Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cungkil Mata Demi Ilmu Hitam di 2021? Jangan Kaget, Ilmu Hitam Awet Sepanjang Zaman

Seorang anak perempuan yang masih berusia enam tahun menjadi korban kekejaman orang terdekatnya.

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
5 September 2021
A A
Cungkil Mata Demi Ilmu Hitam di 2021? Jangan Kaget, Ilmu Hitam Awet Sepanjang Zaman MOJOK.CO

Cungkil Mata Demi Ilmu Hitam di 2021? Jangan Kaget, Ilmu Hitam Awet Sepanjang Zaman MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Gowa, Sulawesi Selatan. Seorang anak perempuan yang masih berusia enam tahun menjadi korban kekejaman orang terdekatnya. Mata anak kecil tak berdaya itu berusaha dicungkil oleh kedua orang tuanya, dibantu paman dan kakeknya. Semuanya demi usaha mempelajari ilmu hitam.

Diberitakan banyak media, kedua orang tua anak perempuan tersebut sedang mencari tumbal. Sebelum si anak perempuan itu hendak dicelakai, kedua pelaku baru saja memakamkan anaknya yang lain. Konon, di anak ini juga jadi korban ilmu hitam, menjadi tumbal. Konon, si korban ini dicekoki air garam sampai dua liter sampai pembuluh darahnya pecah.

Iklan

Menyimak timeline media sosial, saya justru kaget ketika banyak orang kaget kenapa sudah 2021 masih saja ada yang mempelajari ilmu hitam. Jangan kaget, ilmu hitam, menurut saya, bakal awet sepanjang zaman. Kenapa saya bilang begitu?

Pertama, ragam ilmu hitam itu ada banyak. Belum lama ini, saya mewawancarai seorang dukun. Yah, bisa dikata beliau masih bersaudara dengan saya. Menurut penuturan beliau, banyak orang yang ketika hendak membuka usaha, selalu membutuhkan “pengaman”. Kamu bisa membaca hasil wawancara saya di Mojok, lewat tautan ini.

Maksudnya begini. Persaingan di bidang usaha, misalnya kuliner dan toko kelontong, sangat berat. Selama persaingannya sangat berat, pesugihan, sebagai salah satu “program studi” ilmu hitam, bakal tetap lestari.

Penggunaan pesugihan di setiap bidang usaha tidak selalu bertujuan untuk menutup atau mematikan rival. Ada yang sifatnya mild, sedang saja, yaitu dengan membuat dagangannya terasa enak atau lebih menarik ketimbang rival. Kalau ada yang mild, tentu ada yang berat sampai melukai fisik. Kita mengenalnya dengan istilah santet.

Kedua, daya pikat kekayaan. Seseorang belajar ilmu hitam untuk berbagai tujuan. Misalnya untuk membentuk “pagar diri”, biar nggak dicelakai orang lain. Dia ingin menjadi digdaya, lebih kuat dari orang lain. Namun, jika saya diizinkan membuat kesimpulan, ingin kaya adalah daya tarik paling besar.

Kemiskinan itu menyiksa. Kalau ada yang bilang bahagia itu tak cuma soal uang, silakan kirimkan tagihan listrik dan cicilan KPR ke dia. Apakah dia masih bisa merasa bahagia? Tidak perlu munafik. Semua orang butuh uang. Semua orang butuh aman secara finansial.

Memasang pesugihan supaya usaha lancar juga ujungnya aman secara finansial. Mengambil tanah kuburan lalu ditanam di halaman rival, memelihara tuyul, hingga yang paling berbahaya adalah mengajukan utang ke bank gaib. Ini salah satu jenis pemanfaatan ilmu hitam paling bahaya.

Bukan lagi uang atau barang yang menjadi jaminan. Menjadi nasabah bank gaib artinya kamu bersedia untuk menjual jiwa, bahkan menjadikan nyawa orang terdekat sebagai jaminan. Gagal bayar, nyawa taruhannya. Tidak bisa ditawar. Tidak bisa dihindari.

Bahaya sekali. Menyeramkan, bukan? Tapi jangan salah, nasabah bank gaib ini tidak pernah surut. Banyak yang ingin menikmati kekayaan secara instan. Mereka bukannya tidak tahu dengan risiko menjalin kontrak dengan ilmu hitam. Mereka sangat tahu. Namun, manusia, selalu penuh kelemahan. Pelemah iman paling kuat adalah uang.

Masih banyak lagi “program studi” turunan dari ilmu hitam. Namun, ujungnya tidak jauh berbeda. Semua demi kesejahteraan, baik secara fisik, karier, kesehatan, hingga keuangan, dan lain sebagainya. Kamu bisa menemukannya di banyak penjuru, tidak terjadi di desa saja. Bahkan kalau boleh menduga-duga, praktik ilmu hitam sangat ranum di kota besar.

Persaingan di bidang usaha, perkembangan karier, asmara, hingga dendam. Semuanya kondimen paling kuat untuk mendorong manusia masuk ke fakultas ilmu hitam. Entah besok lulus dan langsung masuk neraka, atau kena drop out setelah menjual jiwa kepada ilmu hitam.

Tidak ada akhir yang nikmat. Tidak ada jaminan akan bahagia selamanya. Namun, semua rela menukar jiwa demi nikmat sesaat. Itulah alasannya ilmu hitam akan tetap lestari sampai akhir zaman.

Iklan

BACA JUGA Dikirimi Santet Kekasih Sampai Jiwaku Tersesat dan tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 5 September 2021 oleh

Tags: bank gaibcungkil matailmu hitampesugihansantettuyul
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan
Pojokan

Penjual Makanan Laris Dikit Dituduh Pesugihan, Kebodohan yang Kita Pelihara dan Rayakan

18 Mei 2026
Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal.MOJOK.CO
Seni

Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal

23 Maret 2025
Eko Jinawi: Menelisik Fenomena Santet dari Sebelum Majapahit Sampai Sekarang
Video

Eko Jinawi: Menelisik Fenomena Santet dari Sebelum Majapahit Sampai Sekarang

18 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.