Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Token listrik lebih awet setelah saya mengubah kebiasaan kecil di rumah

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
7 Agustus 2026
A A
Token listrik lebih awet setelah mengubah kebiasaan kecil di rumah (Unsplash)

Token listrik lebih awet setelah mengubah kebiasaan kecil di rumah (Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saya dulu menganggap token listrik sebagai pengeluaran biasa yang tidak perlu terlalu saya pikirkan. Setiap kali bunyi alarm meter mulai terdengar, saya langsung membeli token. 

Kadang Rp50.000, kadang Rp100.000, tergantung isi dompet saat itu. Namun, saya mulai sadar ada yang salah ketika nominal token listrik yang sama makin cepat habis. 

Saya tidak menambah banyak alat elektronik, tetapi listrik terasa lebih boros. Dari situ, saya mulai belajar bahwa menghemat token listrik bukan hanya soal mengurangi pemakaian, melainkan juga soal mengenali kebiasaan harian.

Saya teringat pada artikel Kompas.com berjudul “Tips Menghemat Pengeluaran Pulsa dan Token Listrik dari ShopeePay” yang terbit pada 21 Juli 2026. Artikel itu menekankan bahwa pengeluaran kecil seperti pulsa, paket data, token listrik, dan tagihan rutin bisa menjadi besar ketika kita mengakumulasikannya setiap bulan.

Perlunya mengelola pengeluaran dengan lebih cermat

Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari, juga menjelaskan bahwa kebutuhan bulanan merupakan pengeluaran rutin yang sulit kita hindari. Makanya, masyarakat perlu mengelolanya dengan lebih cermat. Pernyataan itu terasa dekat dengan pengalaman saya sendiri.

Langkah pertama yang saya lakukan sangat sederhana. Saya mencatat kapan saya membeli token dan berapa lama token listrik itu bertahan. Sebelumnya, saya hanya mengandalkan ingatan. 

Setelah saya menulisnya di catatan ponsel, saya melihat pola yang cukup jelas. Token lebih cepat habis ketika saya lebih sering memakai penanak nasi dalam mode penghangat, menyalakan kipas angin hampir sepanjang malam, dan membiarkan charger tetap menempel di stopkontak. 

Dari catatan itu, saya tahu bahwa pemborosan bukan datang dari satu alat besar saja, tetapi dari banyak kebiasaan kecil yang saya ulang setiap hari.

Memantau borosnya token listrik lewat aplikasi PLN Mobile

Setelah itu, saya mulai memantau pemakaian token listrik lewat aplikasi PLN Mobile. Artikel Kompas.com tersebut juga menyarankan pengguna memeriksa riwayat konsumsi listrik secara berkala melalui PLN Mobile agar bisa melihat tren pemakaian dari bulan ke bulan. 

Bagi saya, cara ini membantu karena saya tidak lagi menebak-nebak. Saya bisa melihat apakah konsumsi listrik naik, turun, atau stabil. Ketika pemakaian naik, saya langsung mengevaluasi aktivitas di rumah selama beberapa hari terakhir.

Perubahan terbesar justru datang dari dapur. Saya dulu membiarkan penanak nasi menyala seharian karena ingin nasi tetap hangat. Setelah saya hitung, kebiasaan itu tidak selalu perlu. 

Sekarang, saya memasak nasi sesuai kebutuhan. Jika masih ada sisa, saya mencabut kabel dan menghangatkannya lagi saat perlu. 

Saya juga mengurangi penggunaan dispenser air panas. Untuk membuat teh atau kopi, saya lebih sering merebus air secukupnya. Kebiasaan ini terlihat kecil, tetapi saya merasakan dampaknya pada umur token listrik.

Lebih perhatian sama alat listrik biar token listrik lebih awet

Saya juga mulai lebih disiplin dengan lampu dan charger. Dulu saya sering membiarkan lampu ruang tengah menyala meski semua orang sudah masuk kamar. 

Iklan

Sekarang saya membuat aturan sederhana. Orang terakhir yang meninggalkan ruangan harus mematikan lampu. 

Saya juga mencabut charger ponsel dan laptop setelah selesai memakai. PLN, dalam artikel resminya tentang penggunaan listrik yang aman di rumah, menyarankan masyarakat mencabut kabel setelah digunakan, mematikan alat elektronik saat tidak perlu, memakai peralatan hemat energi, menghindari colokan bertumpuk, dan mengecek konsumsi daya lewat PLN Mobile 3. 

Saran itu saya terapkan karena selain menghemat token listrik, kebiasaan tersebut juga membuat rumah lebih aman.

