong bareng aja kadang jadi debat!

3. Dikit-Dikit Diskusi Soal Perjuangan Rakyat

Agak nyambung dengan kekritisannya tadi, kaum kiri snobs pun mendadak jadi suka diskusi. Rasanya, hidup bakal kurang mashoook tanpa diskusi, terutama yang berbau perjuangan.

Obrolan yang tadinya kamu kira akan ringan, mendadak langsung jd panjang. Mending kalau bahasannya enteng—misalnya topik Raisa hamil dan kira-kira nanti anaknya mirip siapa—ha ini temanya aja udah berat, serius pula.

Sering, pula!!11!!!11!

4. Baca Buku Indie

Kaum kiri umumnya menikmati bacaan-bacaan dari penulis yang juga kiri, atau bacaan yang diterbitkan oleh penerbit independen. Kebanyakan, buku-buku ini berbau sosialis dan kerakyatan. Tak melulu politik, ada juga karya sastra yang penulisnya diyakini memiliki gaya kiri, seperti Pramoedya Ananta Toer.

Iklan

Nah, kaum kiri snobs pun tak mau tinggal diam. Alih-alih ikut heboh karena novel cinta terbaru, mereka akan lebih bangga memamerkan buku-buku “kiri” atau yang berasal dari penerbit indie.

Yaaah, dipamerin doang, dibaca kagak~

5. Tampil Intelek di Media Sosial

Kaum kiri snobs yang punya akun di media sosial tak mau kalah menunjukkan jati dirinya. Biasanya, lewat kata-kata di status atau caption fotonya, mereka akan menampilkan diri sebagai orang yang…

…ramai.

Maksudnya, mereka bakal tampak cukup kritis dan gemar mengomentari suatu permasalahan secara “kiri banget”. Tak lupa, mereka membawa argumen yang tampak intelek dan meyakinkan.

Padahal, kalau boleh jujur, mereka pun aslinya nggak tahu apa-apa dan cuma bermodalkan Wikipedia atau Google~

Jadi, kamu termasuk kaum kiri snobs nggak, mylov?

Terakhir diperbarui pada 30 September 2018 oleh

Tags: aliran kiriChe GuavaraKarl Marxkaum kirikiri snobsKomunispolitikPramoedya Ananta TourSoekarno
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM MOJOK.CO
Esai

Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM

29 Juni 2026
Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung MOJOK.CO
Esai

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung

17 Juni 2026
Gugun El Guyanie : Awalnya Soal Skripsi, Berakhir Membongkar Dinasti
Video

Gugun El Guyanie : Awalnya Soal Skripsi, Berakhir Membongkar Dinasti

28 Oktober 2025
Republik dan Bayang Penjajahan yang Tak Usai
Video

Republik dan Bayang Penjajahan yang Tak Usai

25 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Putus pertemanan di lingkungan kantor yang toxic. MOJOK.CO

Putus Pertemanan dengan Rekan Kerja Toxic adalah Jalan Terakhir Saya Hidup Bahagia dari Drama Usia 30-an

5 Agustus 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

Konsultasi Publik di Bandung Hasilkan Masukan Strategis Konservasi Elang Jawa 2026-2036

3 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Mie Gacoan, desa. MOJOK.CO

Mie Gacoan Oleh-Oleh Wajib Saat Pulang Kampung: Tak Peduli Sudah Dingin dan Keras, Tetap Dinikmati demi Gengsi dan Validasi

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.