Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cewek Gandengan Dibilang BFF, Cowok Gandengan Dikira Gay, Hellaaaw?

Prima Sulistya oleh Prima Sulistya
26 Desember 2017
A A
cowok-best-friend-bukan-gay-mojok.co

cowok-best-friend-bukan-gay-mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

KANDHANINEWS/MOJOK.CO, Jakarta – Setelah tiga juta komentar diketikkan di puluhan akun pribadi, media massa, maupun IG gosip, akhirnya He-Man Woman Haters Club angkat bicara juga. Ini terkait video viral dua lelaki yang dituduh gay tengah berboncengan di pintu rel Kalibata.

Kepada wartawan di sirkuit Go-Kart Sentul, Presiden He-Man Woman Haters Club, Spanky McFarland menyatakan bahwa tidak ada keadilan bagi lelaki di negara ini.

Iklan

“Di mana keadilan ketika cowok gandengan dikira gay, sementara cewek gandengan dianggap pertemanan sejati, hellaw?” ujar McFarland, Selasa, 26 Desember. Saat ditemui, ia tengah ditemani Petey, anjing klub, dan dua anggota klub, Porky dan Buckwheat.

Video yang jadi perkara direkam oleh netizen perempuan berinisial SM saat berhenti di palang perlintasan kereta api di Kalibata, Jakarta Selatan. Ia merekam sepasang lelaki di sebelahnya yang tampak akrab bergurau dan saling bersentuhan. Di akhir video, SM menegur keduanya agar tidak “bermesraan” di tempat umum.

“Hey sir! Don’t do that! Please. Ok? Respect my people,” ucapnya dalam bahasa Inggris karena kedua lelaki tersebut berparas asing.

Salah satu lelaki tersebut menjawab, “We just kidding. My brother.” Ia mengaku lelaki di boncengannya adalah saudara laki-lakinya.

SM kemudian membagikan video tersebut di media sosial pada 21 Desember 2017 dengan caption yang menyuarakan tuduhan bahwa keduanya gay. Video itu langsung viral dan komentar membludak dengan suara mayoritas mencaci maki kedua lelaki tersebut.

Selangkah sebelum SM menjadi seleb medsos yang terima endorse, tiba-tiba muncul klarifikasi dari dua akun yang mendaku sebagai teman dan guru salah satu lelaki di video tersebut.

Menurut penjelasan kedua akun tersebut, dua lelaki itu memang kakak beradik. Berhubung mereka sudah lama tak bertemu, sang adik yang dibonceng menunjukkan perhatiannya pada si kakak seperti di video. Keduanya memang orang Timur Tengah yang budayanya tidak menabukan keakraban fisik antarlelaki, semisal berciuman pipi, hidung, bibir, atau dahi.

Menurut McFarland, terutama setelah penolakan kepada LGBTQ menguat beberapa tahun terakhir, masyarakat jadi serbacuriga pada ekspresi pertemanan lelaki. Tapi, di sisi lain perempuan tidak menjadi subjek kecurigaan yang sama.

“Anda bisa bayangkan,” beber McFarland, “bagaimana tanggapan masyarakat kalau laki-laki juga punya kultur pajamas party, misalnya. Sudah pasti miring. Bahkan sejak istilah saja sudah bias. Kalau cowok akrab, disebutnya bromance. Kalau cewek akrab kok disebut BFF? Cih!” ungkap McFarland ditutup dengan meludah.

Viralnya video tersebut disambut dengan blunder lebih parah oleh media abal-abal. Salah satu situs web menulis berita berjudul “Satu Tanda Kiamat, Dua Pria ini Tak Malu Pamer Kemesraan di Tempat Umum” tanpa kroscek sama sekali.

Menurut info dari guru lelaki yang direkam tersebut, karena kasus video viral itu kini kakak beradik itu trauma dan tak berani keluar rumah. Yang lebih menyedihkan, ibu mereka yang berstatus janda menangis dua hari penuh dan sekarang jatuh sakit.

Sebagaimana perempuan, jadi lelaki di Indonesia memang memiliki beban sosialnya sendiri pula. Tidak boleh menangis, tidak boleh memakai warna yang dianggap feminin, tidak boleh terlalu ceriwis, dan dipandang buruk jika berdandan. Perempuan yang bersikap kelelaki-lakian juga disebut tomboi yang cenderung netral, sedangkan lelaki yang keperempuan-puanan akan disebut banci yang bernada menghina.

Iklan

Menurut McFarland, salah kaprah sosial ini sudah waktunya dikoreksi.

Bukan kebetulan jika McFarland yang kini berusia 27 tahun memberi pernyataan seperti itu. Bersama rekan-rekannya di He-Man Woman Haters Club, mereka memang pernah jadi pembenci perempuan karena stigma cowok temenan sama cewek itu cowok girly. Setelah kasus Alfalfa dan Darla pacaran, mereka tersadar bahwa pandangan mereka sangat misoginis. Kisah itu telah difilmkan pada 1994 dengan judul The Little Rascals.

Disclaimer: KandhaniNews adalah konten berita parodi yang diproduksi redaksi Mojok.co. Fakta tentang video viral, klarifikasi tentang video tersebut, serta data-data tentang film The Little Rascals di tulisan ini sepenuhnya benar. Sementara statement-statement Spanky McFarland seluruhnya karangan belaka. Iya, kami juga muak harus jelasin segala, tapi nyatanya nggak semua pembaca ngerti parodi. #parodi #satire #kamilelah

Terakhir diperbarui pada 26 Desember 2017 oleh

Tags: Gayhomokalibatalaki-lakilesbiLGBTQperempuanstigmavideo viral
Prima Sulistya

Prima Sulistya

Penulis dan penyunting, tinggal di Yogyakarta

Artikel Terkait

Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO
Esai

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO
Esai

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO
Esai

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Konferensi pers menuju lima tahun Cherrypop sebagai lebaran skena MOJOK.CO

Cherrypop 2026: 5 Tahun Lebaran Skena, Jeda, dan Cerita-cerita di Balik Panggung yang Ubah Jalan Hidup Banyak Orang

10 Agustus 2026
Mahasiswa KKN UGM dan LPS berkolaborasi hadirkan edukasi literasi keuangan di desa terluar Mentawai MOJOK.CO

Literasi Keuangan untuk Desa Terluar di Mentawai: Jadi Bekal Masyarakat Desa Hadapi Ragam Persoalan Finansial

10 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.