Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Jual Barang Second yang Sudah Setengah Rusak adalah Bibit Kejahatan Menyedihkan

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
24 Juli 2020
A A
jual barang second setengah rusak jual barang bekas preloved adalah barang preloved jual beli barkas mojok.co

jual barang second setengah rusak jual barang bekas preloved adalah barang preloved jual beli barkas mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jual barang second sah-sah aja, Gamtenk, tapi mbok ya jangan yang udah setengah rusak. Mentang-mentang nggak mau rugi jadi ngerugiin orang lain, yeu!

Untuk menjaga stabilitas sampah, jual barang second yang sudah nggak dibutuhkan kepada teman atau kepada orang yang kebetulan perlu barangnya adalah hal yang wajar. Menjual atau membeli barang bekas adalah perkara yang menguntungkan kedua belah pihak, istilah bisnisnya win-win gitu lah.

Dengan begitu nilai barang jadi nggak mubazir, pemilik sebelumnya dapat uang penganti yang walau nggak setara dengan harga barang baru tapi setidaknya nggak rugi-rugi amat. Sementara pemilik baru dapat keuntungan beli barang murah yang walau sudah pernah dipakai orang lain tapi masih bisa dimanfaatkan. Seringnya jual beli barang second melibatkan benda elektronik kayak hape, laptop, kipas angin, dll. Meski kadang barang yang bukan elektronik juga banyak dijual secara dengan embel-embel preloved biar kerenan dikit. Padahal maksudnya sama, barang bekas alias second alias awul-awul.

Menjual barang bekas bisa jadi solusi yang sangat baik, karena zaman sekarang buang sampah aja bayar. Misalnya kamu menumpuk baju-baju yang sudah nggak terpakai sebanyak kardus TV tabung, maka untuk membuangnya kamu perlu bayar jasa angkut agar barang itu bisa diantarkan ke TPA. Kurang lebih Rp50 ribu atau lebih. Mohon maaf, yang diangkut petugas sampah udah banyak, jadi kalau mau nambah silakan bayar.

Hal ini pernah saya alami ketika membuang beberapa sepatu dan sandal yang teronggok dan rusak di rak sepatu. Saya mengumpulkannya dengan baik dan rapi dalam satu kardus Indomie, sekalian buang kain-kain perca dan kabel yang tidak lagi dibutuhkan. Kata Marie Kondo, berterima kasih pada barang dan membuangnya bisa meringankan beban hidup, maka saya coba lakukan.

Semangat beres-beres begitu membara hingga akhirnya sampah dari barang-barang yang sudah tidak terpakai itu tampak menggunung. Beberapa di dalamnya adalah tumpukan kabel hingga walkman jadul, alat elektronik yang dulu kece sekarang sudah memble. Tidak kurang saya juga membuang kipas angin ngadat dan sudah nggak bisa diperbaiki, lagian udah beli yang baru.

Setidaknya saya terlepas dari benda-benda yang tadinya terasa eman-eman buat dibuang sampai akhirnya saya tahu kalau buang barang-barang begituan juga perlu cuan tambahan alias bayar bos! Wah beli barangnya bayar, membuangnya juga perlu uang. Petugas sampah di kompleks perumahan nggak mau angkut kalau sampahnya menggunung begitu, pokoknya cuma sampah rumah tangga aja yang diangkut. Saya sebenarnya memahami betul beban kerja mereka walau agak keki. Hmmm apakah benar ini latar belakang kenapa orang-orang hobi jual barang second atau preloved itu?

Jual barang second sebelum si barang itu rusak memang beneran menguntungkan. Sudah nggak mikirin sampahnya (jika rusak nanti), dan dapat duit pula. Sayangnya kalau si barang otw rusak lalu main jual, ya tolong!

Masalahnya ada beberapa orang iseng yang tiba-tiba bilang barangnya masih layak pakai dan ngasih patokan harga lebih tinggi dari yang seharusnya. Misalnya aja jual laptop, kondisi hardwarenya sebenarnya sudah tinggal 50%, motherboardnya hampir menemui ajal. Tapi pas dijual, sempat diinstal ulang dulu dan bilang barangnya masih bagus, kondisinya masih 90%. Woy, kocak, mentang-mentang jual dari tangan ke tangan tanpa garansi jadi ngasal begini.

Sayangnya si orang iseng ini kadang punya banyak akal buat memoles barang. Sehingga baginya, jual barang second bukan cuma meminimalisir kerugian, tapi dijadikan ladang cari keuntungan. Gini lho Kak, kalau si barang kondisinya udah ‘engek engek’ hampir wafat mbok ya dibilang aja apa adanya. Walau bakal laku dengan harga lebih rendah setidaknya itu sepadan. Ketimbang dibuang terus harus bayar, hayo?

Masalah semacam ini emang terlihat sepele, tapi kalau udah kebiasaan bisa jadi bibit korupsi kecil-kecilan. Secara materiil nggak kelihatan, tapi merugikan orang. Bayangin aja kalau kamu beli laptop second dan dibilangin kondisinya masih bagus, seminggu kemudian mulai ngadat, mulai lemot, mulai berasap. Wah, mana nggak menyepakati garansi lagi. Bukankah menyebalkan?

Nah, kalau yang jual udah bener, giliran yang beli juga mawas diri. Seenggaknya jangan menawar dengan harga ngawur kayak kasus yang banyak dibagikan sama akun @txtdarionlshop dong! Harusnya sama-sama bener, biar bisnisnya mulus sesuai tuntunan berdagang nabi. Oke, Mylov, tolong diresapi ini demi jual beli barang second yang lebih bermartabat.

BACA JUGA Menghadapi Penawaran Xiaomi yang Sedia Semua Barang dengan Harga Masuk Akal atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2020 oleh

Tags: barang bekasjual beli
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Kegiatan Bersalingsilang tukar barang bekas di Surabaya MOJOK.CO
Kilas

Bersalingsilang Ajak Orang Surabaya Menormalisasi Pakai Barang Bekas, Jangan Buru-buru Beli Baru

20 Februari 2025
Jeritan Pedagang Pasar Klithikan Pakuncen yang Minta Pemerintah Turun Tangan. MOJOK.CO
Liputan

Jeritan Hati Pedagang Pasar Klithikan Pakuncen yang Minta Pemerintah Turun Tangan

20 Agustus 2023
Kaleng Khong Guan MOJOK.CO
Pojokan

Mencuci Kaleng Khong Guan dan Wadah Bekas, Kepahlawanan Ibu untuk Menyelamatkan Bumi

8 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.