Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Cara Rocky Gerung dan Said Didu Menghindari Penghadangan Selain Naik Ambulans

Audian Laili oleh Audian Laili
8 Maret 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Rocky Gerung dan Said Didu memilih naik ambulans untuk menghindari penghadangan saat akan menghadiri talkshow di Jember. Mojok Institute, punya 5 cara lain untuk hindari penghadangan yang lebih ramah netizen.

Acara talkshow di Universitas Muhammadiyah Jember yang menghadirkan Rocky Gerung dan Said Didu kemarin (7/3) akhirnya tetap dilangsungkan. Meskipun mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak, bahkan kedatangan mereka sempat dihadang. Untuk berhasil menghindari penghadangan menuju tempat acara, usaha yang mereka lakukan tidak sederhana.

Usut punya usut, dari foto beserta tweet yang dibagikan Said Didu. Ternyata aksi kucing-kucingan mereka ini sampai harus menggunakan ambulans. Pilihan kendaraan ini untuk mengelabui pihak-pihak yang melakukan penghadangan.

“Demi mencapai lokasi acara di Jember, untuk menyiasati ‘hadangan’ pihak-pihak tertentu, kami terpaksa bersiasat dengan naik Ambulance. Kami tetap happy demi ketemu rekan-rekan untuk menyebarkan virus akal sehat untuk menggusur kebohongan,” tulis Said Didu di Twitter-nya.

Kejujuran yang diungkapkan oleh Said Didu ini mendapatkan berbagai respon. Tidak sedikit yang memprotesnya, sebab dianggap telah menyalahgunakan fungsi ambulans. Kesalahan yang dengan bangganya diungkapkan terang-terangan semacam ini, justru bakal menipiskan simpati kalau ambulans yang lewat betul-betul dalam kondisi darurat.

Tetapi, ada pula yang kemudian membela tindakan yang mereka lakukan ini. Toh, ketika dinaiki, mobil ambulans tersebut tidak menyalakan sirine. Apa lagi, dulu saat pernikahan Kahiyang—putri Jokowi, ratusan relawan Jokowi malah naik belasan ambulans untuk bisa sampai ke Solo.

Perkara-perkara macam ini, memang asyik untuk dijadikan bahan pertengkaran. Mereka pun saling mendebat. Saling menyalahkan. Lantas, sok merasa paling benar. Padahal, keduanya sama saja. Sama-sama salah.

Begini ya, mohon maaf, nih, Pak Said Didu. Kalau memang sudah tahu yang dilakukan oleh relawan Jokowi ini salah. Kok, ya, malah ditiru ini, loh~

Kalau memang sudah tahu, menggunakan ambulans bukan dengan fungsi yang seharusnya, itu salah. Ya, nggak usah diikuti dong, Maliiihhh. Ini malah jadi kelihatan kayak anak kecil. Udah jelas-jelas berbuat salah, malah cari temen lain yang juga pernah berbuat kesalahan yang mirip-mirip. Hadeeeh.

Terima kasih, sudah memberi contoh perilaku yang baik, Bapak-bapak terhormat penyebar virus akal sehat.

Jadi, daripada terus bertengkar, tenang saja, kami punya solusi. Jika suatu saat harus menghadapi penghadangan lagi, biar nggak perlu pakai ambulans lagi.

Pertama, menggunakan helikopter pribadi. Ya, kalau memang belum punya, bisalah mengusahakan dengan nyewa dulu. Tentu saja, kendaraan ini bisa membantu untuk mengantarkan sampai tujuan dan berpotensi kecil mendapatkan penghadangan. Kecuali, yang menghadang naik helikopter juga. Terus malah tengkar di udara~

Kedua, jangan lewatkan mengundang Doraemon, supaya bisa mengeluarkan ‘pintu ke mana saja’-nya. Kita tahu kalau ‘pintu ke mana saja’, dapat secara otomatis mengetahui tempat yang diinginkan pengguna tanpa perlu mengatakan lokasinya. Hmmm, sepertinya Doraemon memang butuh dikontrak untuk melancarkan akses para tokoh yang sering ditolak ketika akan mendatangi sebuah kota. Agar tidak lagi mengalami hambatan berarti jika ingin mengadakan deklarasi.

