Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mendebat Orang Marah Lebih Sia-Sia dari Mentraktir Jeff Bezos

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
20 Februari 2020
A A
mendebat orang marah perbuatan sia sia mentraktir jeff bezos kekayaan penghasilan jeff bezos meredakan amarah mengendalikan amarah emosi menenangkan pacar pertengkaran dalam hubungan pelukan

mendebat orang marah perbuatan sia sia mentraktir jeff bezos kekayaan penghasilan jeff bezos meredakan amarah mengendalikan amarah emosi menenangkan pacar pertengkaran dalam hubungan pelukan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mendebat orang marah adalah perbuatan sia-sia setara mentraktir Jeff Bezos dan bukti pengendalian diri kalian yang buruk. Maka dari itu, menghadapi orang marah cuma mempan dengan ketrampilan khusus.

Sebelum membahas perkara orang marah dan cara menghadapinya, pagi ini saya tercengang dengan sebuah pernyataan seorang netizen di Twitter. Katanya, jika kita punya penghasilan sebesar 7000 dolar AS setiap jam dan setiap hari sejak tahun pertama masehi maka kekayaan kita masih belum meleibihi Jeff Bezos.

Bahkan kalau kalian kerja di Amazon pun, kalian harus bekerja 24 jam non-stop selama 68 tahun hanya untuk meyamai pendapatan Jeff Bezos selama satu jam. Ya Alloh, uang segitu bisa buat beli surga nggak ya?

If you earn $7000, every hour of every day since birth of Christ, you still wouldn’t be as rich as Jeff Bezos. https://t.co/EL41olvYFd

— Ola ? (@thegreatola) February 19, 2020

Maka mentraktir bapak-bapak botak paling kaya sedunia itu adalah perbuatan sia-sia sejauh yang bisa saya pikirkan. Lha bayangkan saja kalian lagi butuh ditemani seseorang buat belanja, trus yang kalian lakukan adalah chat WhatsApp Jeff Bezos sambil bilang gini, “Pak Jeff ayo temenin saya, nanti pulangnya saya traktir donat J.Co.” Paling responnya Jeff Bezos cuma napas aja.

Jadi gini, kesia-siaan mentraktir Jeff Bezos menurut saya hampir sama dengan mendebat orang marah. Orang yang sedang diliputi amarah itu maunya menang, harga mati. Pokoknya menurut si orang marah, dialah yang benar, dialah yang berhak ngomong kasar, dialah pusat tata surya. Titik.

Mendebat orang marah akan bikin situasimu makin terjepit. Nggak ada orang marah itu sabar, semua orang yang lagi marah itu ya pemarah. Kalau ada orang marah didebat sedikit langsung luluh artinya dia tidak benar-benar marah dong. Makanya mengkonfrontasi orang-orang pada titik kemarahan luar biasa akan percuma. Ibarat api disiram bensin tambah nggak karuan menyala-nyala.

Situasi seperti ini biasanya gagal dibaca oleh lawan bicara. Kalian yang tiba-tiba kena marah pacar bisa ikutan marah karena memang di situasi ini orang-orang cenderung nggak bisa melihat permasalahan secara jelas. Alih-alih meredakan suasana sebagai orang terkahir yang kewarasannya masih ada, kalian malah ikutan edan karena dimaki-maki pacar dan tersinggung. Menghadapi orang marah selamanya nggak bisa pakai perasaan.

Situasi bakal makin memburuk ketika dua orang yang berdebat saling menyerang karakter masing-masing. Seperti:

“Kamu selalu aja begini!”
“Kapan sih, kamu berubah?”
“Kamu seneng ya aku kayak gini?”
“Kamu tuh anggap aku apa selama ini?”

Aduh, tinggalkanlah drama begitu. Menyerang karakter lawan bicara adalah jalan pintas peledakan bom nuklir kemarahan. Boleh dicoba jika nggak percaya.

Cara yang paling tepat untuk menghadapi orang marah adalah dengan bersikap kalem dan berpikir logis. Pikirkan apakah kemarahannya wajar, apakah kalian benar-benar salah, atau malah kemarahannya tidak berdasar dan dipicu berbagai faktor abstrak lainnya.

Bayangkan saja begini, seorang cewek marah-marah ke pacarnya. Sambil nangis dan teriak-teriak dia terisak-isak dan terlihat sangat tersiksa. Kalau cowoknya ikutan marah dan bentak-bentak lebih keras, berarti cowoknya tempramen dan punya pengendalian diri minim. Tanpa sadar, apa yang dilakukan setara dengan mentraktir Jeff Bezos.

Harusnya si cowok kalem dulu. Pelan-pelan mendengarkan tuduhan si cewek sambil menimbang-nimbang apakah itu logis atau tidak. Lalu, coba peluk. Lihat keajaiban apa yang akan terjadi. Ngomong-ngomong ini juga berlaku saat cowoknya yang marah ya. Peluk aja udah….

Iklan

Jadi keseluruhan mendebat orang marah yang bakal sia-sia itu ternyata bisa dirangkum dengan satu adegan uwu berikut. Jangan sambil baper ya nontonnya, nanti refleks peluk guling.

Jangan tanya kenapa
Aku cuma mau peluk pic.twitter.com/DG0HNvBMn2

— Kaar (@RomaanPicisan) February 18, 2020

BACA JUGA Mengkritik Orang yang Melanjutkan Kuliah Lagi Cuma buat Ngisi Waktu Luang atau artikel AJENG RIZKA lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2020 oleh

Tags: menenangkan dirimenghadapi orang marahmeredakan amarah
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.