Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

10 Tantangan Generasi Milenial yang Bisa Menghantuimu Sampai Botak

Generasi milenial adalah kelompok pemuda yang lahir di antara tahun 1980 hingga tahun 2000-an.

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
9 Maret 2018
A A
10 Tantangan Generasi Milenial yang Bisa Menghantuimu Sampai Botak MOJOK.CO

10 Tantangan Generasi Milenial yang Bisa Menghantuimu Sampai Botak MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setidaknya ada 10 tantangan generasi milenial di Indonesia saat ini. Mari kita baca satu per satu. Semoga nggak bikin botak, ya.

Nama dan tantangan generasi milenial belakangan ini ibarat primadona di media sosial. Ada anak gawl dikit, dikatain, “Wah, anak milenial.” Ada anak rempong dikit, dikatain, “Dasar, anak milenial.” Tapi, yang nga diketahui sama si tukang ngata-ngatain adalah betapa sesungguhnya dia juga termasuk anak dari generasi milenial.

Yhaaaaaa!!!!

Pertama-tama, mari kita cari tahu dulu apa dan siapakah generasi milenial itu.

Disebutkan banyak peneliti, generasi milenial adalah kelompok pemuda yang lahir di antara tahun 1980 hingga tahun 2000-an. Artinya, di tahun 2018 ini, anak-anak generasi milenial berusia antara 18 hingga 38 tahun~

Sampai di sini, apakah kamu termasuk generasi milenial?

Dari 200 jutaan penduduk Indonesia, 81 juta di antaranya berasal dari generasi milenial. Dan, dari 81 juta orang ini, seluruhnya sangat mungkin berbagi masalah yang sama. Solid!

Jadi gini nih, my lov; beberapa tantangan generasi milenial disebutkan tengah menjadi isu utama. Bahkan, jika melihat dari sudut pandang internasional, ada 10 tantangan utama bagi millennials di seluruh dunia dewasa ini.

Tuuuuuh, syapa bilang generasi milenial pikirannya cuma sebatas sticker Instagram Story???

Dari seluruh data-data tadi, pertanyaan selanjutnya pun muncul: apakah generasi milenial di Indonesia juga mengalami tantangan yang sama?

Secara umum, dilansir dari berbagai sumber, setidaknya ada 10 tantangan yang lebih dekat dialami oleh generasi milenial di Indonesia. Mari kita baca satu per satu, lalu melakukan refleksi diri.

*backsong: lagu ESQ 165*

Lapangan pekerjaan semakin sempit

Per Agustus 2017, jumlah pengangguran di Indonesia meningkat hingga 7 juta orang. Jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya, kenaikan ini adalah sebesar 10.000 orang.

Uwoooow~

Iklan

Harga sembako meroket

Kenaikan Sembilan Bahan Pokok, alias sembako, rasa-rasanya memang seperti kenaikan berat badan: entah kapan turunnya. Hingga Januari 2018, di beberapa daerah, kenaikan ini masih terasa. Bahan-bahan pokok yang mengalami kenaikan adalah beras (13.000 rupiah per kilogram), telur ayam (20.500 rupiah per kilogram), dan daging ayam (34.500 rupiah per kilogram).

Kemiskinan

Statistik kemiskinan di Indonesia memang menunjukkan penurunan. Namun, penurunan ini dikhawatirkan kelak terjadi lebih lambat di masa yang akan datang. Maka, tyda heran kalau berkat tantangan generasi milenial yang ini, mereka jadi harap-harap cemas soal masa.

Tapi, yang utama, my lov, janganlah kamu sampai miskin hati.

*terekdungces*

Sikap politik

Berdasarkan hasil survei dari Alvara Research Center tahun 2014, dalam gambaran sebuah pemilihan umum, generasi milenial di Indonesia cenderung menjadi pemilih yang bersikap swing (berubah-ubah) dan apathetic (apatis, tidak peduli).

