Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Belajar dari Kisah Mas Pur dan Novita: Mustahilkah Cinta Beda “Kasta”?

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
19 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Apakah kandasnya kisah Mas Pur dan Novita menjadi simbol betapa cinta beda “kasta” alias status sosial adalah kutukan tak berujung?

Cerita cinta Mas Pur dan Novita belakangan menjadi viral lantaran adegan kandasnya cinta mereka tersebar di media sosial. Penyebab utama putusnya pasangan dalam serial Tukang Ojek Pengkolan itu adalah orang tua Novita yang telah menjodohkan anaknya dengan Radit brengsek.

Lalu, adakah proses perjodohan ini berhubungan dengan keadaan kelas sosial alias “kasta” Mas Pur dan Novita yang berbeda? Dalam video yang beredar, jelas-jelas kita bisa melihat: Mas Pur cuma naik motor bebek yang menghidupinya sebagai tukang ojek pengkolan, sedangkan Novita naik mobil. Disopiri, pula.

Tapi, Mas Pur dan Novita tidak sendirian. Jauh sebelum hari ini, kita ingat betul perjalanan cinta beda status sosial ala Galih dan Ratna—yang lebih tepatnya disebabkan oleh perbedaan etnis. Ayah Ratna (beretnis Jawa) tidak menyetujui putrinya berkencan dengan Galih (beretnis Sunda) dan justru menegaskan bahwa dirinya telah menjodohkan Ratna dengan anak UGM.

Alhasil, kisah cinta mereka juga harus kandas saat Ratna akhirnya melanjutkan kuliah di Yogyakarta.

Selain Mas Pur-Novita dan Galih-Ratna, saya yakin kalian pernah mendengar kisah serupa yang muncul di negeri seberang. Masih ingat film Titanic yang diputar hampir tiap tahun di RCTI?

Jack, si tokoh pria dalam Titanic, tentu bukan apa-apa jika dibandingkan Rose—si cinta matinya—yang merupakan penumpang kelas satu dalam kapal kenamaan itu. Jack hanyalah pelukis miskin dan mendapat tempat di kelas geladak—pun karena kebetulan menang judi. Jelas, “kasta”-nya tak sebanding dengan Rose yang bergelimang hormat dan harta. Lah, kok berani-beraninya ia mendekati Rose?

Yang menjadi pertanyaan, apakah cinta berbeda status sosial ini mustahil? Apakah ia harus selalu berakhir menyedihkan karena tidak seimbang? Apakah kelak pasangan baru mereka yang dianggap setara akan serta-merta terbebas dari segala kemungkinan buruk di masa depan?

Dan, apakah kita tak punya hak untuk memilih sebebas-bebasnya hanya karena dilabeli status sosial yang berbeda?

Status Sosial Tak Seimbang, Bisa Kok Jadi Pemenang!

Kisah Mas Pur dan Novita serta Jack dan Rose adalah simbol kisah cinta yang dipaksa berhenti karena dipandang tak pantas. Tapi, tampaknya tak semua orang setuju untuk melakukan hal yang sama.

Kisah cinta Si Doel dan Sarah adalah contoh romansa yang berlawanan dengan Mas Pur. Dengan kegigihannya, Doel berjuang menyelesaikan pendidikan tinggi dan mencari pekerjaan layak demi menggaet hati Sarah, mahasiswi kekinian yang hidup serbaada.

Pun demikian dengan cerita cinta populer karangan Meg Cabot, Princess Diaries. Mulanya, Mia Thermopolis yang merupakan Putri Kerajaan Genovia harus rela ditinggal cinta sejatinya, Michael Moscovitz, pergi ke Jepang demi sebuah proyek penelitian kesehatan. Tak disangka, kepergian Michael ditujukan semata-mata demi mempersiapkan dirinya menjadi orang yang ‘punya nama’ agar tak lagi diremehkan saat bersanding dengan Mia di masa depan. Terbukti, Michael bisa kembali ke Amerika sebagai salah satu penemu robot pembantu operasi jantung.

