Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mahalnya Kangen Seorang Ibu di Dalam Mesin Murah Xiaomi Redmi 5A

Saya jadi ingin berterima kasih kepada Xiaomi Redmi 5A.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
26 September 2021
A A
Mahalnya Kangen Seorang Ibu di Dalam Mesin Murah Xiaomi Redmi 5A MOJOK.CO

Mahalnya Kangen Seorang Ibu di Dalam Mesin Murah Xiaomi Redmi 5A MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Terima kasih Xiaomi Redmi 5A. Hape murah dan awet, yang mampu menjadi penampung mahalnya rasa kangen seorang ibu.

Pertengahan 2018, Xiaomi punya event yang sukses bikin produk mereka jadi barang gaib. Hape murah itu dibanderol Rp999.000. Konon, pihak Xiaomi nggak ngambil untung dari penjualan barang gaib ini. Hape yang saya maksud adalah Xiaomi Redmi 5A.

Sebenarnya, hape ini sudah diluncurkan sejak 20 Desember 2017 di Indonesia. Nah, untuk kalangan entry level, Xiaomi Redmi 5A dapat dikatakan sebagai yang terbaik di kelasnya.

Bentang layar Xiaomi Redmi 5A punya luas 5 inci dan resolusi HD. Hape pintar ini mengusung chipset besutan Qualcomm, yakni Snapdragon 425 sehingga membuat kinerja multitasking jadi lancar.

Xiaomi Redmi 5A dibekali CPU bertipe Quad-Core dengan tenaga 1.4 Ghz Cortex A-53 dan GPU Adreno 308. Dari segi kapasitas penyimpanan memori, Xiaomi Redmi 5A memiliki kapasitas RAM/ROM 2/16 GB.

Yah, intinya, hape murah ini sangat direkomendasikan untuk dibeli. Nggak nyampai sejuta, kamu udah dapat hape yang udah oke untuk entry level. Kalau buat saya, ini hape yang pas banget untuk orang tua, khususnya ibu saya, yang kebutuhan komunikasinya sangat sederhana. Kalau udah bisa buat WhatsApp, ibu sudah cukup.

Ini bukan saya yang bilang, tapi ibu saya sendiri. Mendengar perkataan orang tua seperti itu, saya makin yakin membelikan Xiaomi Redmi 5A. Pertengahan 2018, ibu saya punya hape baru. Hingga detik ini, ketika hape yang sempat gaib itu sudah “bulukan”, ibu masih enggan membahas hape baru.

Beberapa kali saya bilang kalau Xiaomi Redmi 5A lawas itu sudah “ketinggalan zaman”. Kalau menurut saya, sudah saatnya membelikan hape baru untuk ibu. Bukan untuk gaya saja. Saya mikirnya begini: kalau hape yang dipakai ibu rusak secara tiba-tiba, situasi bakal sangat merepotkan.

Pertama, ibu dan bapak saya gagap teknologi. Lha wong hapenya tiba-tiba jadi mode silent saja sudah bingung. Apa yang terjadi kalau tiba-tiba hang, sementara saya tidak lagi tinggal di rumah. Jarak antara saya dan orang tua itu bikin resah kalau hapenya hang.

Kedua, hape lawas seperti Xiaomi Redmi 5A bakal lebih susah penanganan kalau rusak. Yah, setidaknya ini yang ada di dalam kepala saya. Celakanya, Xiaomi Redmi 5A yang dipakai ibu saya kok ya awet sampai sekarang. Belum pernah hang. Saya nggak heran, sih. Saya sendiri pernah pakai Xiaomi Redmi Note 4 selama empat tahun dan cuma sekali hang ketika dipakai main Mobile Legends selama beberapa jam.

Ketika saya tawarkan ganti hape baru, ibu saya menggelengkan kepala. Beliau malah menyuruh saya menyimpan uangnya. Bisa dipakai untuk tabungan menjelang kelahiran anak pertama saya. Ketika saya desak, ibu menjawab:

“Hape nggak perlu yang mahal. Masih bisa dipakai SMS (yang dimaksud itu WhatsApp) sama telepon ya sudah cukup. Oya, sama buat kangen-kangenan.”

