Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Ketua Banggar DPR Meluruskan Penghapusan Daya Listrik 450 VA

Kenia Intan oleh Kenia Intan
19 September 2022
A A
Kepala Banggar DPR meluruskan penghapusan daya listrik 450 VA Mojok.co

Ilustrasi: PLN memastikan penyaluran stimulus listrik periode Januari 2021 untuk 32 juta pelanggan rumah tangga daya 450 Volt Ampere (VA) dan 900 VA bersubsidi serta 459.000 pelanggan bisnis dan industri daya 450 VA berjalan lancar. (ANTARA/Try M Hardi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Penghapusan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) untuk rumah tangga menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Rencana itu dinilai tidak elok setelah kenaikan harga BBM yang belum lama terjadi. 

Wacana penghapusan daya listrik 450 VA dan mengalihkannya ke daya listrik 900 VA mencuat setelah diungkapkan oleh Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Said Abdullah. Sepaket dengan wacana itu, rumah tangga dengan daya listrik 900 VA akan dinaikkan menjadi 1.300 VA.

Iklan

Sebelumnya Said menjelaskan, rencana menghapus dan menaikkan daya listrik itu bisa menekan beban keuangan negara akibat kelebihan pasokan atau oversupply listrik. 

“Tidak ada Pembahasan itu”

Akan tetapi, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo bilang, tidak ada penghapusan maupun pengalihan daya pelanggan listrik. Termasuk tidak ada perubahan tarif listrik. 

Ia mengatakan, dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) antara Banggar DPR dan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan pada Senin pekan lalu (12/9/2022), tidak ada pembahasan formal maupun agenda pengalihan daya listrik 450 VA ke 900 VA. Dia menekankan, sejauh ini tidak ada arahan dari pemerintah untuk melakukan penghapusan daya listrik tertentu. 

PLN  juga akan memastikan pelayanan listrik ke Tanah Air tetap optimal, sehingga produktivitas dan daya beli masyarakat dalam masa pemulihan ekonomi di tengah meningkatnya harga komoditas energi dunia tetap terjaga.

Senada, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif bilang, belum mengetahui secara spesifik terkait rencana tersebut. Arifin menambahkan, penyederhanaan golongan tarif listrik termasuk permasalahan yang relatif sulit, terlebih setelah kenaikan harga BBM. 

“Kita baru saja naik BBM, masa yang itu (listrik 450 VA dihapus) juga, mungkin harus dilakukannya evaluasi betul,” ujarnya seperti dikutip dari Tempo.co.  Ia menyarankan pembenahan mekanisme subsidi listrik perlu dilakukan secara bertahap usai kondisi ekonomi dan sosial kembali kondusif.

Ketua Banggar meluruskan

Kemudian Said meluruskan, usulan penghapusan dan pengalihan daya listrik itu merupakan pembahasan dalam pembicaraan agenda besar peralihan energi untuk menyehatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia berpandangan, kemampuan Indonesia memproduksi listrik yang sangat besar mampu menopang kebutuhan energi dalam negeri. Indonesia sebenarnya bisa keluar dari jebakan minyak bumi. 

Oleh karenanya, ia menyarankan pelanggan listrik 450 VA dialihkan ke 900 VA. Sementara untuk 9,55 juta rumah tangga berdaya listrik 450 VA yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kemungkinan dikecualikan karena masuk kategori kemiskinan parah dengan penghasilan kurang dari 1,9 dolar AS per hari.

“Terhadap kelompok rumah tangga seperti ini tentu saja tidak mungkin kebutuhan listriknya dinaikkan dayanya ke 900 VA, karena untuk makan saja mereka susah,” kata Said seperti dikutip dari Antara, Senin (19/9/2022). 

Sementara untuk 14,75 juta rumah tangga berdaya listrik 450 VA yang tidak terdata dalam DTKS, Said mengatakan perlu diverifikasi untuk memilah mana yang dialihkan ke 900 VA dan mana yang tidak. 

Skema yang sama berlaku untuk rumah tangga dengan daya listrik 900 VA. Tercatat terdapat 8,4 juta pelanggan listrik berdaya 900 VA terdata dalam DTKS dan 24,4 juta yang tak terdata dalam DTKS. Diperlukan verifikasi faktual agar rumah tangga yang masuk golongan keluarga miskin bisa dicatat dalam DTKS dan tetap mendapat subsidi daya listrik 900 VA, sedangkan yang mampu didorong untuk masuk ke 1.300 VA.

Iklan

Ia menekankan, upaya peralihan energi tidak hanya berlaku pada rumah tangga. Sektor transportasi yang menyerap 46% dari total konsumsi energi nasional juga harus mulai beralih menuju berpenggerak listrik. Begitu pula dengan sektor industri yang menyerap 31% konsumsi energi nasional.

Said mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang menjadi pelopor penggunaan kendaraan dinas pemerintah menggunakan listrik. Di sisi lain, transformasi energi diharapkan mengubah beban subsidi dari oil heavy ke electric heavy. Sehingga subsidi Solar, Pertalite, dan LPG 3 kilogram yang selama ini konsumsinya dinikmati rumah tangga mampu bisa dialihkan agar lebih efisien dan tepat sasaran.

Sumber: Antara, tempo.co
Penulis: Kenia Intan 

BACA JUGA Daya Listrik 450 VA Bakal Dihapus, Dinaikkan Jadi 900 VA

Terakhir diperbarui pada 19 September 2022 oleh

Tags: 450 VAdpresdmlistrik subsidiPLN
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO
Eksplor

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026
celengan investasi, ai.MOJOK.CO
Kabar

Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS

30 Januari 2026
Jurusan Ilmu Politik di UHO mengecewakan. MOJOK.CO
Kampus

Nekat Kuliah Jurusan Ilmu Politik di Kampus Akreditasi B, Berujung Menyesal Tak Dengar Nasihat Ortu

3 Oktober 2025
UI kampus perjuangan tapi BEM-nya kini terbelah. MOJOK.CO
Catatan

UI sebagai Kampus Perjuangan Kini Terbelah dan Hilang Taringnya, Tak Saling Mendukung dan Searah

4 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.