Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mengagumi Fraksi PSI Jakarta yang Pamer Balikin Sisa Duit Anggaran, Padahal Karena Kerjaan Tak Beres

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
25 Desember 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta sempat kembalikan sisa dana reses sebesar Rp752 juta. Katanya, sebagai bentuk komitmen PSI yang selalu siap diawasi.

Semua bermula ketika Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta mendadak pamer dengan mengembalikan sisa duit reses ke kas daerah. Awalnya, total dana reses yang dianggarkan untuk Fraksi PSI DRPD DKI sebesar RP2,44 miliar, namun duit tersebut ternyata masih sisa Rp752 juta.

Iklan

Oleh PSI, uang tersebut lalu dikembalikan ke kas daerah sebagai bentuk komitmen partai untuk selalu siap diawasi.

“Sejak awal PSI sudah berkomitmen siap kerja dan siap diawasi. Begitu juga terkait dana reses. Semua uang yang dianggarkan dari APBD, kami pertanggungjawabkan. Jika ada sisa, kami kembalikan lagi ke APBD,” kata Idris Ahmad, Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta.

Dana reses ini digunakan Fraksi PSI Jakarta untuk melakukan kunjungan 102 titik lokasi di Jakarta. Pelaksanaan program ini pun sudah dijalani pada 4-9 November 2019 silam.

“Dari total Rp2.441.085.840 yang disiapkan saya dan kawan-kawan, Fraksi PSI hanya menggunakan RP1,86 miliar. Antara lain digunakan untuk biaya tenda, kursi, sound system, konsumsi, snack, dan alat tulis,” tambahnya.

Kabar ini jelas cukup mengejutkan. Jarang-jarang pejabat dari fraksi partai mau kembalikan duit yang dianggarkan ke kas daerah/negara. Sebuah sikap yang patut dicontoh tentu saja.

Hanya saja, begitu mau dipuji-puji karena sikap “hemat anggaran” ini, baru ketahuan kalau Fraksi PSI DPRD Jakarta ternyata …

…tidak menyelesaikan kerjaannya.

Lah kok bisa gitu?

Begini penjelasannya.

Jadi, usut punya usut, dari total kunjungan 128 titik yang harus diselesaikan oleh Fraksi PSI DKI Jakarta, mereka hanya sanggup selesaikan 102 titik saja.

Oaalaaaah, pantesan ada duit sisanya. Duit karena kerjaan nggak beres kok dipamerin gitu sih?

Hal ini kemudian jadi kegelisahan Ima Mahdiah, Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI-Perjuangan. Menurutnya, Fraksi PSI sebenarnya bukan sedang berhemat, melainkan pura-pura berhemat. Soalnya, antara target dengan hasil yang diraih tidak sama.

Yang lebih bikin nyesek, hal kayak gitu malah dipamerin dalam bentuk hal yang lain. Yakni kembalikan duit sisa anggaran. Duh, duh.

Padahal, kalau bicara target, setiap Anggota DPRD DKI harusnya mengunjungi 16 titik reses di seluruh Jakarta. Lucunya, ada beberapa anggota Fraksi PSI yang mendatangi kurang dari 10 titik.

Hal ini menurut Ima Mahdiah tidak adil, karena publik bisa salah sangka dengan Anggota DPRD DKI yang tidak kembalikan duit sisa seperti Fraksi PSI.

“Malah ada beberapa (anggota Fraksi PSI) yang kurang. Bahkan ada yang 6 titik, 8 titik, ada 10 titik saya lihat. Ini kan nggak fair untuk teman-teman DPRD yang sudah 16 titik dibilangnya kita ngambilin uang apa gimana kan?” terang Ima seperti diberitakan Kompas.com.

Iklan

Sikap Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta ini juga membuat citra anggota DPRD DKI Jakarta yang udah kerja betulan jadi punya citra tak positif. Alasannya sederhana, nggak ada duit sisa dana resesnya. Hal ini bikin Ima merasa dirugikan.

“Makanya saya kenapa bicara. Kita banyak yang 16 titik. Bahkan lebih dari 16 titik. Tiba-tiba (karena PSI kembalikan sisa duit) disangkanya kita ngambilin uang reses. Padahal mereka sendiri yang tidak menyelesaikan. Sama sekali kita nggak ada bagi-bagi uang atau gimana ya. Memang dibutuhkan tenda, sound system, makanan. Saya setiap turun reses mengundang 200-300 orang,” terang Ima.

Hal semacam ini jelas jadi tamparan cukup telak untuk Fraksi PSI yang sedang membangun citra positif di Jakarta. Sebagai partai baru, mereka tentu ingin mempertontonkan sikap “beda” dengan partai-partai lain. Meski kadang cara-caranya betulan nggak ketebak seperti ini.

Ibarat pepatah klasik tepuk air pakai tangan fraksi, terpercik ke muka sendiri.

BACA JUGA MENGAPRESIASI PSI YANG AKHIRNYA SAMPAI LEVEL KONSISTEN UNTUK TIDAK KONSISTEN atau tulisan Ahmad Khadafi lainnya.

Terakhir diperbarui pada 25 Desember 2019 oleh

Tags: dana resesDPRD JakartajakartapdippsiPSI Jakarta
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA Yogyakarta. MOJOK.CO

Fikih Hijau ala Masjid Walidah Dahlan UNISA: Masjid sebagai Mercusuar Peradaban dan Konservasi Lingkungan

22 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.