Sebetulnya nggak ada yang istimewa dari jawaban ibu saya. Saya yakin banyak orang tua yang punya pandangan seperti itu. Namun, entah kenapa, sore itu, saya jadi tercenung. Yang dimaksud ibu saya sama “kangen-kangenan” adalah komunikasi intens dengan dua cucunya (dua anak kakak saya).

Kedua keponakan saya memang aktif di grup WhatsApp keluarga. Terutama keponakan nomor dua yang masih kelas lima SD. Komunikasi antara nenek dan cucu itu luar biasa. Pada titik tertentu, bisa menjadi penjaga imun ibu saya. Ketimbang ngobrol sama anak-anaknya, ibu saya lebih seru kalau ngobrol sama cucunya.

Iklan

Kebiasaan itu yang bikin daily life ibu saya jadi lebih diwarnai semangat. Kangen yang difasilitasi oleh Xiaomi Redmi 5A, oleh hape murah, berdampak ke kesehatan dan keceriaan beliau. Dan kalau ibu saya sehat dan ceria, niscaya, masakan-masakan lezat akan tersedia di rumah. Ngomelnya juga lebih jarang hehehe….

Sampai titik ini saya jadi berpikir tentang hidup saya sendiri. Saat ini, saya sedang pakai Poco X3 NFC, hape sejuta umat selain Xiaomi Redmi 5A. Banyak hape baru dengan harga terjangkau bermunculan. Hape bagus dan bikin saya kepingin ganti hape.

Namun, kalimat sambil lalu yang diucapkan ibu saya kembali terngiang. Tentang kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang tidak harus difasilitasi kemewahan. Tentang rasa kangen yang kadang mahal sekali harganya. Bagi Saya sekarang, kemewahan itu ada di istri dan calon anak saya yang lahir di Februari 2022.

Saya jadi ingin berterima kasih kepada Xiaomi Redmi 5A. Hape gaib, sejuta umat, dengan mesin murah, tapi mampu menampung rasa kangen yang mahal harganya dari seorang ibu.

Kebahagiaan itu kita sendiri yang menciptakan. Bukan berdasarkan standar orang lain.

BACA JUGA Poco X3 NFC, Hape Kelas Menengah Paling Recommended di Desember 2020, Kualitasnya Nggak Jauh dari Hape Flagship dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 26 September 2021 oleh

Tags: ibukasih ibuPoco X3 NFCredmiRedmi 5AXiaomixiaomi redmi 5a
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

ibu dua anak, SMA Internasional Budi Mulia Dua, sekolah islam yang tidak mewajibkan siswinya berjilbab.
Ragam

Ibu Dua Anak Nekat Balik Masuk SMA Demi “Memutus Kemiskinan”, Cita-Cita Ingin Kuliah Kedokteran

29 Januari 2026
“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian .MOJOK.CO
Seni

“Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 

11 Januari 2026
Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) nyaris drop out usai ibu tiada. MOJOK.CO
Ragam

Sibuk Skripsian sampai Abaikan Telpon Ibu dan Jarang Pulang, Berujung Sesal Ketika Ibu Meninggal

14 November 2025
Suara ibu di telepon bikin hati lapang hadapi kerasnya perantauan MOJOK.CO
Ragam

Suara Ibu di Telepon Selalu bikin Tenang usai Hadapi Hal-hal Buruk dan Menyakitkan di Perantauan

22 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik MOJOK.CO

Masturbasi di KRL dan TransJakarta: Maskulinitas Kota dan Tubuh yang Terjepit di Ruang Publik

4 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen yang Nggak Perlu Ngomongin Toleransi MOJOK.CO

Mahasiswa Muslim Kuliah di UKSW Salatiga: Kampus Kristen Kok Nggak Ngomongin Toleransi

2 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.