Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Belajar Tentang Penguasaan Ruang

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
17 Maret 2019
A A
lift
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Aku ikut kalau ke Tempo Gelato!” kata Ega kawan saya bersemangat tatkala kawan saya yang lain berencana nongkrong di Tempo Gelato. “Biar aku tahu cara pesen es krim di sana, nanti kalau ke sana lagi, sudah nggak kagok dan sudah berani.”

Pernyataan Ega yang ingin ke Tempo Gelato hanya agar bisa tahu tata cara pemesanan es krim di sana tentu saja bikin saya tersenyum,

Bagi banyak orang, pesen es krim di Tempo Gelato mungkin adalah hal yang sederhana, namun bagi yang belum tahu, tentu saja rasanya kikuk. Pesen es krim memang ada tata caranya. Pembeli harus terlebih dulu bayar di kasir untuk kemudian mendapatkan struk pemesanan. Struk tersebutlah yang kemudian diberikan ke karyawan yang bertugas mengambilkan es krim yang sudah kita pesan.

Tata cara begini mungkin hanya bisa dimengerti oleh mereka yang sebelumnya sudah pernah ke Tempo Gelato.

Saya jadi ingat dengan buku yang ditulis oleh budayawan kondang Semarang, Prie GS yang berjudul “Menjual Diri”.

Dalam salah satu bab dalam buku tersebut, Prie GS membahas tentang apa yang ia sebut sebagai “penguasaan ruang”.

Menurut Prie GS, penguasaan ruang adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan diri.

Seseorang hendaknya sekali dua masuk ke dalam mall, hotel mewah, ataupun gedung-gedung modern. Hal tersebut bertujuan agar ia bisa menguasai keadaan yang selama ini tak pernah ia jangkau. Semata agar tak merasa minder dan tak merasa gumunan dengan lingkungan sekitar. Ia tetap bermartabat dan tidak menjadi sangat udik ketika berada di lingkungan yang serba modern dan serba berbeda.

Itulah yang oleh Prie GS disebut sebagai Penguasaan ruang.

Sebagai orang yang ndilalah melewati persimpangan hidup yang sangat besar, saya merasa bahwa apa yang dikatakan oleh Prie GS tentang penguasaan ruang itu sangat penting dan relevan bagi hidup saya.

Sebelum tahun 2014, saya tak pernah naik pesawat. Namun di tahun 2014, buku saya terbit, saya kemudian secara sah berhak menyandang status sebagai seorang penulis. saya mulai banyak diundang sebagai pembicara tema penulisan di berbagai kota. naik pesawat kemudian menjadi hal yang biasa.

Pembiasaan diri saat berada di bandara menjadi hal yang vital. Saya mengamati bagaimana proses orang-orang masuk ke bandara, bagaimana ia check in, bagaimana ia menjalani pemeriksaan, sampai bagaimana ia bersikap di dalam pesawat.

Pengamatan yang sebenarnya tak mendalam-dalam amat itu kelak membuat saya menjadi nggak kampungan-kampungan amat saat saya berada di bandara.

Orang-orang harus belajar mengamati ruang dan segala mekanismenya. Mengamati bagaimana pintu hotel modern dibuka dengan kunci kartu, pun lampu dan listrik kamar hotel juga baru aktif setelah kunci kartu tersebut dimasukkan ke dalam soket dekat pintu. Mengamati bagaimana beberapa lift di hotel mewah baru bisa digunakan jika kartu pengunjung ditempelkan. Atau mengamati bahwa banyak wastafel yang bisa langsung keluar airnya ketika tangan disodorkan.

Iklan

Penguasaan ruang itu penting. Ia membuat seseorang menjadi lebih lanyah, luwes, dan terampil. Tidak malu-maluin.

Sekali lagi, penting bagi kita untuk sesekali masuk ke tempat-tempat yang mewah dan asing bahkan walau sebenarnya kita tak terlalu berkepentingan. tentu saja hanya untuk belajar tentang penguasaan ruang.

Prinsip itulah yang sampai sekarang saya coba untuk terus saya praktikkan.

Maka dari itu, jika suatu saat Anda bertemu saya di tempat karaoke premium atau tempat pijat eksklusif, ingatlah, saya tidak sedang bermaksiat. Saya hanya sedang belajar tentang penguasaan ruang.

Terakhir diperbarui pada 21 Maret 2019 oleh

Tags: hotelmewahpenguasaan ruang
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO
Kilas

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Pertama kali tidur di kamar hotel pakai AC, berasa jadi orang kaya malah berujung tersiksa MOJOK.CO
Ragam

Pertama Kali Tidur di Kamar Pakai AC: Pengin Tidur Nyenyak Ala Orang Kaya Berujung Konyol, Ngompol hingga Meriang

24 Juni 2025
Pengalaman konyol pertama kali nginep di sebuah hotel di Malang MOJOK.CO
Ragam

Kekonyolan saat Pertama Kali Nginep Hotel, Syok Mandi Air Hangat hingga Bingung Cara Checkout dan Buka Pintu Kamar

22 Mei 2025
pekerja hotel, surabaya, jogja.MOJOK.CO
Podium

Larangan Hijab dalam Industri Perhotelan: Antara Hijabophobia atau Upaya Mengatur Tubuh dan Penampilan?

14 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Ilustrasi hidup.MOJOK.CO

Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian

2 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.