Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Jika Spider-Man Jadi Superhero di Jogja

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
3 Juli 2019
A A
spider-man di jogja MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Spider-Man banyak beredar di daerah Queens, Kota New Yor, Amerika Serikat. Bagaimana jadinya kalau manusia laba-laba itu jadi superhero di Jogja?

Spider-Man: Far From Home premier di Indonesia pada Rabu (3/7). Setelah Avengers: End Game tutup tirai, Peter Parker harus membantu Nick Fury mengatasi masalah baru.

Mirip seperti Spider-Man: Homecoming, produk terbaru Marvel Studio ini masih menyajikan formula yang sama. Akun @CenayangFilm sedikit menceritakan apa yang akan didapat penonton ketika menonton Spider-Man: Far From Home. Ini masih film soal cinta remaja, dengan bumbu kesenangan, dan keseruan melihat “man spider” bergelantungan melawan musuh.

Kemistri antara Tom Holland, yang memerankan Peter Parker dengan Jake Gyllenhaal pemeran Mysterio terbangun dengan baik. Seperti dua mas-mas adek-kakak angkatan yang gampang akrab.

Spider-Man adalah superhero favorit kedua saya, setelah Batman era Christian Bale dan Nolan. Superhero yang ceroboh, slebor, tapi “berdedikasi”. Sangat manusiawi. Melihatnya bergelantungan di antara pencakar langit, dengan tubuh kecilnya menempel di jendela-jendela kaca.

Untungnya, Spider-Man menjadi (atau dijadikan) superhero di Amerika Serikat, tepatnya di Queens, New York. Bagaimana jadinya kalau manusia laba-laba ini menjadi superhero di Jogja?

1. Nama Spider-Man bakal diganti.

Lidah orang Jawa Jogja itu cenderung kaku. Istilah yang susah bakal “disederhanakan”. Ada istilah di sepak bola yang disebut “corner” atau tendangan pojok. Supaya mudah diucapkan, dengan berusaha mempertahankan logat British, istilah itu diganti jadi “kornel”. Lebih manis untuk diucapkan.

Nasib nama Spider-Man pun tidak akan jauh berbeda. Urusan pelafalan “spider” dan “man” bisa panjang dan nggak efisien. Tidak sesuai dengan kontur lidah Jogja yang kaku. Kebetulan, di Jogja, ada satu istilah untuk laba-laba yang lebih menghidupi ajaran lama nguri-nguri kabudayan Jawi, yaitu “onggo-onggo”.

Oleh sebab itu, jika Spider-Man jadi superhero di Jogja, seri terbaru filmnya akan menjadi: Onggo-Onggo: Adoh Seko Omah.

2. Dapat kasih sayang dari banyak simbok.

Ibu, atau simbok Jogja itu mudah mengganggap siapa saja yang hidup di circle mereka sebagai saudara. Misalnya ada lima rumah berjejeran. Anak dari simbok di rumah paling kiri sudah dewasa. Nah, simbok di rumah sebelah tengah belum lama punya anak. Katakanlah masih berusia enam tahun. Nah, lantaran kesepian ditinggal anaknya yang sudah dewasa, simbok rumah paling kiri jadi perhatian betul sama anak di simbok rumah tengah.

Sementara itu, simbok di rumah nomor kedua dari kiri, sebelahan sama simbok rumah paling kiri, belum dikaruniai anak. Oleh sebab itu, simbok di rumah nomor kedua dari kiri ikut-ikutan sayang betul sama anak dari simbok di rumah tengah. Blio bakal sering-sering main ke rumah simbok rumah tengah untuk sekadar bisa menimang, ikut menyuapi, enggak ikut netekin karena belum keluar ASI, hingga nyebokin habis boker.

Nah, Spider-Man dikenal dengan julukan “your friendly neighborhood”. Katakanlah dia tingal di rumah simbok bukan ibu kandung di rumah kedua dari kanan, sebelahan sama simbok rumah tengah yang punya anak berusia enam tahun. Karena ramah dan suka ngetok, simbok-simbok jadi sayang dengan Spider-Man yang masih remaja.

Keluar dari rumah, Peter Parker mau kuliah.

“Arep menyang sekolah, dik?” Sapa simbok dari rumah sebelah kiri.

Iklan

“Inggih, Mbok. Pareng.”

“Ya, ati-ati ya, Ter. Ehh sik-sik, iki simbok bar goreng gedhang. Gowonen ya. Mbangane jajan. Sik tak bungkuske. Dilit kok,” kata simbok dari rumah sebelah kiri tadi.

