Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
26 April 2026
A A
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Ilustrasi Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saudara jauh saya, dari Sumatera, nggak punya bayangan lain selain “Malioboro” ketika mereka membuat rencana untuk liburan ke Jogja. Pendapat ini menjadi gambaran umum. Banyak wisatawan nggak belanja, kok, di Malioboro. Mereka hanya butuh eksistensi dan kepastian “sudah sampai Jogja”.

Selebihnya? Ya bonus saja. Mereka lantas wisata kuliner dari Sleman di utara sampai Bantul di selatan. Main ke pantai kalau nggak malas ketika tahu bahwa jalanan pasti macet. Kadang mereka maunya di rumah saja karena cuaca kala itu sedang panas. Mereka nggak lagi pengin “ke mana” semata karena sudah ke Malioboro.

Makanya, nggak heran kalau pusat kota Jogja ini selalu macet. Minimal, penuh dengan manusia yang berjalan dari utara ke selatan sambil lihat-lihat. Sesekali jajan kudapan kekinian, atau makan sate kere di Pasar Beringharjo. Banyak juga yang belanja blangkon dan kaos putih tipis dengan tulisan “I Love Jogja”.

BACA JUGA: Mengulik Lebih Dalam Desa Wisata di Jogja supaya Orang Tidak Salah Kaprah

Ke Jogja tapi nggak ke Malioboro adalah kabar baik

Saya tersenyum ketika menemukan banyak konten di Twitter dengan kalimat, “Ke Jogja tapi nggak ke Malioboro.” Konten tersebut berisi rekomendasi tempat main di berbagai penjuru Jogja (baca: Daerah Istimewa Yogyakarta). Menurut saya, ini adalah kabar baik.

Kabar baik karena (harapannya) semakin banyak wisatawan mengenal Jogja. Hal-hal baik juga ada di berbagai penjuru. Salah satu spot yang bagi saya sangat menarik adalah semakin banyak akun di Twitter yang mempromosikan toko buku. Salah satunya: Buku Akik dan Solusi Buku.

Buku Akik beralamat di Jalan Kaliurang, Gang Besi Raja Blok 12 No.60. Sementara itu, kamu bisa menyambangi Solusi Buku di Jalan Karanganyar Raya, Blotan, Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Dua toko buku ini menyajikan banyak space untuk menyendiri bersama buku-buku bagus. Dan, tentu saja, jangan lupa belanja buku.

Fenomena ini memang seiring dengan branding Jogja sendiri sebagai kota literasi. Makanya, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, banyak toko buku yang lahir dan tumbuh dengan subur. Dan pada akhirnya, malah menjadi spot rekomendasi untuk main, bahkan belajar, kalau sedang di Jogja.

Selain toko buku yang semakin menjadi kesayangan, wisatawan yang lagi nggak mau ke Malioboro, bisa menikmati wisata gastronomi. Lewat kata kunci “Ke Jogja tapi nggak ke Malioboro” kamu bisa menemukan spot-spot menarik. Salah satunya ke Restoran Bhumi Bhuwana di Prawirotaman. 

Ke Jogja tapi ga ke Malioboro

📍Bhumi Bhuwana, Prawirotaman

Beneran deh, cobain magic table di sini. Makan with stranger. Masak-masak, en nambah pengetahuan gastronomi. https://t.co/rNgXC2gUIe pic.twitter.com/Mdd3GAVKye

— IG: @jogjamakanterus (@jogjamakanterus) April 19, 2026

Akun (@)jogjamakanterus menjelaskan bahwa di sini, kamu bisa menikmati yang namanya magic table. Kamu bisa merasakan sensasi makan with stranger. Jadi, ketika pulang, kamu akan membawa sensasi yang berbeda ketimbang cuma menghabiskan waktu di Malioboro.

Wisata coffee shop

Selain toko buku dan wisata gastronomi unik, kalau ke Jogja, saya rasa mengunjungi berbagai coffee shop adalah kenikmatan tersendiri. Sejak 10 tahun ke belakang, warung kopi di Jogja tumbuh mengiringi geliat toko buku. Keduanya memang seakan berjodoh.

