Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 Cocokologi Kasus Narkoba Artis yang Dianggap Pengalihan Isu. Kok Bisa Pas Gitu sih

pengalihan isu dengan kasus narkoba artis

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
3 September 2021
A A
ilustrasi 4 Cocokologi Kasus Narkoba Artis yang Dianggap Pengalihan Isu. Kok Bisa Pas Gitu sih mojok.co

ilustrasi 4 Cocokologi Kasus Narkoba Artis yang Dianggap Pengalihan Isu. Kok Bisa Pas Gitu sih mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setiap ada kasus narkoba artis, banyak orang yang berspekulasi ini cuma pengalihan isu. Ah masa sih? Mari buktikan dengan cocokologi tanpa dasar.

Kasus narkoba di Indonesia memang sering banget melibatkan artis sampai-sampai masyarakat menganggap bahwa pergaulan artis memang lekat dengan obat-obatan terlarang. Ya padahal nggak semua artis satu circle. Lucunya kasus narkoba artis selalu diberitakan dengan heboh, seolah-olah ini adalah hal yang kelewat penting. Buntut dari pemberitaan ini memunculkan berbagai spekulasi, utamanya soal pengalihan isu yang sengaja dibuat oleh elit politik dan pemerintah. Praktik agenda setting!

Setidaknya sejak tahun 2010-an, teori pengalihan isu ini marak. Banyak artis yang juga bilang begitu. Tapi, tentu saja BNN bakal kontra dengan tuduhan ini. Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari sampai curhat kalau penangkapan narkoba artis itu susah. Maksudnya, mungkin nggak kayak yang dikira orang-orang bahwa kepolisian dan BNN sudah mengantongi nama artis pemakai narkoba sejak lama, dan tinggal menunggu tanggal main yang pas buat menangkap. Lebih jauh, blio juga curiga bahwa yang bilang pengalihan isu jangan-jangan komplotan bandar.

“Ada yang bilang kita nangkap sama bandar itu pengalihan isu. Jangan-jangan itu orang disuruh bandar buat melemahkan. Bisa berarti berkongsi,” kata Arman pada 2018 silam.

Mendingan kita main cocokologi aja soal kasus narkoba yang menjerat artis dan kasus lain yang dianggap “dialihkan” sama masyarakat.

#1 Kasus narkoba Raffi Ahmad

Pada 2013 silam, kasus penangkapan Raffi Ahmad heboh diberitakan dan masyarakat se-Indonesia geger dibuatnya. Padahal, Raffi Ahmad hanya tercatat menyimpan dua linting ganja, bukan tergolong kasus narkoba yang besar. Saking masifnya pemberitaan, DPR-RI sampai membuat release mengenai hal ini, mengimbau BNN untuk tidak menjadikan kasus narkoba artis sebagai upaya pengalihan isu. Padahal, imbauan ini terdengar lumayan salah alamat, bukankah BNN dan DPR-RI sama-sama phak yang punya kepentingan atas negara?

Peristiwa besar yang terjadi hampir bersamaan dengan penangkapan Raffi Ahmad pada 2013 adalah banjir besar Jakarta hingga penangkapan Presiden PKS yang menjadi tersangka kasus suap. Aduh, saya nggak berani bilang deh bahwa ini benar-benar upaya pengalihan isu. Nanti bisa-bisa diciduk diriku ini~

#2 Kasus narkoba Nia Ramadhani

Belum lama ini artis Nia Ramadhani juga terjerat kasus narkoba dan ditangkap bersama suaminya Ardi Bakrie. Kasus ini sangat menghebohkan karena Nia Ramadhani adalah sosok yang jadi kesayangan netizen. Setidaknya, dia dianggap sebagai figur impian perempuan: Cantik, punya keluarga bahagia, dan kaya raya. Sebuah kehidupan dambaan masyarakat Indonesia. Setelah muncul pemberitaan bahwa Nia terlibat kasus narkoba, nggak sedikit yang langsung skeptis. Ah, jangan-jangan ini pengalihan isu sebab angka Covid-19 lagi naik-naiknya. Ketika itu, media sosial memang sedang gaduh dan kecewa terhadap pemerintah yang dianggap nggak bisa memberikan kebijakan yang tepat terkait pandemi.