Ketiga, nyamar kayak Atta Halilintar. Pasti sudah tahu sama prank bikinan Atta Halilintar yang nyamar jadi gembel, kan? Dengan kesuksesannya menyamar, mungkin Rocky Gerung dan Said Didu perlu belajar darinya. Kemampuan menyamar yang canggih ala Atta ini, dipastikan dapat membantu sampai tempat talkshow serta aman dari gerombolan para penghadang. Seorang Atta yang begitu melejit se Asia Tenggara aja bisa nggak dikenali, loh. Masak masih meragukan kapasitasnya?

Iklan

Keempat, para penghadang tentu sudah memperkirakan waktu kedatangan Rocky Gerung dan Said Didu ke tempat acara. Nah, untuk nyliwurke, akan lebih baik kalau mereka berangkat ke tempat acara tersebut malam sebelumnya. Sekalian, bisa nginep di gedung tempat talkshow. Lebih hemat tanpa perlu ngeluarin biaya hotel lagi. Selain itu, mereka nggak bakal datang terlambat dan harus ribet-ribet lewat jalan tikus. Tapi yang paling penting, dengan menginap di gedung, mereka nggak akan mengecewakan para penggemarnya untuk menunggu lebih lama.

Kelima, salah satu cara terbaik untuk menghindar, justru dengan menyaru dan menjadi bagiannya. Jadi, kalau Rocky Gerung dan Said Didu ingin menhindari pihak-pihak yang menghadangnya. Maka, cara terbaik adalah dengan menjadi penghadang itu sendiri. Ya, mereka menyatu dengan orang-orang yang melakukan penolakan. Mengenakan pakaian yang serupa. Atau jika diperlukan, sekalian bawa poster penolakan yang juga sama. Percayalah, ini adalah cara yang paling aman, Saudara. Lantaran, mereka tidak mungkin menyakiti orang-orang yang ada di dalam bagian mereka sendiri.

Terakhir diperbarui pada 8 Maret 2019 oleh

Tags: naik ambulanspenghadanganrocky gerungsaid didu
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Ragam

Kedunguan Kabinet Prabowo dan Cara Pandang pada Papua yang Tak Berubah

30 Oktober 2024
Fatayat Balikpapan Laporkan Rocky Gerung, Ketum PBNU Beri Komentar. MOJOK.co
Kilas

Fatayat Balikpapan Laporkan Rocky Gerung, Ketum PBNU Beri Komentar

4 Agustus 2023
Sudah Menuju Lokasi Diskusi di Jogja, Rocky Gerung Pilih Pulang karena Massa Mengadang. MOJOK.CO
Kilas

Sudah Menuju Lokasi Diskusi di Jogja, Rocky Gerung Pilih Pulang karena Massa Mengadang

3 Agustus 2023
gibran bertemu rocky gerung mojok.co
Kilas

Temui Rocky Gerung, Gibran Ingin Ketularan Genius

27 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib pekerja gen Z dicap lembek oleh milenial

Gen Z Jadi Kambing Hitam Generasi Senior, Dicap Lembek dan Tak Bisa Kerja padahal Perusahaan yang “Red Flag”

16 April 2026
Pasang WiFi IndiHome di kos. MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

22 April 2026
iPhone 6 dan 7 lebih diminati gen Z

iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

20 April 2026
Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
Lulusan SMK cuma kerja jadi pegawai di SPBU, diremehkan saudara tapi malah jadi tempat ngutang MOJOK.CO

Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

21 April 2026
Deep talk dengan bapak setelah 25 tahun merasa fatherless, akhirnya tahu kalau selama ini bapak juga sangat kesepian MOJOK.CO

Baru Deep Talk dengan Bapak di Usia 25, Bikin Sadar kalau Selama Ini Dia Sangat Kesepian dan Pikul Beban Sendirian

20 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.