Kalau kamu nggak lagi pengin ke Malioboro, saya sarankan mencicipi kreativitas barista di berbagai coffee shop. Mulai dari yang dekat dengan Malioboro, ada Wombats Cafe lokasinya di Wijilan. Sebuah jalan yang terkenal akan kuliner gudeg.

Di sini, kamu bisa menikmati ambience ngopi ala orang Australia. Ngopi singkat dengan sajian nikmat, kudapan pas, dan baristanya yang, kalau kata orang Jawa, “grapyak” atau sangat ramah. Buka sejak pagi, kamu bahkan bisa nunut mandi di sini.

Iklan

Nah, selain Wombats, bergeser ke arah utara, ada beberapa yang menarik. Misalnya, ada Ungkulan di Jalan Sunan Muria No.18, Tambakan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Konon, Ungkulan adalah salah satu espresso bar terbaik. Di Jogja bagian utara.

Lebih ke utara lagi, ada Kopi Pandan Arang dan Muka Space and Coffee. Kopi Pandan Arang ada di alamat Candi Dukuh, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman (dekat Pesantren Pandanaran). Sementara itu, Muka Space ada di Jalan Kalijeruk, Area Sawah, Widodomartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Dua coffee shop ini menyajikan kudapan yang menyenangkan. Tentu saja jangan lupa memesan kopi dan menikmati ambience alam yang keduanya sajikan.

BACA JUGA: Rekomendasi Tempat Wisata dan Kuliner Yogyakarta Dari Warga Setempat

Semoga bertahan lama

Menurut saya, konten “Ke Jogja tapi nggak ke Malioboro” adalah konten yang bagus. Ia memberi keragaman yang menyenangkan. Entah siapa yang mengawali, dia sangat berjasa bagi ketahanan konten yang sangat positif.

Saya berharap konten “Ke Jogja tapi nggak ke Malioboro” bertahan lama. Dengan begitu, semakin banyak rekomendasi tempat main selain berdesak-desakan di pusat kota. Saya sendiri belum menemukan banyak rekomendasi tempat kuliner yang masuk dalam kategori legenda dan hidden gems. Pasti sangat menyenangkan kalau konten seperti ini terus ada dan semakin baru.

Oya, konten seperti ini juga bagus untuk pengusaha UMKM lokal. Usaha mereka yang, mungkin, berada di pelosok, akan terpapar oleh informasi. Dengan begitu, derak roda ekonomi juga akan bergerak ke segala arah dan membuat siapa saja bahagia.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 20 Rekomendasi Wisata Jogja yang Harus Segera Kamu Kunjungi dan pengalaman menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 26 April 2026 oleh

Tags: Bantulbuku akikCoffee shop Jogjadaerah istimewa yogyakartaJogjaKe Jogja tapi nggak ke MalioboroKopi Pandan Arangmalioboromuka space and coffeengaglikngemplakpasar beringharjorekomendasi wisata jogjaslemansolusi bukutoko buku jogjaungkulanwisata jogjawombats cafe
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO
Aktual

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026
Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya Mojok.co
Pojokan

Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya

24 April 2026
3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)
Pojokan

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
Pasang WiFi IndiHome di kos. MOJOK.CO
Sehari-hari

Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

22 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Solo date lebih asik daripada nongkrong bareng teman. MOJOK.CO

“Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

23 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026
Lulusan SMK cuma kerja jadi pegawai di SPBU, diremehkan saudara tapi malah jadi tempat ngutang MOJOK.CO

Lulusan SMK Kerja di SPBU Diremehkan, Malah Jadi Tempat Ngutang buat Kuliah Anak Saudara karena Dikira Punya Segepok Uang

21 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO

Bayangkan Kalau Korban adalah Ibumu, Itu Nasihat Paling Nggak Guna bagi Pelaku Kekerasan Seksual

19 April 2026
PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Luar Jawa Lebih Sejahtera daripada di Kota, Ilmu Nggak Sia-sia dan Nggak Makan Gaji Buta

20 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.