Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Model Baju yang Cuma Bagus Dipakai Kaum Good Looking

Sebagai kaum berpenampilan standar, kita perlu lebih sabar. Dunia fashion memang diciptakan seperti ini, Kawan.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
9 Desember 2021
A A
ilustrasi Model Baju yang Cuma Bagus Dipakai Kaum Good Looking mojok.co

ilustrasi Model Baju yang Cuma Bagus Dipakai Kaum Good Looking mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak apa-apa, sekali waktu kita boleh muak dengan tren fashion yang melahirkan model baju bagus, tapi cuma bagus buat yang udah “bagus”.

Keberlanjutan iri dengki dan cemburu sosial pada kaum good looking pernah menampar kita pada kenyataan betapa kejamnya mata manusia. Orang dengan penampilan menarik selalu lebih dibela daripada mereka yang kelihatan “biasa aja”.

Ini masalah dilematis personal, dan setiap orang punya tingkat kepercayaan diri yang beda-beda. Walaupun konon cantik dan tampan itu relatif, tetep aja Sophia Latjuba itu cantik, Nicholas Saputra itu tampan. Ah, belum lagi kalau si cantik dan tampan itu crazy rich, tuntas sudah amunisi buat bersenang-senang dalam kefanaan dunia.

Sebetulnya saya nggak sedang mengajakmu buat berfilosofi. Tapi, lebih pengin ngajak kamu marah-marah. Bahwa cemburu sosial ini bahkan bisa dimulai dari hal terkecil dan sepele seperti model baju. Jika standar good looking adalah tinggi, putih, mulus, badan kurus, tren fashion di bawah ini layak digugat.

#1 Model baju gamis dan midi dress

Saya mewakili ukti-ukti dengan tubuh kontet, meski nggak pendek-pendek amat, sejujurnya agak kesal. Kami setiap lebaran selalu saja menemukan model baju gamis lucu dengan variasi model dan warna beragam. Sayangnya, nggak dulu.

Gamis justru bikin orang pendek kelihatan seperti gundukan kain berjalan ketimbang membuatnya anggun. Orang yang bertubuh pendek harus menyiasati sedemikian rupa agar nggak kelihatan buruk pakai gamis, misalnya pakai sepatu tinggi, pakai yang modelnya span jersey.

Midi dress pun tidak terlalu membantu. Sebab, gamis dengan potongan menggantung ini kalau dipakai orang pendek, ya jadinya sampai mata kaki.

#2 Model baju tie dye 

Corak tie dye betul-betul pernah ramai dan berada di titik “hampir semua orang pakai”. Warna dan corak abstraknya memang menarik, menyenangkan, menggambarkan semangat. Sayangnya orang berkulit gelap harus pintar memilih.

Tidak semua semburat warna kain ikat celup itu cocok dengan kulit gelap. Punya kulit gelap itu nggak salah dan nggak masalah. Tapi, kalau standar good looking orang-orang adalah mereka yang berkulit putih, ya wassalam. Model baju tie dye ini berarti memang bakal bagus untuk si kulit cerah.

#3 Model baju crop tee

Model baju crop tee mungkin agak pro buat cewek bertubuh pendek, bisa ngasih ilusi kalau dia lebih tinggi. Sayangnya, nggak berguna buat orang gemuk.  Alih-alih kelihatan tinggi, orang yang pendek dan gemuk justru bakal kelihatan terlalu berusaha edgy karena perutnya yang overload. 

Padahal gemuk itu nggak dosa loh. Yang dosa itu kalau lemak-lemak dalam tubuhnya diperoleh dari hasil makan uang rakyat dan jamaah. Nah, itu kang bakso lewat.

#4 Model baju kemeja slim fit

Cowok-cowok mungkin demen banget pakai kemeja slim fit yang memperlihatkan tubuh mereka semakin kencang dan berisi. Anehnya ketika model baju ini dipakai cowok yang terlalu kurus, hasilnya bisa zonk.

Boro-boro kelihatan berisi, slimfit saja kadang terlihat kedodoran. Kalaupun dipaksakan pakai ukuran kecil, cowok kurus bakal terlihat jauh lebih kurus. Lha, pusing kan? Udah paling bener pakai kaos item aja biar aman.

#5 Model baju rajut

Hampir semua cewek belakangan menyukai fashion item satu ini. Di media sosial, sempat ramai cewek-cewek yang ketemu “kembaran” baju mereka, yaitu outer rajut. Model rajut sebetulnya nggak cocok untuk semua orang.

Iklan

Cewek atau bisa juga cowok, yang punya dada besar cenderung tricky dengan pakai kain rajut. Tentu saja karena dikhawatirkan bakal nyeplak dan semakin membentuk tonjolan di area dada. Eh, kecuali kalau ada yang sengaja pengin menonjolkan ya monggo. Yang jelas model baju yang dibuat dengan bahan rajut rawan bikin tubuh makin terbentuk. Alih-alih merayakan model baju dan cutting yang presisi, malah bikin bagian yang menonjol makin tersorot.

Setiap orang mungkin punya pengalaman lain yang lebih kompleks terkait model baju yang “gagal” jadi bagus di tubuh mereka. Mau bagaimana lagi. Kebanyakan model-model runaway catwalk dan role model fashion di majalan juga orang yang good looking. Pakai pakaian apa pun kayaknya kelihatan bagus buat mereka. Begitu kita sendiri yang mencoba, malah jadi aneh.

Kocak betul, role model tapi tidak representatif. Hmmm. 

BACA JUGA 5 Kesalahan Pakai Baju yang Konon Bakal Diketawain Ahli Fashion Design dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2021 oleh

Tags: baju lebaranfashiongaya hiduplifestylemodel bajumodel baju cowokmodel baju gamis
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO
Tajuk

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO
Sehari-hari

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Hilangnya kumpul keluarga saat Lebaran setelah nenek tiada
Sehari-hari

Lebaran Jadi Momen Menyedihkan usai Nenek Tiada, Keluarga Sudah Nggak Mau Kumpul apalagi “Sungkeman”

5 Maret 2026
Cara Gen Z memulihkan hati dengan lari dan menanam bibit pohon lewat program OAOT. MOJOK.CO
Jagat

Obati Patah Hati dengan Lari 176 km: Cara Gen Z Menebus Dosa Lingkungan Sambil Jadi Pelari Kalcer

14 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.