Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cium Tangan Iwan Bule Itu Budaya Timur yang Luhur dan Harus Selalu Dipamerkan

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
3 September 2020
A A
Ketua PSSI Cium Tangan Iwan Bule Itu Budaya Timur yang Luhur dan Harus Selalu Dipamerkan MOJOK.CO

Ketua PSSI Cium Tangan Iwan Bule Itu Budaya Timur yang Luhur dan Harus Selalu Dipamerkan MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pak Iwan Bule tidak punya maksud negatif ketika fotonya muncul di poster Mola TV. Ketua PSSI itu ingin mengajari kita budaya timur yang luhur.

“Ayo dukung Tim Garuda Muda kita raih hasil terbaik dalam ujicoba di Kroasia!”

Membaca kalimat ajakan dari Pak Iwan Bule di atas, dada saya jadi panas. Rasanya, jiwa nasionalis saya bergelora, meluap-luap, meletup-letup. Apalagi ketika melihat dua pemain tim nasional Indonesia cium tangan Ketua PSSI itu. Hawa dingin dan sejuk langsung terasa. Luar biasa, Pak Iwan.

Ayo dukung Tim Garuda Muda kita raih hasil terbaik dalam ujicoba di Kroasia! #MochamadIriawan#IwanBule#KitaGaruda#GarudaSatu#PSSIJaya pic.twitter.com/mHhYqvKOw0

— Mochamad Iriawan (Iwan Bule) (@iriawan84) September 2, 2020

Perasaan hangat di dada setelah jiwa nasionalis digugah dengan kalimat ajakan, berpadu dengan sejuknya cium tangan. Jangan dengarkan para haters, Pak Iwan Bule. Jangan dengarkan mereka yang mengkritik poster di Mola TV yang sempat diturunkan karena belum ada foto cium tangannya Bapak.

Keputusan penggantian poster itu sungguh tepat. Kita tahu kalau Indonesia itu sangat luas. Dari Sabang sampai Merauke. Bisa jadi, di pelosok Papua sana belum ada yang tahu kalau Pak Iwan Bule itu Ketua PSSI. Bisa jadi pula, di sudut Bangkalan sana, yang lagi jajan di Bebek Sinjay, belum kenal Pak Iwan.

Ini sangat tidak elok. Apalagi kita tahu kalau jabatan Ketum PSSI itu batu loncatan menuju puncak yang baru. Jadi gubernur, misalnya. Oleh sebab itu, di setiap poster yang disebar, foto Pak Iwan harus selalu dipamerkan.

Ini logika sederhana, masak kamu nggak paham. Apalagi yang mengunggah poster tersebut adalah Mola TV, penyedia tayangan olahraga dan hiburan paling murah dan sudah menjangkau seluruh Indonesia. Maaf, ini bukan kalimat berbayar ya, bukan pesanan. Ini tulus dari dalam sanubari saya.

Pak Iwan Bule melestarikan budaya ketimuran

Selain keharusan seluruh Indonesia kenal Pak Iwan Bule, satu hal yang saya apresiasi dari poster cium tangan adalah cium tangan itu sendiri. Tanpa banyak berkata, tanpa banyak retorika, bekerja sangat nyata, Pak Iwan atau mungin jajarannya pengin orang Indonesia tidak kehilangan budaya ketimuran.

Sesuai pemeo, wong timur ojo nganti kelangan ketimurane dan nrimo ing pandum, di semua poster, usaha menjaga budaya timur harus selalu ada. Ini juga logika sederhana, masak kamu nggak paham. Apalagi budaya cium tangan di sepak bola Indonesia itu sudah mendunia, kok.

Ketika berlaga di Danone Nations Cup yang dihelat di Red Bull Stadium, New Jersey, Amerika Serikat pada 2017, timnas U-12 mendapat apresiasi dari dunia. Timnas U-12 selalu mencium tangan wasit, baik sebelum maupun seusai laga. Kebiasaan luhur timnas U-12 itu bahkan sampai ditiru timnas Afrika Selatan. Lucunya, bukan mencium tangan wasit, tapi tangan pemain timnas Indonesia. Padahal, mereka seumuran.

