Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menyesal Kuliah S2 karena Dipaksa Ibu, kini Lebih Bahagia Menanam Cabai Rawit dan Berkebun

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
15 April 2026
A A
Derita S2 karena Dipaksa Ibu, kini Bahagia Menanam Cabai Rawit MOJOK.CO

Derita S2 karena Dipaksa Ibu, kini Bahagia Menanam Cabai Rawit MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tidak menikmati masa-masa S2 tapi tetap selesai

Kuliah S2 tidak pernah istri saya rencanakan. Namun, dia tetap menjalaninya tanpa gerutuan berarti. Itu semua karena dia tetap bisa mempelajari teknis dan bisnis cabai rawit meski tidak begitu maksimal. Kita sama-sama tahu kalau dinamika kuliah S2 lebih menyita waktu ketimbang S1.

Selain tetap bisa mempelajari segala hal tentang teknis dan bisnis cabai rawit, istri saya masih bisa membagi waktu untuk les privat. Mengajar anak SD dan SMP memang sudah menjadi pashion-nya sejak dulu. Bahkan ketika lulus S2, dia memilih merantau ke Surabaya untuk mengajar SD dan SMA di sebuah sekolah internasional. Istri saya tidak mau jadi dosen karena tahu betapa muramnya gaji dan beban kerjanya.

Iklan

Singkat cerita, dia tidak menikmati masa-masa studi S2. Namun, karena sudah kadung membayar dan memang ingin cepat selesai, istri saya menjalaninya dengan kecepatan yang tak terduga. Istri saya ini, kalau sudah malas akan sesuatu, pasti akan lambat mengerjakan. Beda kalau melakoni apa yang dia suka. Misalnya, merantau ke Surabaya.

Setelah merantau selama empat tahun di Surabaya, istri saya pulang ke Jogja karena hamil dan akan melahirkan. Sekembalinya ke Jogja, minatnya terhadap berkebun dan cabai rawit semakin besar. Ibu mertua saya, pada akhirnya, tidak bisa berbuat banyak selain menurunkan ilmu berkebun yang berharga itu.

Cuan dari cabai rawit

Saya tidak begitu tahu secara detail tentang bisnis cabai rawit. Selain itu, saya sendiri tidak ingin terlalu fokus ke sana. Sama seperti istri saya. Kalau saya belum “ada niat”, ya selamanya saya tidak ingin mempelajarinya.

Singkat kata, bisnis cabai rawit memang menguntungkan. Cuan yang istri saya dapat, jauh di atas tukin dosen atau gaji pekerja di Jogja. Sangat jauh malahan. Makanya dia menyesal ngapain kuliah S2 segala.

Misalnya begini. Ibu mertua saya punya beberapa sawah. Sekitar tiga sawah menjadi ladang untuk cabai rawit. Ketika panen, satu sawah bisa menghasilkan beberapa kali angkatan. Satu kali angkatan, keuntungan bersih adalah Rp15 juta. Ini ketika harga cabai rawit menyentuh Rp100 ribu di petani. Artinya, di tengkulak, harganya antara Rp120 sampai Rp140 ribu.

Kita ambil rata-rata satu sawah empat angkatan. Jadi, Rp15 juta x 4 = Rp60 juta. Itu baru satu angkatan di satu sawah. Ya begitulah cuan yang ibu mertua saya dapat kalau harga sedang mahal. Rata-rata, harga cabai adalah Rp55 sampai Rp70 ribu. Oleh sebab itu, mempertimbangkan potensi cuannya, istri saya tidak pernah bersemangat untuk studi S2.

BACA JUGA: Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

Berujung sesal karena dipaksa S2

Sebetulnya, istri saya tidak lagi merasa menyesal. Kalau dulu, dia merasa studi S2 tidak memberi hasil. Toh dengan ijazah S1, istri saya sudah bisa mengajar sebagai guru formal atau privat. Masa kuliah tiga tahun sebetulnya malah akan lebih produktif jika istri saya isi dengan belajar berkebun lebih intensif.

Bahkan pernah suatu kali istri saya berseloroh. Dulu, duit untuk S2 sebaiknya dikasih ke saya. Katanya, saya lebih cocok untuk studi S2 mengingat sebetulnya saya sudah pernah mengambil formulir untuk mendaftar. Kalau saya pikir, iya juga, sih. 

Pelajarannya, kadang “berani ke orang tua” itu perlu. Tentu dalam konteks mendebat pemikiran yang kelak akan menentukan jalan hidup kita. Karena kalau mentok di tidak berani, ujungnya bisa sesal. Begitu.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Arti Sukses di Mata Pak Karjin, Petani Cabai Rawit dengan Lahan 1 Hektare: Cuan Puluhan Juta, Modalnya Bikin Jantung Copot dan kisah menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 18 April 2026 oleh

Tags: cabai rawitcabeharga cabai rawit hari inikuliah s2panen cabai rawitS1s2
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026

Sarjana BK Kebingungan Tentukan Arah Masa Depan: Tak Otomatis Jadi Guru BK, Jadi Dosen pun Susah

19 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM MOJOK.CO

Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM

22 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.