Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Dari Go-Jek sampai Buraq, Kenapa Jaket Ojol Warnanya Hijau Semua?

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
8 Desember 2019
A A
jaket ojol gojek grab buraq warna hijau alasan mojok.co

jaket ojol gojek grab buraq warna hijau alasan mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah Uber Indonesia wafat, warna jaket ojol yang seliweran di jalanan kota-kota besar Indonesia merata hijau semua. Kenapa bisa seragam semua gitu ada alasannya.

Dalam hidup, kita pasti akan mengalami tiba-tiba ada pertanyaan yang sebenarnya kita ngga tahu jawabannya pun nggak apa apa. Pertanyaan yang muncul biasanya datang dari hal-hal sepele, tapi tetap saja kalau nggak ketemu jawabannya, bikin susah tidur dan kepikiran terus. Dan kemarin, pertanyaan yang sempat mengganggu saya adalah kenapa jaket ojol berwarna hijau?

Iklan

Serius. Kemarin sempet menghabiskan waktu memandang langit-langit kamar dengan pertanyaan kapan rabi kenapa jaket ojol berwarna hijau. Setelah duduk di depan komputer dalam waktu yang lama untuk main Apex Legends mencari informasi kenapa ojol jaketnya berwarna hijau (atau kehijau-hijauan), akhirnya saya menemukan beberapa jawaban yang lumayan memuaskan.

Ada yang bilang kalau hijau dipilih untuk jadi warna jaket ojol karena merepresentasikan kehidupan. Hijau identik dengan hutan, pohon, dan kesegaran alam, pokoke ngono. Hijau dianggap merepresentasikan kesegaran dan pertumbuhan. Mungkin karena ojol saat itu adalah inovasi, maka dari itu warna hijau dianggap representasi perusahaan mereka yang membawa pembaruan dalam kehidupan manusia. Argumen ini lumayan mashok karena akhirnya fitur ojol mengubah bagaimana gaya hidup orang-orang di Indonesia.

Selain itu, ada argumen lain tentang kenapa jaket ojol berwarna hijau. Hijau dianggap sebagai warna yang punya visibilitas yang bagus dalam jarak pandang jauh setelah warna kuning. Warna hijau pada jaket ojol memberi tanda pada pengguna jalan yang lain bahwa ada ojol di sekitar/depan mereka. Karena ojol yang sering berkendara lambat dan berhenti (seringnya) tiba-tiba, warna yang terang itu bisa memberi informasi kalau pengendara lain diharapkan waspada ketika ada ojol di sekitar mereka.

Selain itu, pada malam hari warna hijau lebih mudah ditangkap mata. Saat malam hari, menurunnya jarak pandang dan juga cahaya membantu mereka agar tidak tertabrak pengendara lain karena mereka masih terlihat menonjol di tengah kerumunan.

Warna kuning dan hijau sebagai warna yang memiliki tingkat visibilitas terbaik membuat warna tersebut sering digunakan oleh petugas-petugas yang bekerja di tengah-tengah kerumunan. Polisi lalu lintas sering mengenakan rompi kuning dan warna putih mengkilat yang berkilap semata agar bisa dilihat jelas dalam kemacetan dan jalanan. Petugas medis yang bekerja di tengah suatu acara biasanya menggunakan rompi kuning agar mereka mudah terlihat oleh orang yang membutuhkan jasa mereka.

Apakah warna kuning ini juga yang membuat Golkar menang pemilu di masa Orba? Bisa jadi~

Tapi kenapa jaket ojol tidak memakai warna kuning saja? Padahal  jelas lebih cetar lho. Ternyata jawabannya adalah karena warna kuning membuat mata kita gampang capek. Warna kuning yang mencolok membuat mata kita lelah hingga tidak suka memandangnya lama-lama. Bahkan bisa dibilang, kuning adalah warna paling nyebelin karena efeknya pada mata. Kalau efeknya seperti itu, jadi nggak cocok dong sama keinginan perusahaan ojol yang berusaha menggaet pelanggan sebanyak-banyaknya.

Setelah membaca fakta-fakta di atas, sekarang kita bisa tenang dan paham kenapa jaket ojol berwarna hijau meskipun berbeda perusahaan. Andaikan dulu para pendiri perusahaan ojol tidak memilih warna hijau, mungkin efek yang ditimbulkan tidak sebesar ini karena psikologi konsumen tetaplah diperhitungkan.

Setelah pertanyaan jaket ojol terjawab, muncul pertanyaan lain: Siapakah penemu onde-onde?

BACA JUGA Stop Bikin Konten Prank Ojol! dan juga artikel menarik di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2019 oleh

Tags: buraqgojekgrabjaket ojolojolwarna hijau
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja MOJOK.CO
Kilas

Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja

24 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO
Eksplor

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO
Esai

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Menormalisasi memberi bintang 5 ke driveri ojek online (ojol) meski tidak memuaskan. Bintang 1 bikin rezeki mereka seret MOJOK.CO
Catatan

Ngasih Bintang 5 ke Driver Ojol meski Tidak Puas Tak Rugi-rugi Amat, Tega Hukum Bintang 1 bikin Sengsara Satu Keluarga

2 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Rekonstruksi kasus penganiayaan pelajar berujung meninggal di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja (depan SMA 3 Yogyakarta) MOJOK.CO

Gambaran Jelas Penganiayaan Pelajar di depan SMA 3 Yogyakarta dalam 21 Adegan Rekonstruksi

9 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI MOJOK.CO

Pelajaran mahal yang saya dapat setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI: Saya pikir sudah berhitung dengan benar tapi pasar berpendapat lain

9 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.