Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Pendukung Prabowo Dicurigai Cyber Troops, Berikut 5 Ciri-Cirinya

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
17 Desember 2018
A A
Prabowo Cyber Troops MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Para pendukung Prabowo di media sosial untuk Pilpres 2019 dicurigai sebagai Cyber Troops. Benarkah demikian? Berikut lima ciri-ciri pasukan siber.

Media sosial memainkan peran yang sangat krusial di setiap kontestasi politik. Tidak terkecuali Pilpres 2014 dan berlanjut ke Pilpres 2019. Media sosial menjadi celah, jalan pintas, bagi setiap kontestan untuk bertemu dengan calon pemilih mereka secara “langsung”.

Iklan

Oleh sebab itu, “pertarungan” di media sosial terkadang jauh lebih panas ketimbang ketika bertatap muka. Di media sosial, setiap individu bisa menjadi siapa saja, memproduksi akun-akun palsu untuk kepentingan menyerang lawan capres dan cawapres yang ia dukung.

Tinggal pakai foto hasil comotan di Google, biasanya foto palsu, atau pakai foto yang berisi quote orang-orang terkenal. Ngegas ketika berdepat pun tidak masalah karena tidak bertatap muka. Ketika “terciduk” oleh polisi karena menyebarkan hoaks, sikapnya berbeda 180 derajat.

Keganasan akun-akun palsu ini sangat berguna, terutama untuk menyebarkan berita palsu dari situsweb-situsweb abal-abal. Kalau di Twitter, tinggal klik tombol Retweet, berita palsu itu tersebar luas. Apalagi ketika didukung oleh sebuah akun dengan jumlah followers besar, maka berita palsu tersebut dapat viral dengan mudah.

Sepanjang masa kampanye Pilpres 2019, pendukung Prabowo dan Sandiaga Uno di ranah media sosial dicurigai sebagai cyber troops atau pasukan siber. Kecurigaan ini didasarkan dari hasil analisis media sosial big data GDILab (Generasi Digital Indonesia).

Menurut GDILab, ada tiga indikasi pendukung Prabowo di media sosial adalah pasukan siber. Pertama, lebih banyak Retweet ketimbang unggahan orisinal. Kedua, punya koordinasi yang baik untuk mengeksploitasi isu tertentu. Ketiga, banyak akun berusia di bawah enam bulan dengan followers di bawah 50 akun.

Nah, selain ciri khas menggunakan foto palsu, pakai avatar telur, dan nama akun dengan jejeran angka-angka, Mojok Institute mengumpulkan lima ciri-ciri cyber troops yang dicurigai sebagai pendukung Prabowo:

1. Pakai avatar nggak jelas.

Masih bersaudara dengan foto palsu, akun yang dicurigai sebagai pasukan siber Prabowo ini menggunakan avatar yang tidak jelas. Misalnya menggunakan ilustrasi satu huruf sebagai avatar. Warnanya pun mencolok mata biar mudah dikenali. Warna boleh gonta-ganti, tetapi konsep avatarnya masih sama, yaitu ilustrasi satu huruf.

2. Suka ngetweet pakai ungkapan “my lov”.

Akun yang dicurigai sebagai pasukan siber Prabowo ini sering menggunakan kode-kode tertentu. Salah satunya adalah ungkapan “my lov”. Kode ini digunakan supaya akun tersebut terlihat akrab, sedikit nakal, namun terkesan banyak akal.

“Mas, kenapa selalu menulis “my lov”, bukan “my love”?”

“Sengaja ditulis LOV, tanpa E, ini ada maksudnya. E artinya Enter, alias masuk.” Jadi, kamu akan dibawa masuk ke dalam hati junjungannya, yaitu Prabowo. Kode ini juga berarti jangan lupa masuk bilik suara dan coblos pasangan nomor 2: Prabowo dan Sandiaga Uno. Sebuah kode tersembunyi di balik centilnya akun ini.

3. Penggunaan tanda seru secara berlebihan, dipadukan dengan angka satu.

Jika kamu mencermati beberapa kicauan akun yang dicurigai sebagai pasukan siber Prabowo, ada penggunaan tanda seru dipadukan angka satu secara berlebihan.

Angka satu melambangkan pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Sementara itu, tanda seru merupakan ajakan untuk tidak lagi memilih mereka, yaitu mendorong viralnya tagar #2019GantiPresiden. Bentuk penegasan ini diulang-ulang di dalam beberapa tweet supaya terus relate dengan para calon pemilih di Pilpres 2019 nanti.

Iklan

4. Akun pasukan siber Prabowo ini suka ngetweet kode di jam-jam yang tidak biasa.

Untuk menghindari exposure yang terlalu tinggi ketika ngetweet kode-kode rahasia, si admin ngetweet pada jam-jam yang tidak biasa. Sering dijumpai, si admin ngetweet pada dini hari ketika orang kebanyakan sedang tidur nyenyak.

Kode yang si admin sebarkan di jam-jam yang tidak biasa adalah kode “kgn”. Banyak orang yang menyangka si admin sedang berbicara soal kerinduan. Kode “kgn” dianggap sebagai singkat “kangen”. Bahkan, si admin mendapat julukan “admin kgn” atau “admin kangen”.

Padahal, sebetulnya, kode “kgn” merupakan singkatan dari “Prabowo Subianto Djojohadikusumo dan Sandiaga Uno”. Huruh K diambil dari nama keluarga Pak Prabowo, yaitu “Djojohadi[K]usumo”. Kata “G” dan “N” diambil dari nama Sandia[G]a U[N]o”. Nah, sekarang kamu semua tahu kebenarannya.

5. Sering mengumbar sadness secara berlebihan.

Pada momen-momen tertentu, bahkan ketika di tengah situasi gembira, si admin tetap menyuarakan sadness, ‘kesedihan’. Misalnya ketika ramai soal pernikahan dengan prosesi pedang pora, si admin ngetweet bahwa proses pedang pora itu apa, ra mashoook. Nggak bisa ikut seneng aja apa?

Apa tujuan dari kebiasaan si admin menyebarkan kesedihan di tengah kegembiraan? Tak lain, tak bukan mendorong netizen untuk terus hidup dalam kesedihan, keprihatinan, dan ujung-ujungnya menyalahkan Jokowi. Apa-apa salah Jokowi.

Nah, dari lima ciri-ciri tersebut, apakah kamu sudah bisa menebak identitasnya?

Terakhir diperbarui pada 17 Desember 2018 oleh

Tags: cyber troopspasukan siberPilpres 2019prabowo
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026
Warung Kopi Aceh: Tempat Orang Terlihat Sibuk, Padahal Cuma Ngopi MOJOK.CO

Warung Kopi Aceh: Tempat Orang Terlihat Sibuk, Padahal Cuma Ngopi

19 Juni 2026
Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026
Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur MOJOK.CO

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur

15 Juni 2026
Menunggu Jogja Punya Sirkuit Balap Motor Permanen MOJOK.CO

Lahirkan Pembalap Kelas Dunia, Tapi Jogja Tak Punya Sirkuit Balap Permanen

15 Juni 2026
penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.