#3 Kasus narkoba artis 2017

Pemberitaan soal artis yang tertangkap akibat narkoba pada 2017 terjadi secara beruntun. Mulai dari Ridho Roma, Iwa K, Amarzoni, Pretty Asmara, Tora Sudiro, Marcello Tahitoe, dan Rio Reifan. Masyarakat sampai capek menyimak satu demi satu figur publik tumbang karena mereka ternyata ketahuan mengonsumsi barang terlarang. Masalahnya, kasus besar yang terjadi pada 2017 itu juga tergolong kasus unforgettable, yaitu korupsi pengadaan e-KTP yang dilakukan oleh Setya Novanto. Sampai sekarang, Setya Novanto masuk dalam jajaran maling uang rakyat yang layak diwaspadai. Blio mencatatkan sejarah baru sebagai dalang yang telah merugikan negara sebanyak kurang lebih 2,3 triliun rupiah. Pusing banget memang sampai isu ini harus dialihkan oleh tujuh artis yang terjerat narkoba. Ngeri.

#4 Kasus narkoba Coki Pardede

Komedian yang sering memancing kontroversi ini ditangkap karena konsumsi sabu-sabu di apartemennya beberapa hari silam. Coki Pardede tapak gugup saat digrebek dan video penangkapan dirinya beredar luas di media sosial. Kasus ini jadi obrolan banyak orang sebab sosok Coki Pardede memang pernah tidak sengaja keceplosan mengetahui bahwa sabu-sabu itu “panas” jika terkena kulit. Video inilah yang kemudian dijadikan callback oleh warganet.

Lagi-lagi, kasus narkoba artis kali ini juga dianggap sebagai sebuah pengalihan isu. Sebab kasus ini muncul berbarengan dengan kasus pelecehan seksual dan perundungan yang terjadi di kantor KPI Pusat yang melibatkan sejumlah pegawainya. 

Apakah kasus-kasus narkoba artis ini memang sebuah trigger untuk pengalihan isu kasus yang lebih besar? Tentu saja rakyat jelata kayak kita cuma bisa berspekulasi dengan teori-teori konspirasi, ilmu cocokologi adalah salah satunya. Makanya, penelusuran cocokologi memang seringnya nggak berdasar, tapi bisa pas dan mashok banget. Bisa jadi ini memang sebuah upaya agar perhatian dan fokus masyarakat teralih, atau justru karena kita memang selalu kebanyakan kasus. Jadi, mau kapan pun seorang artis tertangkap karena narkoba, sebelum dan setelah kasus itu ya ada kasus-kasus besar lainnya. Biasalah~

BACA JUGA Kasus Coki Pardede Bukanlah Pengalihan Isu Kasus KPI, Negara Ini Memang Banyak Masalah atau artikel AJENG RIZKA lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 3 September 2021 oleh

Tags: cocokologicoki pardedekasus narkoba artispengalihan isuRaffi Ahmad
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Suara Warga Gunungkidul yang Khawatir Kena Gusur Pembangunan Resort Raffi Ahmad
Video

Suara Warga Gunungkidul yang Khawatir Kena Gusur Pembangunan Resort Raffi Ahmad

14 Maret 2024
pantai gunungkidul raffi ahmad.MOJOK.CO
Ragam

Harga Tanah Sekitar Pantai Gunungkidul: Tiga Tahun Bisa Naik 10x Lipat Apalagi setelah Raffi Ahmad Bangun Resort

21 Desember 2023
bisnis raffi ahmad mojok.co
Ekonomi

Nama-nama Penting di Balik Gurita Bisnis Raffi Ahmad

30 Januari 2023
rans entertainment mojok.co
Ekonomi

Gurita Bisnis RANS Entertainment, Perusahaan Raffi Ahmad yang Akan IPO

28 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Fitur "Pilih Kursi" di KAI Access terasa percuma karena penumpang di kereta api ekonomi tidak tahu diri MOJOK.CO

Fitur “Pilih Kursi” KAI Access Terasa Percuma, Mau Duduk Nyaman di Kursi Incaran tapi Malah Makin Kesal

8 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.