Ya, baik Doel maupun Michael memutuskan berjuang keras-keras agar bisa dianggap layak untuk bersanding dengan wanita pilihannya.

Iklan

Cinta Beda Status Sosial dan Mengapa Ini Menjadi Masalah

Konon, harga diri kaum pria terletak pada kemampuan finansial yang ia miliki. Berbanding lurus, kaum perempuan pun sering kali dinasehati untuk memilih pasangan yang mapan secara finansial agar dapat menunjang kehidupannya kelak.

Sebaliknya, wanita dengan penghasilan yang lebih tinggi disebut memiliki ego yang tinggi pula. Jika tidak diimbangi dengan baik oleh si pria, hubungan ini bisa fatal akibatnya.

Inilah sebabnya mengapa cinta beda status sosial adalah masalah genting bagi kita semua, termasuk Mas Pur dan Novita.

Lalu, apakah ini berarti kisah cinta beda status sosial mustahil dan tak bisa diteruskan?

Si Doel dan Sarah, serta Michael dan Mia, adalah bukti yang mematahkan teori ini. Mereka menjadi contoh betapa kedua belah pihak harus sama-sama memantapkan tujuan terlebih dulu.

Selain itu, keyakinan yang kuat dan komunikasi lancar pun menjadi kunci dalam hubungan berbeda status sosial. Toh, jika tujuan kedua belah pihak telah mencapai kata sepakat, rasanya tak ada yang mustahil. Mas Pur sama Novita aja bisa balikan kok kalau mau duduk dan bicara.

Kayaknya. Hehe~

Bagaimanapun, putus cinta itu nggak enak, Bro. Saya rasa, nggak ada yang mau hatinya patah mendadak karena cinta yang dipaksa berhenti.

Ratna, dalam film Gita Cinta dari SMA, menutup kisah romantisnya dengan Galih melalui sepucuk surat yang berbunyi:

“Galih, berbahagialah kelak wanita yang mendampingimu. Aku, yang telah bersusah payah mengejar cintamu, ternyata menemui jurang.”

Coba saja, hati mana yang tidak teriris membacanya? Lagi pula, bukankah cinta adalah obat paling mujarab pada jiwa yang bopeng dan porak-poranda?

Terakhir diperbarui pada 19 Juli 2018 oleh

Tags: cinta beda kastacinta beda status sosialDitinggal nikahJackMas PurNovitaPrincess DiariesPurnomoRosesi doelTitanicTukang Ojek Pengkolan
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Motor Jialing: Ketika Cina Mengusik Eksistensi Motor Jepang di Indonesia MOJOK.CO
Kilas

Motor Jialing: Ketika Cina Mengusik Eksistensi Motor Jepang di Indonesia

24 Agustus 2023
Saya Ditinggal Nikah, tapi Saya Tidak Sakit Hati! MOJOK.CO
Kilas

Saya Ditinggal Nikah, tapi Saya Tidak Sakit Hati!

30 Juli 2023
Karakter Mandra yang Penuh Emosi Perlu Dihidupkan Kembali ke TV, Soalnya Mood Banget
Pojokan

Karakter Mandra yang Penuh Emosi Perlu Dihidupkan Kembali ke TV, Soalnya Mood Banget

2 November 2021
ilustrasi Teori Film Titanic: Rose Bisa Jadi Tokoh Paling Toksik dan Licik yang Pernah Diciptakan mojok.co
Pojokan

Teori Film Titanic: Rose Bisa Jadi Tokoh Paling Toksik dan Licik yang Pernah Diciptakan

12 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Edi Dimyati, alumnus Unpad yang mendirikan perpustakaan di Jakarta Timur. MOJOK.CO

Sering Dikira Montir sampai Petugas Pertamina, Lulusan Unpad Ini Sebetulnya Punya Perpustakaan Gratis di Pinggiran Sungai Jakarta Timur

10 Juni 2026
pabrik semen, pracimantoro, wonogiri.MOJOK.CO

Babak Baru Perlawanan Warga Wonogiri Tolak Pabrik Semen di Pracimantoro, Bawa Ancaman Karst Gunungsewu ke Markas UNESCO

9 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.