Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Body Shaming dan Tindakan Ngawur Lain yang Justru Dilakukan sama Orang Terdekat

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
15 Juni 2020
A A
body shaming orang terdekat ingkar janji utang piutang dengan saudara dada tepos dada rata acne figter dibanding-bandingin sama anak tetangga mojok.co

body shaming orang terdekat ingkar janji utang piutang dengan saudara dada tepos dada rata acne figter dibanding-bandingin sama anak tetangga mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Orang yang ngatain dan bertindak semaunya justru saudara hingga sahabat sendiri. Body shaming dilakukan sama orang terdekat memang sebegitu sering.

Jari-jari lemes netizen memang kadang kelewatan dan ngasih komentar luar biasa menyakitkan. Padahal, antara yang komen dan yang dikomentari nggak saling kenal. Saya ngebayangin andai jadi figur publik yang setiap unggahan medsosnya dikepoin dan dikomentarin jahat, saya mungkin nggak akan kuat. Alih-alih menyalahkan orang-orang yang sembarangan komentar, saya bakalan insecure dan melakukan banyak cara biar terlihat sempurna sampai orang-orang nggak bisa komentar jahat lagi.

Untungnya saya cuma orang biasa, thanks Lord.

Tapi ada yang lebih jahat ketimbang netizen, yaitu perkataan menyakitkan dari sahabat, orang tua, dan saudara yang sudah sebegitu dekat. Soalnya kita jadi makin nggak enak buat negur dan merasa bersalah. Body shaming seringnya dilakukan sama orang terdekat itu nyata bukan isapan jempol. Kamu pernah menghitung nggak sih berapa kali ibumu bilang gaya berpakaianmu jelek banget, atau bagaimana jerawat di wajah yang selalu tumbuh?

Sebuah unggahan berikut bakal membuktikan betapa body shamming dari orang terdekat itu justru lebih nggak terkontrol ngawurnya.

masih nanya knp gw sering insecure? alesannya keluarga gw sendiri. pic.twitter.com/ejq51FL2Tr

— useless? (@mmkrasaganja) June 14, 2020

Baiklah kalau mau bersembunyi di balik pernyataan, “Ini semua demi kebaikanmu biah makin serius memperbaiki penampilan.”Hadeeh, tai kucing tau nggak, Ngab. Kalau demi kebaikan you bisa pakai perkataan yang lebih halus kali. Mana susah banget minta maaf lalu menyalahkan orang yang tersinggung itu baperan. Duh Gusti.

Sebenarnya nggak cuma masalah body shamming yang dilakukan sama orang terdekat. Sering kali tindakan ngawur-ngawur juga dipraktikkan. Mentang-mentang udah dianggap bukan ‘orang lain’ lagi. Orang terdekat seolah sudah dapat konformitas dan nggak bakal dijengkelin kalau melakukan hal-hal ngawur sekalipun.

Pertama, soal janjian, orang-orang terdekat ini seolah abai soal tepat waktu karena cuma janjian sama adik atau kakak sendiri. Bilangnya berangkat jam sembilan, ternyata jam sembilan baru memberangkatkan niat. Kocak juga, padahal orang-orang terdekat inilah yang harusnya kita jaga biar mereka nggak lantas males sama keakuan kita yang makin seenaknya.

Kedua, hampir mirip body shaming. Tapi kali ini dilakukan sesama perempuan karena dianggap orang terdekat dan nggak bakal memalukan. Saya pernah mendengar seorang kawan yang ngatain temannya sendiri punya dada rata. Malah ada yang dipanggil kutilang darat (kurus tinggi langsing dada rata) yang sama sekali nggak terdengar kayak pujian, melainkan perkataan menyakitkan. Perempuan harus berurusan soal bagaimana cowok-cowok memandang dada mereka, sekarang ditambahin tuduhan dada rata dari teman sendiri. Kalian tuh nggak tahu betapa susahnya pengin punya ukuran dada proporsional sampai ada yang rela operasi plastik segala.

Ketiga, urusan membanding-bandingkan kesuksesan sama orang lain orang terdekat kitalah jagonya. Seolah-olah perkataan mereka itu bikin semangat padahal justru bikin putus asa. Jujur aja, saya juga sering dengar kayak gini. Waktu SD, saya emang bocah yang nggak berguna. Teman-teman pernah memilih saya sebagai ketua kelas karena saya berani ngegas ke teman-teman cowok. Sebagai anak SD, jabatan ketua kelas itu udah kebanggaan luar biasa.

Tapi nggak berlangsung lama, di tengah puja-puji jadi ketua kelas, saudara saya dengan skeptis tanya saya ranking berapa di kelas. Saya cuma ranking 17, mohon maaf, nggak bisa masuk sepuluh besar memang. Tapi saudara saya ini malah sok khawatir dan bilang, “Lah, masa sih ketua kelasnya malah nggak ranking 1. Dimana-mana ketua kelas itu pasti juara kelas. Mas (insert nama tetanggamu here) juga ranking 1 kok dan dia emang ketua kelas.”

Hal ini terulang kembali saat saya jadi ketua OSIS dan nggak ranking 1 paralel. Saya sampai apal bagaimana orang pengin bikin down begini. Mentang-mentang saudara jadi loske wae gitu?

Keempat, masalah utang piutang. Perkara body shaming yang dilakukan orang terdekat boleh jadi isu yang lumayan banyak dapat perhatian belakangan. Tapi masalah utang piutang jadi hal yang tabu banget. Makin dekat hubungan kekerabatan, maka bersiaplah bahwa utang piutang bakal semakin diabaikan. Sementara si peminjam juga agak sungkan menagih karena anggapan, “Halah, saudara sendiri inihhh… nggak bakal kemana-mana juga.”

Iklan

Belum tahu aja kamu, Hyung, saudara juga bisa bawa lari uang bermiliar-miliar kalau beneran nggak tahu diri.

Kalau sudah begini, solusi satu-satunya ya dengan menjelaskan bagaimana perasaanmu atas tindakan ngawur mereka. Mau bentuknya body shaming, ingkar janji, membahas ‘ukuran’, sampai utang piutang yang dilakukan orang terdekat kalau perkara ngawur ya ngawur aja. Sekali-kali orang ngawur perlu digas.

BACA JUGA Ternyata Body Shaming Terbesar Justru dari Diri Sendiri atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2020 oleh

Tags: Body Shamingmedia sosial
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Self Abuse yang Tidak Aku Sadari Setelah Melihat Media Sosial MOJOK.CO
Kilas

Self Abuse yang Tidak Aku Sadari Setelah Melihat Media Sosial

9 September 2023
Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads. MOJOK.CO
Kilas

Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads

7 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Solo date lebih asik daripada nongkrong bareng teman. MOJOK.CO

“Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

23 April 2026
Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO

WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera

21 April 2026
Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres

Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

19 April 2026
mabar game online.MOJOK.CO

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.