Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Sering Bertengkar Artinya Jodoh? Ah, Perasaanmu Saja

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
25 Januari 2020
A A
mendebat orang marah perbuatan sia sia mentraktir jeff bezos kekayaan penghasilan jeff bezos meredakan amarah mengendalikan amarah emosi menenangkan pacar pertengkaran dalam hubungan pelukan

mendebat orang marah perbuatan sia sia mentraktir jeff bezos kekayaan penghasilan jeff bezos meredakan amarah mengendalikan amarah emosi menenangkan pacar pertengkaran dalam hubungan pelukan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hati-hati kalau membenci orang nanti kena karma, kata teman saya. Mungkin kata-kata itulah yang membuat orang berkata bahwa sering bertengkar artinya jodoh.

“Ciye kalian debat mulu, ati-ati nanti sayang loh.”

Dalam masa hidup kalian, pasti pernah melihat atau mengalami diejek dengan kata-kata itu. Banyak yang bilang kalau kita sering berantem sama seseorang, ada kemungkinan seseorang itu jodoh kita. Saya nggak tahu siapa yang memulai ejekan seperti itu, tapi saya sering banget mendengarnya.

Memangnya iya kalau sering bertengkar artinya jodoh? Tergantung.

Banyak kepercayaan yang beredar di sekitar kita itu sebenarnya hasil dari otak-atik gathuk atau cocoklogi. Seperti dilarang potong kuku malam hari, dilarang bersiul di malam hari, atau fans MU itu penyabar. Dan sering bertengkar artinya jodoh itu pun hasil dari cocoklogi yang ada.

Bentar, bentar, jangan ngamuk dulu. Saya bilang cocoklogi karena itu belum tentu menjadi suatu faktor yang sahih untuk menentukan jodoh apa tidaknya. Sudah berapa banyak mantanmu yang bertengkar denganmu dan ujungnya sekarang mereka bahagia dengan orang lain? Wqwq.

Yang membuat orang berpikir sering bertengkar artinya jodoh itu sebenarnya karena ada proses lain yang membuat orang sering bertengkar itu berakhir bersama-sama. Kita tidak pernah tahu sebenarnya ketika mereka bertengkar, mereka mempertahankan argumen sembari saling menakar diri masing-masing.

Ciyeee….

Bertengkar atau berdebat bisa disebut salah satu tanda perhatian. Kita sering melihat atau mendengar kawan kita berantem dengan pasangannya hanya karena hal kecil macam kenapa nge-game terus atau kenapa bolos kuliah kan? Itu adalah contoh perdebatan sebagai tanda perhatian. Jadi sebelumnya memang kedua orang ini sudah saling perhatian sebelumnya.

Tapi memang ada kasus dari yang awalnya memang saling sengit atau sering bertengkar malah berakhir dengan pacaran atau menikah. Karena intensitas pertemuan atau perdebatan yang tinggi, kedua orang ini akhirnya jadi sering memikirkan satu sama lain.

Kalau masih bingung, begini gampangnya. Coba kamu rutin bertemu seseorang selama 2 minggu lalu coba tidak temui orang itu selama 2 hari. Pasti ada yang aneh. Ini tidak berlaku hanya ke pasangan dan orang yang dicintai, tapi dalam pertemanan pun seperti itu. Jadi penjelasan logisnya adalah karena intensitas pertemuan yang tinggi jadinya timbul rasa-rasa yang seperti itu.

Jadi kalau kamu pikir sering bertengkar artinya jodoh seperti yang FTV tunjukkan, itu keliru. Faktornya tidak bisa tunggal, perlu faktor lain yang mengikuti. Kalau itu bisa jadi faktor utama, semua orang pasti berusaha bertengkar sama Isyana. Kalau bisa bertengkar terus berjodoh, aku yo gelem, cah.

Ingat bahwa kalau mau pacaran sama seseorang itu harus ada kesepakatan kedua belah pihak, tidak boleh ada pemaksaaan. Kuncinya adalah kedua pihak memang bersedia untuk saling bersama, dan itulah faktor utamanya. Memang ada yang bertengkar lalu di akhir mereka malah berjodoh, tapi kalau sering bertengkar artinya jodoh ya nggak seratus persen benar.

Yang penting itu mau dulu, Lur. ITU!

Iklan

BACA JUGA Semua Orang Bisa kok Dapat IPK 4, Begini Caranya atau artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 25 Januari 2020 oleh

Tags: jodohmenikahpacaran
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO
Sehari-hari

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO
Esai

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO
Sehari-hari

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Ilustrasi hidup.MOJOK.CO

Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian

2 Juni 2026
Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu? MOJOK.CO

Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu?

29 Mei 2026
Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
makan mie ayam di Solo. MOJOK.CO

Curiga dengan Pedagang Mie Ayam di Dekat Rutan Solo, Beli Seporsi tapi Tak Diminta Bayar. Eh, Ternyata Intel Lagi Nyamar

28 Mei 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.