Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kampanye Door to Door Emak-Emak: Nggak Cukup Nyebarin Hoaks Lewat Medsos?

Audian Laili oleh Audian Laili
25 Februari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Video kampanye door to door emak-emak, bikin rame. Pasalnya dalam video tersebut, tampak mereka jelas-jelas nyebarin hoaks secara langsung.

Perang kampanye antar Cebongers dan Kampreters memang semakin memanas, apalagi saat ini makin mendekati hari H pemilihan. Hari yang digadang-gadang sebagai pesta demokrasinya masyarakat Indonesia. Media sosial kita pun terasa penuh sesak dan bikin sakit mata karena melihat keduanya saling serang dengan membagikan informasi-informasi yang nggak jelas juntrungannya, untuk sebuah misi mulia: menjatuhkan satu sama lain.

Nah, dalam sebuah video viral baru-baru ini, ternyata menyebarkan informasi hoaks tidak hanya dilakukan di media sosial saja, namun ada pula yang melakukannya secara langsung, dengan door to door. Dalam video tersebut, terlihat dua orang perempuan yang sedang mempromosikan calon yang dibanggakan, dan satu orang perempuan yang merekam kejadian tersebut sambil sesekali menanggapi pembicaraan tersebut. Cara mereka membanggakan calonnya, dengan menggunakan cara menjatuhkan calon lainnya. Hal tersebut dilakukan dengan mendatangi sebuah rumah.

Cuplikan video tersebut tentu saja dengan mudah membuat masyarakat geram dan gelisah. Lantaran, bukannya memberikan informasi tentang keunggulan junjungannya, justru mereka memberikan informasi yang tak baik serta tak dapat dipertanggung jawabkan tentang lawan calon presiden yang mereka pilih tersebut.

https://twitter.com/AryPrasetyo_85/status/1099360492487770112

Dalam video tersebut, terlihat dua perempuan dan berkata dalam bahasa Sunda, “Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin.”

Mereka mengimbau seorang lelaki paruh baya yang berdiri di depan pintu rumah, bahwa: jika Jokowi terpilih dua periode, maka suara azan di masjid akan dilarang. Tidak akan ada lagi yang boleh menggunakan jilbab, dan pernikahan sesama jenis akan dilegalkan.

Tentu saja, jika infomasi semacam itu diceritakan pada kelompok yang memegang teguh nilai-nilai agama, maka dengan mudahnya akan mengombang-ambingkan perasaan dan psikologis mereka. Membuat mereka marah lantas percaya begitu saja…

…tanpa ada keinginan untuk mengkroscek kembali, apakah yang dikatakan tersebut memang benar adanya? Apalagi, jika hal semacam ini, diceritakan langsung oleh tokoh masyarakat setempat. Yang mana, apa yang dibicarakan, tak ada pilihan respon lain, selain manggut-manggut manut.

Saat ini, Polres Karawang telah mengamankan pemilik akun @citrawida5, yang meng-upload video kampanye penyebar hoaks tersebut. Ia diamankan oleh aparat di kediamannya. Lantas, siapakah sebetulnya mereka ini?

Kemarin (24/02), juru bicara Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman, mengungkapkan tidak mengenal perempuan tersebut. Ia pun memastikan kampanye tersebut bukan dari BPN. Lantaran jika memang dari BPN, tentu saja pola kampanyenya akan fokus pada penyampaian visi misi program serta mekanisme melawan kecurangan pemilu.

Tetapi, hal ini ditanggapi berbeda oleh juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahean pada Senin (25/02). Menurutnya, apa yang dilakukan oleh emak-emak tersebut bukanlah kampanye hitam. Melainkan ekspresi emak-emak yang sedang menyampaikan kekhawatirannya serta prasangkanya terhadap sesuatu yang mungkin akan muncul jika rezim Jokowi menang dua periode.

Tidak seperti Habiburokhman yang tidak mengenal siapakah emak-emak dalam video tersebut, Ferdinand justru menyatakan kalau ia mengenal mereka dan mengakuinya sebagai anggota dari relawan Partai Emak-emak Pendukung Prabowo Sandiaga (PEPES) Karawang, yang mana keanggotaan mereka telah disertifikasi oleh BPN.

Hmmm, kok, sesama BPN nggak kompak sih~

Iklan

Kampanye memang semakin memanas. Mendekati hari pemilihan, kedua tim kampanye tentu saja bekerja dengan lebih keras lagi dalam menggerakkan mesin kampanye mereka supaya lebih tepat sasaran. Ataupun bisa mengambil hati para pemilih yang masih ragu-ragu dengan pilihannya. Waktu yang tidak sampai dua bulan ini, pasti dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dengan berusaha bergerak menyentuh akar rumput secara langsung. Misalnya dengan menemui para tokoh masyarakat atau bahkan langsung datang door to door, pada masyarakat di lingkungan sekitar.

Mengandalkan media sosial memang cepat, mudah, dan murah. Sayangnya, ia tidak betul-betul dapat menjangkau masyarakat yang tidak terbiasa menggunakan gadget. Selain itu, ia juga tidak dapat melihat dengan presisi, sudah sejauh mana suara dapat diperoleh. Apalagi ditambah dengan begitu banyaknya akun palsu yang hilir mudik dan paling meramaiakan.

Bagi kubu Jokowi, kampanye door to door ini memang sangat penting. Pasalnya, hal ini akan lebih mengena di hati dan pikiran masyarakat. Oleh karena itu, cara ini dianggap paling ampuh untuk mendulang suara dan kepercayaan. Kampanye door to door Jokowi ini mengandalkan para caleg dalam pelaksanaannya. Jadi, selain mempromosikan dirinya sendiri, para caleg ini juga sekalian mempromosikan tentang Jokowi dan segala program-programnya.

Sementara kubu Prabowo, saking menganggap pentingnya kampanye door to door ini, Prabowo bahkan mengungkapkan, supaya para pendukungnya tidak lagi mudah percaya ke media sosial. Tentu saja dengan alibi bahwa segala pemberitaan yang ada di media sosial saat ini, memang sudah dikuasi oleh petahana yang tidak lain adalah lawan politiknya. Maka, menjadi wajar saja jika dengan narasi ini, masyarakat tidak perlu mudah percaya lagi. Meski berita-berita hoaks kepada kubu petahana masih bermunculan di sana-sini.

Ketika kedua belah kubu sudah semakin menggerakkan diri untuk kampanye door to door, yang perlu menjadi perhatian, jangan sampai hal ini menyebabkan konflik horizontal di tengah masyarakat. Eh, atau jangan-jangan konflik tersebut sebetulnya sudah ada, ya? Berkat polarisasi yang cukup tajam dan ekstrem antara kedua kubu di media sosial.

Keramaian di media sosial saja sudah cukup membuat eneg. Segala informasi hoaks untuk kebutuhan kampanye hitam di media sosial saja, sudah sanggup membuat kita malas, geleng-geleng kepala, dan bertengkar dengan kerabat maupun sanak saudara. Lantas, coba saja bayangkan jika hal sungguh tak ada nyaman-nyamannya ini, terjadi dalam kenyataan kehidupan kita keseharian. Apa jadinya?

Apakah memang, nyaman hanya bisa didapatkan dalam pelukanmu amal ibadah (?) halah.

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2019 oleh

Tags: hoaksjokowikampanye emak-emakkampanye hitamPemilu 2019prabowo
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.