“Sampun, mboten sah, Mbok. Ngrepoti, lho,” kata Peter basa-basi khas orang Jawa padahal mau karena belum sarapan. Pisang goreng, dipadukan kopi saset dan sak ler Samsoe di kantin kampus pasti asyik banget. Batin Peter.

“Wah, ora repot. Rasah isin-isin. Aku ki ya ibumu, Ter,” sergah simbok dari rumah sebelah kiri. “Iki mau aku nggorengke Slamet jane. Tapi bocahe malah ra mulih. Pamit sekak kok wis rong dino ra mulih. Mblayang ning endi bocah edan.”

“Hahaha…nggih pun, sekul e sisan nek ngoten,” Peter malah ngelunjak, minta nasi.

Huft, to many simbok. Capek sendiri.

3. Gak bakal bisa gelantungan.

Mengingat gedung paling tinggi di Jogja adalah Jogja City Mall dengan 21 lantai, Spider-Man tentu nggak bisa gelantungan. Baru meluncurkan jaring ke kiri, eh nyangkut di kabel listrik yang semrawut. Meluncurkan jaring ke kanan, eh kena dancing doll toko cat WAWAWA. Luncur jaring ke depan, kena petugas DKP lagi mangkasin dahan pohon. Ternyata Spider-Man lagi ada di dekat Pasar Demangan.

Oleh sebab itu, andalan Spider-Man ketika jadi superhero di Jogja adalah Gojek. Pakainya Go-Ride yang lincah, bisa ndlesep-ndlesep melewati kemacetan Jakarta, eh maksud saya Jogja, dan menghindari jeglongan di Jalan Gito-Gati yang lagi diperbaiki itu. Suatu ketika, Spider-Man kehabisan tabung jaring. Ia minta tolong Lik May ngirim tabung baru pakai Go-Send.

“Lik May, ning omah ora? Aku kentekan jaring. Tulung Go-Send ya. Engko tak ijoli.”

“Ya sik, tak mulungi kumbahan sik. Arep udan ki,” kata Lik May.

4. Your friendly neighborhood Spider-Man.

Ketika menjadi superhero di Queens, New York, sebagai your friendly neighborhood, Spider-Man membantu masyarakat memerangi kejahatan kecil-kecilan. Seperti jambret sepeda onthel, membantu nenek menyeberang jalan, sampai menggagalkan pencurian ATM.

Nah, kalau di Jogja, isitlah “your friendly neighborhood” terwujud dalam hal-hal sederhana.

“Ter, omahmu ono uyah ora, Simbok jaluk,” kata simbok dari rumah sebelah kanan.

“Wonten, Mbok. Mlebet rumiyin.”

“O yo yo. Ha nek lombok? Saiki larang je. Tuku patang ewu ming entuk limo. Ehh, nek bawang putih? Ono ra? Simbok arep nyambel.”

“Wonten, Mbok. Komplet. Ha niki riki Sirkel Ke, kok. Komplet,” jawan Peter sambil melengos.

Selain berbagi bumbu dapur dengan tetangga, “your friendly neighborhood” terwujud ketika Spider-Man rajin datang kerja bakti. Tenaganya kuat, cocok untuk angkat-angkat sampah. Lincah, cocok untuk mbubuti rumput di depan pos ronda. Spider-Man juga rajin datang ke pengajian, mengajar TPA, dan jadi ketua Karang Taruna. Cancut tali wondo, sangat andhap asor pula.

5. Bisnis hamok di Hutan Pinus.

Kejahatan paling mengkhawatirka di Jogja, untuk saat ini adalah klitih dan pencurian rumah kosong. Ha tentu saja, bagi Spider-Man, kejahatan itu masih tergolong remeh. Mudah diatasi.

Nah, untuk mengisi waktu luang, Spider-Man membuka bisnis hamok di Hutan Pinus Mangunan. Jaring yang kuat, lentur, dan tahan lama, sangat cocok menggantikan hamok pada umumnya. Bentuknya yang artsy cocok jadi tempat foto-foto demi feed Instagram. Apalagi kalau foto bareng Spider-Man di hamok paling tinggi.

Cinematic experience banget brooo…

Terakhir diperbarui pada 3 Juli 2019 oleh

Tags: Jogjamarvelspider-man
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO
Esai

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO
Eksplor

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama
Pojokan

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.