Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Jadi LO Sertifikasi Kerja di Jogja, Kena Modus “Eksplor Jogja” Berujung Bujukan Jadi Wanita Simpanan

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
12 Februari 2026
A A
Jadi LO sertifikasi kerja rawan bujukan wanita simpanan

Ilustrasi - Jadi LO sertifikasi kerja di Jogja rawan bujukan wanita simpanan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bekerja itu nggak ada yang mudah. Tapi, kalau kerja di Jogja, jadi LO pelatihan sertifikasi yang rawan untuk dibujuk sebagai wanita simpanan itu jelas susah. Tameng andalannya, peserta ingin “eksplor Jogja”.

Pelatihan kerja di Jogja membawa petaka

Semua bermula dari tanggung jawab sebagai LO peserta pelatihan kerja di Jogja. LO berinisial A (28) yang bekerja di salah satu penyedia jasa tersebut mengaku harus menahan diri setiap ditugaskan menghadapi peserta-peserta yang unik bin nggateli. 

Bukan tanpa sebab, semisal pelatihan berlangsung selama 7 hari. Artinya, A harus sedia selama 24 jam dikali 7 hari untuk memfasilitasi. Mulai dari makan, minum, hotel, sampai segala tetek-bengek peserta yang tidak selalu masuk akal.

“Karena intensitasnya seminggu, apalagi dari luar kota, mereka bisa minta temenin ngobrol di hotel begitu,” katanya, Sabtu (9/2/2026) lalu.

Ngobrol ini, kata A, bukan sembarang ngobrol ala profesional. Ngobrol-ngobrolnya bisa kelewatan karena peserta “hidung belang” sadar punya kesempatan lebih: LO yang stand by untuknya.

Kesempatan menggunakan modus ingin “eksplor Jogja”

Nah, dengan asal peserta pelatihan sertifikasi yang bukan dari Jogja, A menyebut situasinya semakin runyam. Mereka punya modus paling canggih yang tidak mudah ditolak untuk bisa berlama-lama bareng LO-nya, yaitu ingin eksplor Jogja.

Bayangkan saja, percakapan semacam ini yang sering dilontarkan turis akan keluar.

“Tempat makan yang enak di sini di mana, ya?”

“Kalau mau eksplor Jogja, mulai dari mana?”

“Ada rekomen tempat wisata paling worth it gak?”

Begitu kira-kira semuanya akan berjalan. Sampai yang paling ekstrem, akan keluar ajakan begini, “Mau temenin jalan-jalan gak? Mumpung lagi di Jogja.”

Kalau sudah begitu, menolak menjadi mustahil. Mau tidak mau, A dan rekan-rekannya terjebak mengiyakan. Dijebak, juga lebih tepat.

“Mereka merasa ‘dari luar kota’. Jadi, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di sini untuk eksplor,” katanya menirukan dalih-dalih yang dipakai peserta untuk menggaet LO.

Ujungnya ada bujukan jadi wanita simpanan

Sesudah berhasil, bukan tidak mungkin akan ada tawaran lanjutan. Intensitas dan kedekatan antara LO dan peserta pelatihan pun akan meningkat.

Iklan

Masalahnya, dari yang sudah-sudah terjadi, A bilang, akan selalu ada peluang untuk ketertarikan lebih dalam yang melebihi batas profesional antara LO dan peserta pelatihan kerjanya.

“Itu sangat berpotensi untuk orang merasa awalnya mungkin dia tertarik aja, kayak pengin tahu lebih dalam,” katanya. 

Namun ada masalah lain yang kemudian muncul, peserta-peserta ini rata-rata sudah berkeluarga. Hanya saja, selama pelatihan, mereka harus menjalani long distance relationship (LDR) sehingga tidak mendapatkan perhatian, kasih sayang, atau tervalidasi secara langsung.

Sebab tidak dapat perhatian pasangannya langsung, peserta yang disebut sebagai “om-om ganjen” oleh A ini mencari perhatian lain dari LO. Inilah yang sering berujung pada keinginan berlanjut ke taraf yang lebih intens, padahal lupa sudah berkeluarga.

“Om-om ini sebenarnya sudah berkeluarga, tapi LDR. Dia kan harus pelatihan ke luar kota. Itu kan berpisah selama seminggu. Jadi, sering barengnya sama LO,” katanya menambahkan.

“Makanya, bakal ada bujuk rayu ke LO-nya buat lebih ‘romantis’ gitulah, padahal lupa sama keluarga di rumah,” bebernya.

Beban LO merembet sampai tindak disarankan untuk jomblo

“Aku kasihan sama LO-nya sebenernya. Om-om ganjennya aja nggak bisa direm,” katanya dengan geram.

