Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Cara Raffi Ahmad Kritik Pemerintah Adalah dengan Nongkrong Cantik usai Divaksin

Muhammad Nanda Fauzan oleh Muhammad Nanda Fauzan
14 Januari 2021
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebagai influencer kelas berat, cara Raffi Ahmad mengkritik Pemerintah itu memang beda kelas dengan kita. Warbiyasa emang.

Kalau bukan karena rutin ngapel ke beranda IG Kak Anya Geraldine yang hobi jatuh saat sepedaan itu, kita mungkin akan terus berdebat sampai botak soal kenapa Raffi Ahmad yang mewakili anak muda? Kenapa bukan Habib Bahar bin Smith—misalnya?

Toh, kalau diuji perkara militansi jamaah dan usia, keduanya hampir berimbang.

Beruntunglah, Kak Anya bikin story di IG bareng para seleb kesohor ibukota, yang lagi nongkrong-nongkrong asyik tanpa patuh pada protokol kesehatan. Di sana ada Gading Marten, Nagita Slavina, Sean Gelael, juga Raffi Ahmad—yang mungkin berangkat dari rumah dengan niat menjajal ilmu kanuragan.

Manteb ya, Raffi Ahmad, teladan bagi jutaan khalayak yang dianggap bodoh oleh pemerintahnya ? pic.twitter.com/6hWvaBIDPU

— ?️‍?️?️‍?️ (@kopiganja) January 13, 2021

Dan akhirnya, seluruh teka-teki, uneg-uneg, dan iri dengki kita berbalik sudah. Kini, yang menjadi pertanyaan bukan lagi…

“Kenapa pemerintah mau mengajak Raffi Ahmad untuk divaksin awal?”

Tapi, menjadi…

“Kenapa Rafi Ahmad memilih mau diajak pemerintah untuk divaksin awal?”

Raffi Ahmad jelas bisa bersabar, toh dengan harta yang melimpah-ruah itu dia bisa divaksin kapan pun, sekarang atau lima puluh tahun lagi~, tanpa harus takut nggak kebagian jatah.

Bayangkan, di tengah keraguan orang-orang terhadap kemanjuran vaksin, Raffi Ahmad rela disuntik, datang pagi-pagi, pakai batik rapi, bikin vlog bareng Presiden pula.

Lewat acara nongkrong-nongkrong cantique jajaran seleb itu, saya kini meyakini bajwa tujuan Raffi Ahmad mau divaksin duluan adalah bentuk kritik kepada rezim influencer, yang matanya langsung berubah jadi ijo hanya karena melihat jutaan followers di IG atau Subscribers di kanal YouTube, tanpa mau paham bahwa ada kelompok—meminjam istilah Mbak Nia Lavinia—bad Influencer. Mereka yang mencontohkan, atau memberi, pengaruh buruk pada pengikutnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kini Influencer adalah humas tak resmi dari Pemerintah. Bahkan Pak Menteri Johny G. Plate mengakui itu dengan sangat percaya diri.

Karena menurutnya, “Pemerintah memakai influencer bukan sesuatu yang salah karena mereka terpercaya dan teridentifikasi.”

Iklan

Saking percayanya sama influencer dan merasa udah sohib banget, menurut Indonesian Coruption Watch (ICW), Pemerintah bahkan rela menggelontorkan dana tak kurang dari 90,45 Miliar sepanjang 2104-2019 hanya untuk menyewa jasa para selebriti-jutaan-pengikut dalam urusan mengampanyekan kebijakannya.

Bisa dibayangkan pas Covid-19 seperti ini, di mana informasi lalar-liwat tak tentu arah, konspirasi nyebar lewat warung kopi, jasa dan peran mereka jelas sangat laku di pasaran.

Pada momen seperti inilah Raffi Ahmad muncul di tengah kegelapan dengan membawa lentera yang super terang. Raffi Ahmad pasrah menjadikan dirinya sendiri sebagai objek evaluasi pemerintah, bahwa jasa influencer ini nggak efektif-efektif amat dan sangat perlu ditinjau ulang.

Raffi bukannya tidak paham bahwa setelah vaksinasi dia harus tetap taat pada protokol kesehatan, 3M + 3T, alih-alih keluyuran di tengah kerumunan ketika Ibu Kota sedang dalam PSBB Ketat.

Yang bersangkutan juga pasti mengerti, 14 hari setelah vaksin tahap pertama dia akan kembali menerima suntikan kedua, seperti yang diunggah oleh Pak Jokowi di Twitter.

Tapi Raffi Ahmad tetap teguh pada pendiriannya, untuk mengkritik Pemerintah dan melakukan kegiatan seperti biasa. Lha wong sebelum disuntik vaksin saja dia bukan tipikal orang yang nggak ketat-ketat amat menerapkan protokol kesehatan, apalagi sekarang.

Coba saja cek postingan Instagramnya, banyak kok konten bapaknya Rafatar ini nggak pakai masker, ogah menjaga jarak, dan masih hobi vakansi sana-sini buat keperluan konten.

Atau coba lihat acara-acara yang dia bawakan di tipi, Raffi Ahmad bisa lenggak-lenggok di depan kamera hanya modal Face Shield tanpa masker, lho. Padahal kata Pak Jubir Ahmad Yurianto itu sama saja seperti pakai payung tanpa jas hujan, sudah begitu payungnya Payung Teduh pula.

Kalau dipikir-pikir ini sama saja kayak minta bantuan Tsubasa buat lawan Saitama, atau memohon agar Deddy Corbuzier mempromosikan Pomade, alias sia-sia gak guna, bosqueee~.

Pemerintah kecele untuk kesekian kalinya, Raffi Ahmad makin cerdas dalam menunjukkan tajinya. Naik ini mah brand-brand yang mau nyewa jasa Pak Raffi.

Mungkin maksud Raffi Ahmad dalam acara nongkrong-nongkrong itu adalah memberi pesan pada pemangku jabatan, coba gitu seandainya mau kerja sama dengan influencer dibikin riset dulu yang mendalam.

Bila perlu sewa admin Fadli Zon untuk stalking-stalking sampai akar. Dilihat secara saksama, bukan sekadar berapa jumlah pengikutnya.

Sebab, kalau cuma perkara banyak-banyakan pengaruh dan pengikut, ya jelas bukan Raffi Ahmad yang seharusnya dipilih.

Lah terus siapa?

Jelas HRS dong ya. Kok ya masih pake nanya.

BACA JUGA Jokowi Disuntik Vaksin, Politisi PDIP Ribka Tjiptning Malah Tolak Divaksin dan tulisan Muhammad Nanda Fauzan lainnya.

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2021 oleh

Tags: influencerjokowiRaffi Ahmadvaksin
Muhammad Nanda Fauzan

Muhammad Nanda Fauzan

Mahasiswa Filsafat UIN BANTEN.

Artikel Terkait

Honor Influencer Puluhan Juta, Dosen 300 Ribu! Mengenaskan! MOJOK.CO
Esai

Ketika Influencer Dibayar Belasan Juta, Dosen Cuma dapat 300 Ribu? Dosen Memang Sudah Sering Ikhlas dan Terbiasa Kecewa

7 November 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Kabar

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.