Jangankan dari survei, wong di linimasa media sosial juga bisa, kok, kita menemukan mereka-mereka yang dukungannya berpindah-pindah dan malah jadi debat sendiri. Nga ngerti lagi 🙁

Kesenjangan kepercayaan diri

Tantangan generasi milenial hadir di tengah pendidikan memadai yang menempa mereka menjadi manusia kreatif. Tak jarang, kelebihan ini membuat mereka menuntut diperlakukan istimewa.

Di sisi lain, ada juga generasi milenial yang bawaannya minder melulu. Akibatnya, tingkat stres dan depresi meningkat pesat. Kalau nga di-handle dengan baik, fenomena ini bisa mengarah pada hal-hal yang tidak diinginkan :(((((

Ngga suka-suka amat pada kebiasaan lama

Kalau ditelaah, ojek online menjadi salah satu hasil kontemplasi dari tantangan ini. Yhaa, kenapa harus repot-repot cari ojek kalau bisa pencet tombol Order di hape sambil salto di rumah?

Tapi, mohon maaf nih, kadang-kadang memang ada suatu kebiasaan yang sudah jadi tradisi dan tyda bisa seenak udel diubah-ubah, my lov~

Konflik agama

Di zaman yang kian terbuka, mau nga mau, generasi milenial cenderung punya peluang menghadapi banyak konflik, termasuk konflik-konflik agama. Nga melulu soal pertikaian antaragama, masalah-masalah yang muncul di dalam suatu agama itu sendiri pun patut menjadi perhatian. Ini tantangan generasi milenial yang nyebelin banget, sih.

Misalnya: dilema cadar yang lagi heboh di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan kasus-kasus penyerangan tokoh agama…

Melawan hoaks

Majunya teknologi di tengah-tengah kehidupan generasi milenial memang mempermudah penggunanya untuk menekan tombol Share sekaligus terkejut-kejut melihat headline berita lainnya. Sayangnya, nga semua berita yang tersebar sekarang ini akurat, sobatkuw~

Jadi nih, bukan cuma filter di Instagram jha, kita pun harus punya filter khusus menangkal hoaks-hoaks nakal~

Tren pernikahan berubah

Menurut riset dari Bridestory, tren pernikahan di generasi milenial telah berubah.

Kalau dulu kita tahunya pernikahan itu kebanyakan di-PJ-in sama orang tua mempelai, ternyata sekarang ini mempelai pria dan wanitalah yang cenderung menjadi otak utama rencana pernikahan. Mereka pun bersikap lebih aktif dalam hal pembayaran biaya menikah.

Jadi gimana, Mz, Mb, udah siap? Hehe~

Lebih cepat botak

Bukan tanpa alasan, hal ini bisa terjadi akibat pola makan dan gaya hidup, serta hal yang telah kita sebut sebelumnya: tingkat stres berlebihan, apalagi dengan tantangan-tantangan di atas!!!

Lagi pula, berkat tantangan generasi milenial yang ini, mereka banyak yang mengaku mulai stres, baik karena minder maupun merasa kesepian. Uniknya, kesepiannya pun kesepian ala milenial, yaitu akibat semakin menurunnya jumlah like di Instagram.

Ealah, ternyata semua ini karena algoritma Instagram. Kejam emang!

BACA JUGA Mari Berbahagia dengan Jujur, Generasi Micin Premium! dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2021 oleh

Tags: berita hoaksgenerasi milenialpengangguran indonesiatantangan pemudatren pernikahan 2018
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co
Pojokan

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Nasib pekerja gen Z dicap lembek oleh milenial
Urban

Gen Z Jadi Kambing Hitam Generasi Senior, Dicap Lembek dan Tak Bisa Kerja padahal Perusahaan yang “Red Flag”

16 April 2026
Berita Hoaks Pemilu Bertebaran, Begini Cara Mengenalinya MOJOK.CO
Kilas

Berita Hoaks Bertebaran Menjelang Pemilu, Begini Cara Mengenalinya

10 Oktober 2023
ratna sarumpaet
Kotak Suara

Lama Tak Terdengar, Ratna Sarumpaet Luncurkan Buku dan Bongkar Liarnya Dunia Politik

19 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.