Kemarahan A semakin bertambah saat menyebutkan kriteria tambahan yang tidak tertulis untuk menjadi LO pelatihan kerja di Jogja, yaitu punya pasangan alias tidak jomblo. 

Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum di kalangan kerjanya, kemungkinan-kemungkinan ada peserta kecentilan yang coba mencari kesempatan. Untuk mencegah LO tergoda bujuk rayu setan, atasan divisinya seolah memastikan pintu itu sudah tertutup lebih dulu. Misalnya, dengan LO yang sudah memiliki pasangan

“Karena seenggaknya bakal inget diri kalau udah ada pacar,” katanya.

“LO tuh di-warning buat hati-hati segitunya. Apalagi kalau jomblo lebih diwanti-wanti karena bisa jadi merasa ‘ya udah, aku nggak punya pacar juga’,” tambahnya.

Nggak wajar, tapi sering terjadi di tempat kerja

Fenomena ini sebenarnya nggak wajar. Namun, sudah terjadi sejak cukup lama. Survei OnePoll yang disokong Forbes Advisor pada 2024 mencatat 40 persen pekerja AS pernah berselingkuh dengan rekan kerjanya. Alasannya, 65 persen responden bilang adalah kenyamanan. 

Meskipun sesaat, seperti hanya dalam seminggu pelatihan kerja, alasan ini sangat memungkinkan. Sebab, mereka akan bersama sehari-hari, dan menghadapi persoalan yang sama, yang mungkin tidak dipahami oleh pasangannya di rumah. 

Psikolog pasangan, Kathy Nickerson, menjelaskan, munculnya ide-ide untuk mencari “pasangan lain” dari tempat kerja seperti ini adalah hal yang paling mudah untuk dilakukan seseorang. 

Mereka hadir pada waktu yang tepat, saat sedang menjalani pekerjaan yang tidak mudah, di waktu yang tepat, yaitu ruang kerja yang selalu bergandengan dengan segala huru-hara. 

Persis seperti pelatihan kerja, sebagai tempat dan tantangan baru dalam waktu singkat. Bisa dibilang, hanya peserta dan LO yang memahami apa yang benar-benar mereka lalui.

“Itu karena itu mudah. Karena mereka di sana, ada orang yang tepat di tempat yang tepat saat waktu yang tepat,” ujar Kathy seperti dikutip dari akun TikToknya @drkathynickerson. 

“Kita mencari perselingkuhan ketika sedang sakit dan menginginkan obat,” katanya.

Namun bagaimanapun, semua tahu, kecuali pelaku perselingkuhan, “obat” ini jelas bukan penyembuh sebenarnya. Malah bisa jadi, hanya godaan syahwat yang tidak seharusnya diiyakan.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Biro Jasa Nikah Siri Maikin Marak: Jalan Ninja untuk Pemuas Syahwat, Dalih Selingkuh, dan Hindari Tanggung Jawab Rumah Tangga dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 Februari 2026 oleh

Tags: Jogjakerja di jogjaLOLO di jogjapekerja jogjapelatihan sertifikasipilihan redaksiselingkuhsertifikasi kerja
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

iphone 11, jasa sewa iphone jogja.MOJOK.CO
Sehari-hari

User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol

14 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO
Urban

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)
Pojokan

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO
Sehari-hari

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

lolos snbp, biaya kuliah ptn.MOJOK.CO

Senyum Palsu Anak Pertama Saat Adik Lolos PTN Impiannya, Pura-Pura Bahagia Meski Aslinya Penuh Derita dan Pusing Mikir Biaya

10 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
KA bengawan, KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

User KA Bengawan Merasa Kesepian Saat Beralih ke Kereta Eksekutif KA Taksaka, “Kereta Gaib” Harga Rp74 Ribu Tetap Juara Meski Bikin Badan Pegal

9 Maret 2026
Orang Jombang iri dengan Tuban, daerah tetangga sesama plat S yang semakin gemerlap dan banyak wisata alam buat healing MOJOK.CO

Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

12 Maret 2026
Pemuda Kediri Nekat kerja di luar negeri (Selandia Baru) sebagai Tukang Cukur. MOJOK.CO

Pemuda Kediri Nekat ke Selandia Baru sebagai Tukang Cukur usai Putus Cinta dan Ditolak Ratusan Lamaran Kerja

10 Maret 2026
Lepas status WNI dan paspor Indonesia, hidup lebih mudah usai pindah kerja di Jerman MOJOK.CO

Lepas WNI karena Hidup Serba Susah dan Nelangsa di Indonesia, Hidup Jadi Lebih Mudah usai Pindah ke Jerman

10 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.