Untuk urusan pendingin ruangan, saya memilih realistis. Saya tidak memakai AC di rumah, tetapi kipas angin tetap bisa membuat token listrik cepat berkurang jika menyala terus-menerus. 

Saya mulai memakai timer saat tidur. Jika udara tidak terlalu panas, saya membuka ventilasi lebih awal agar sirkulasi udara lancar. Kompas.com dalam artikel “11 Cara Hemat Listrik di Rumah agar Tagihan PLN Tidak Membengkak” juga menyebut beberapa kebiasaan sederhana, seperti mematikan lampu, mencabut charger, memanfaatkan cahaya alami, dan memakai kipas angin sebagai alternatif AC 5. 

Saya merasa tips itu mudah karena tidak menuntut perubahan ekstrem.

Mengubah kebiasaan cara membeli token listrik

Selain mengatur pemakaian, saya juga mengubah cara membeli token listrik. Dulu saya membeli token saat meter hampir berbunyi. Akibatnya, saya sering terburu-buru dan tidak sempat membandingkan promo atau biaya admin. 

Sekarang, saya membuat jadwal pembelian. Saya menandai tanggal pembelian token di kalender ponsel, lalu mengecek kebutuhan listrik sebelum saldo kWh terlalu rendah. 

Artikel Kompas.com tentang ShopeePay juga menyarankan pengguna mengatur pembelian kebutuhan rutin agar lebih terencana dan memanfaatkan fitur pengingat atau menu tagihan pada aplikasi pembayaran. 

Saya tidak selalu mengejar promo, tetapi saya memanfaatkan promo hanya untuk kebutuhan yang memang pasti saya beli. Dengan begitu, saya tidak membeli sesuatu hanya karena tergoda potongan harga.

Hidup tetap nyaman kok meski rada maksa hemat listrik

Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa menghemat token listrik tidak harus membuat hidup tidak nyaman. Saya tetap menyalakan lampu saat perlu, tetap memakai kipas angin, tetap memasak nasi, dan tetap mengisi daya gawai. 

Bedanya, saya memakai semuanya dengan sadar. Saya tidak lagi membiarkan alat elektronik bekerja hanya karena malas mencabut kabel atau lupa mematikan tombol.

Tips saya untuk orang lain sederhana. Pertama, catat pembelian token listrik agar kita tahu pola pemakaian. Kedua, cek riwayat konsumsi lewat PLN Mobile. Ketiga, kenali alat yang paling sering menyala di rumah. Keempat, matikan dan cabut alat elektronik setelah selesai memakai. Kelima, beli token secara terencana dan manfaatkan promo untuk kebutuhan rutin, bukan untuk belanja impulsif.

Pada akhirnya, token listrik yang lebih awet bukan hasil dari satu tindakan besar, melainkan hasil dari disiplin kecil yang kita lakukan setiap hari. Saya merasakannya sendiri. Ketika saya mulai memperhatikan kebiasaan, saya tidak hanya menghemat uang, tetapi juga merasa lebih mampu mengendalikan pengeluaran rumah tangga.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Uang Listrik yang Mengusik Kedamaian dan artikel menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2026 oleh

Tags: biaya token listrikcara hemat token listrikmeteran listrikPLNtoken listrik
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO
Eksplor

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026
regu khusus PLN pekerjaan paling berisiko di dunia
Geliat Warga

Mengikuti Regu Khusus PLN, Pengendali Listrik yang Jadi Salah Satu Pekerjaan Paling Berisiko di Dunia

19 Januari 2023
Kepala Banggar DPR meluruskan penghapusan daya listrik 450 VA Mojok.co
Kilas

Ketua Banggar DPR Meluruskan Penghapusan Daya Listrik 450 VA

19 September 2022
listrik mojok.co
Ekonomi

Daya Listrik 450 VA Bakal Dihapus, Dinaikkan Jadi 900 VA

13 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

burnout kerja kantoran mojok.co

Mencintai Pekerjaan tanpa Harus Menyukai Orang-Orang di Dalamnya

4 Agustus 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko” MOJOK.CO

Nggak Perlu Jadi Pelari Kalcer, Slow Jogging bikin Kita Waras Mental Sambil “Niko-niko”

3 Agustus 2026
Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Mie Gacoan, desa. MOJOK.CO

Mie Gacoan Oleh-Oleh Wajib Saat Pulang Kampung: Tak Peduli Sudah Dingin dan Keras, Tetap Dinikmati demi Gengsi dan Validasi

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.