Saya curiga, Pak Iwan Bule terinspirasi oleh sikap luhur timnas U-12 itu. Makanya, di poster yang diunggah Mola TV, foto beliau harus selalu dipamerkan.

Lagipula kita tahu kalau budaya cium tangan itu warisan nenek moyang juga. Metta Rachmadiana, dalam jurnal berjudul “Mencium Tangan, Membungkukkan Badan Sebagai Etos Budaya” dan dikutip era.id mengatakan, budaya cium tangan dilambangkan sebagai suatu bentuk fenomena sosio-kultural yang multi-interpretasi.

Cium tangan dianggap sebagai tuntutan sopan santun dan penghormatan dalam hubungan antarmanusia. Metta juga menganalisis bahwa budaya cium tangan merupakan penghargaan kepada orang yang lebih tua atau lebih berkuasa. Watak ini merupakan unjuk keselarasan dan sopan santun.

Iklan

Budaya cium tangan juga mengajarkan banyak hal. Salah satunya, secara psikologis, cium tangan mengajari anak untuk tidak sombong. Mencium tangan berarti menundukkan badan kepada mereka yang lebih tua dan berkuasa.

Pelajaran ini sangat penting untuk pesepak bola muda. Supaya mereka tidak terbuai dengan segala kesuksesan yang kelak mereka raih. Kelak, jadi tidak anti sama yang namanya kritik. Misalnya kalau makan nasi campur sama sambel, ya jangan marah kalau dikritik atlet, kok, nggak menjaga menu makan. Misalnya saja.

Kebetulan yang kayak gini nggak terjadi di Indonesia. Di sini tidak ada pemain timnas yang sembarangan makan. Apalagi makan sambel dan gorengan. Pola dan menu makan semua pesepak bola di Indonesia sudah sesuai sama standar ideal atlet, misalnya yang dilakukan Cristiano Ronaldo.

Nah, sekarang sudah jelas tujuan dari foto Pak Iwan Bule yang muncul di poster Mola TV. Pak Iwan Bule hanya ingin mengajari kita untuk tidak melupakan budaya ketimuran, salah satunya cium tangan. Bukan tidak mungkin, kelak, pemain timnas perlu cium pipi supaya lebh syahdu dan akrab.

BACA JUGA PSSI dan Indra Sjafri Mencoreng Arang ke Kening Sendiri atau tulisan Yamadipati Seno Lainnya.

Terakhir diperbarui pada 3 September 2020 oleh

Tags: Iwan Bulejadwal timnas u-19ketua pssiketum pssimola tvPSSITimnas U-19
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Ketum PSSI Erick Thohir dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bahas soal Liga 3 dan Liga 4 di Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Liga 3 dan 4 bakal Bergulir di Jawa Tengah, Bina Bakat-bakat Muda dari Desa…

8 Agustus 2025
Kalau gue jadi Patrick Kluivert, gue nggak mau menjadi pelatih Timnas Indonesia gantikan Shin Tae Yong karena Ketum PSSI Erick Thohir problematik MOJOK.CO
Ragam

Kalau Jadi Patrick Kluivert Gue Nggak Mau Kerja sama Erick Thohir yang Interview Kerja di Hari Raya, Tak Punya Value dan Tak Tahu Batas

9 Januari 2025
Histori

Ingatan Memalukan di Stadion Bahrain 12 Tahun Silam, Catatan dari Era Bobrok PSSI

10 Oktober 2024
Liga 3 Faktanya, Liga Malaysia Jauh Meninggalkan Kita MOJOK.CO
Esai

Memaksimalkan Liga 3 Sebagai Cara untuk Mengejar Ketertinggalan dari Sepak Bola Malaysia

11 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Pasang WiFi IndiHome di kos. MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Kos: Dipalak Mahasiswa yang Kerjanya Main Game Online Ramai-ramai dan Ibu Kos yang Seenaknya Sendiri

22 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.