Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Dikirimi Santet Kekasih Sampai Jiwaku Tersesat

Redaksi oleh Redaksi
17 Januari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – “Dan perutnya,” tambahnya sambil mengelus bagian perut si wanita, “dikirimi santet cukup banyak.” Selesai ia berkata, paku dan jarum berkarat muncul dari perut wanita tadi.

Namaku Yeni, usiaku masih 25 tahun. Belum menikah, tapi sebentar lagi pacarku seharusnya datang melamar. Dia sudah berjanji.

Kami—aku dan pacarku, Mas Dano—tinggal di Magelang. Nama kampung kami sebaiknya tidak aku sebutkan, tapi yang jelas lingkungan tempat kami tinggal memang masih penuh dengan budaya leluhur, termasuk kemenyan, sajen, dan perapalan doa-doa lewat media air. Orang tua Mas Dano kebetulan adalah tokoh masyarakat yang biasa membantu orang-orang terkait hal-hal mistis. Jadi, yah, sedikit banyak, aku tahu bagaimana mereka bekerja.

Suatu hari rasanya aku mengantuk sekali. Rumahku kosong—bapak dan ibu sedang pergi ke rumah sakit menjenguk kawannya. Malam masih menunjukkan pukul 8, tapi di luar sudah gelap. Maklum, ini kan di kampung. Selepas magrib, malam rasanya langsung pekat.

Seseorang mengetuk pintu rumah. Aku membukanya dan menemukan seorang wanita tua di depan pintu.

“Ada apa, Bu?” tanyaku, setelah membuka pintu. Ibu itu menatapku dan berkata, “Maaf, Mbak, rumah Pak RT di mana, ya?”

“Oh, masih agak jauh, Bu. Lebih dekat kalau lewat kebun di sebelah sana,” aku menunjuk ladang di dekat rumah kami.

“Boleh minta tolong antarkan saya, Mbak? Saya perlu bertemu beliau.”

Wanita ini adalah wanita asing—tidak seharusnya aku mengiyakan ajakannya dengan mudah, apalagi malam sudah kian larut. Tapi anehnya, aku seperti tidak ingin menolak. Dengan segera, aku bersiap pergi.

“Jalan kaki, Bu?”

“Nggak, Mbak, saya diantar becak. Itu di sana,” si wanita tua tadi menunjuk ke arah becak yang ditunggui seorang pria. Kami menaikinya melewati kebun yang tadi aku tunjuk.

Tapi, ada yang aneh. Kebun ini tidak seperti kebun yang biasanya. Mendadak, kami memasuki tempat yang lebih pantas disebut hutan—pohonnya tinggi-tinggi dan lebat, seperti tak tampak jalan masuk dan keluarnya. Saat aku sedang berusaha mendongak dan melihat puncak pohon, aku baru menyadari becak yang kami tumpangi berhenti. Bukan cuma itu, ibu-ibu tua di sebelahku mendadak hilang, begitu juga dengan tukang becak yang ada di belakangku.

Aku sendirian di tempat yang seperti hutan ini.

“Bu? Bu?” panggilku, berulang. Aku mencari wanita tua yang tadi mengajakku pergi. Suasana mendadak terasa merinding waktu tiba-tiba kepalaku sakit seperti ditusuk. Perutku tak kalah nyerinya—rasanya seperti sesuatu dipaksakan masuk lewat kulitku. Tapi, tak ada apa pun yang menyentuh perut dan kepalaku kecuali tanganku sendiri.

Iklan

Aku langsung menangis sejadi-jadinya. Mungkin, aku harus masuk ke hutan lebih dalam—siapa tahu ada orang yang bisa menolong, atau rumah Pak RT sudah dekat.

***

Kampung kecil di Magelang geger. Seorang wanita disebut ‘kesurupan’ dan bertingkah gila setiap dua jam sekali. Berteriak kesakitan, tapi kadang mendadak diam dan memandang kosong—seperti dikirimi santet orang tak dikenal.

“Dia bukan dirinya sendiri. Benar, kena santet,” kata salah seorang petinggi desa. Ia segera meminta beberapa pria mengelilingi si wanita dan merapalkan ayat kursi tanpa henti. Menurut si petinggi, dirinya akan ‘menjemput’ jiwa wanita tadi. “Jiwanya tersesat, tubuhnya diisi siluman sekarang. Dan perutnya,” tambahnya sambil mengelus bagian perut si wanita sambil berkomat-kamit, “dikirimi santet cukup banyak.” Selesai ia berkata, paku dan jarum berkarat muncul dari perut wanita tadi. Para pria di sekitarnya bergidik ngeri, tapi tetap melanjutkan ayat kursi.

Si petinggi desa kini duduk bersila dan mulai fokus. Dirinya berpesan agar tak ada seorang pun bersikap gegabah dengan mengganggu si wanita. Dia sendiri berencana untuk “menjemput jiwa tersesat si wanita yang kena santet”.

Proses itu berjalan cukup cepat, seharusnya. Sayangnya, malam itu terlalu panjang.

Jiwa si wanita tak bisa selesai dicari.

“Dano,” kata si petinggi desa, geram, “Dano anakku sendiri yang mengirim ini untuk Yeni. Tega betul!”

***

Aku masih di tengah hutan—kali ini di dekat pohon aneh yang rantingnya membelok ke kanan saja. Sedari tadi, aku berkeliling minta bantuan, tapi tak ada yang datang.

Oh ya, namaku Yeni, usiaku masih 25 tahun. Belum menikah, tapi sebentar lagi pacarku seharusnya datang melamar. Dia sudah berjanji. Aku tak peduli walaupun kemarin ada yang bilang Dano berselingkuh dengan Randu, anak perempuan Pak RT yang baru lulus SMA. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2021 oleh

Tags: cerita santetdisantetjarumkesurupanmahluk haluspakuselingkuh
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Horor, Evolusi Kelelawar Malam di Album "Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata.MOJOK.CO
Seni

Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

9 April 2026
Jadi LO sertifikasi kerja rawan bujukan wanita simpanan
Ragam

Jadi LO Sertifikasi Kerja di Jogja, Kena Modus “Eksplor Jogja” Berujung Bujukan Jadi Wanita Simpanan

12 Februari 2026
Asrama Horor di Sudut Magelang MOJOK.CO
Malam Jumat

Asrama Horor di Sudut Magelang: Tentang Bisikan Dingin yang Tidak Terjawab

6 Maret 2025
Meresahkan Kesenian Jaranan di Kediri, Jawa Timur, yang identik dengan kesurupan MOJOK.CO
Seni

Pemain Jaranan Suka Kesurupan, Antara Hayati Peran atau Gimmick buat Cari Perhatian

29 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bekerja di Jakarta vs Jogja

Meninggalkan Jogja demi Mengejar Financial Freedom di Jakarta, Berhasil Dapatkan Gaji Besar meski Harus Mengorbankan Kesehatan Mental

13 April 2026
Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals MOJOK.CO

Musisi Tak Lagi Punya Nyali: Saat Lagu Indonesia Kehilangan The Mercy’s, Slank, dan Iwan Fals 

15 April 2026
Tidak mau ikut CPNS karena tidak mau jadi PNS/ASN atau abdi negara

PNS Pekerjaan Paling Menjanjikan, tapi Ada Orang yang Memilih Tak Menjadi Abdi Negara karena Tidak Mau Menggadaikan Kebebasan

14 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026
Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI

Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI

15 April 2026
Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.