Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

E-Sports: Olahraga yang Diremehkan Itu Akan Dilombakan di Asian Games 2018

Azka Maula oleh Azka Maula
10 Maret 2018
A A
Mobile-Legends-AOV-DOTA-Mojok game valve steam indonesia aplikasi marketplace game

Mobile-Legends-AOV-DOTA-Mojok game valve steam indonesia aplikasi marketplace game

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Stigma negatif sempat dan masih menempel di badan e-sports. Namun, yang diremehkan ini, justru akan dilombakan di Asian Games 2018!”

Jangan meremehkan e-sports. Misalnya DotA 2 dan Mobile Legend (ML), kedunya bisa mengasah cara berpikir, kerjasama tim, ketangkasan tangan, hingga kontrol emosi yang namaste. Paket komplet, bukan?

Iklan

Hal ini membuktikan kalau main game, dalam realita kekinian, nggak melulu nyari fun aja. Di sana kita bakal diajarkan rasa sakit yang mendalam. Misalnya, ketika kita sedang main DotA 2 dan dalam posisi memimpin. Kemudian, tiba-tiba, pacar menelepon untuk sekadar nanyain “kamu lagi apa?”

Langsung buyar semuanya. Kamu kehilangan konsentrasi dan tim kamu terkepung musuh dalam sekejap. Sudah mengacau di DotA, kena omel pacar lagi karena enggak langsung ngerespons karena kamu sibuk marah-marah karena kalah. Pedih!

Salah satu atlet DotA 2 dari tim Freedom Gaming, Dwiki Oviarta, juga pernah mengalami hal serupa. Tak hanya sekadar kena omel pacar, Dwiki bahkan meresa atlet e-sports masih dipandang sebelah mata oleh banyak orang, terutama keluarganya sendiri karena tiap hari kerjaannya cuma main game. Tidak berfaedah katanya. Buang-buang waktu katanya.

Apakah pembaca tahu bahwa tahun lalu, total hadiah kompetisi e-sports DotA 2 mencapai 277 miliar rupiah! Memang, kamu harus sangat jago untuk bisa berbicara banyak di kompetisi ini. Jadi, dibutuhkan latihan dengan durasi tinggi dan modal yang besar. Tapi, bukankah sama saja dengan olahraga lain, yang butuh latihan secara intensif dan modal untuk membeli peralatan.

Stigma buruk yang dihadapi oleh pemuda-pemudi generasi milenial yang ingin merintis karier sebagai atlet e-sports adalah stigma buruk yang didapat kebanyakan dari lingkungan terdekatnya. Stereotip main game yang sedari dulu hanyalah sekadar buang-buang waktu dan tiada gunanya telah merasuki sanubari para orang tua maupun pelaku generasi milenial itu sendiri.

Padahal jika dilihat progresnya, game sudah berkembang sangat pesat. Game-game zaman baru, terutama dengan mode online, sudah meninggalkan kesan “fun” di dalamnya. Sebut saja DotA2, FIFA, Mobile Legend, Arena of Valor, dst, dst, dst.

Kalau dulu kita mainan Super Mario Bros yang tujuan akhirnya adalah menyelamatkan tuan putri, jaman sekarang game dibuat tak hanya sekadar itu saja. Game yang dihadirkan tak memiliki tujuan akhir yang pasti, para pemain yang menentukan tujuan akhirnya sendiri.

Dan menariknya, tujuan akhir dari sebuah game, bukan melulu soal game itu sendiri. Misalnya, mengalahkan rival online atau mengalahkan gamers dengan nama-nama besar. Tentunya, gamers pro ini jago banget. Sebut saja Suma1l atau Abed di DotA.

Kalau untuk Mobile Legend, salah satu target menantang adalah menjadi top global, apalagi kalau bisa tiga kali berturut-turut. Setelah mencapai tujuan-tujuan itu, para gamers baru bisa tenang untuk beristirahat, alias pensiun.

Percayalah, mencapai tujuan-tujuan tersebut sungguh tiada mudah. Kalian harus rela kehilangan waktu-waktu berharga bersama orang-orang terdekat. Butuh usaha ekstra keras, tim yang mumpuni, dan sponsor yang banyak. Lho jangan salah, untuk menjadi pemain pro bukan cuma waktu saja yang harus terbuang, duit juga (kalau kalian belum punya sponsor).

Perkembangan e-sport

Perkembangan e-sports dalam realita kekinian juga sangat bagus. Di beberapa negara, seperti Korea Selatan dan Jepang, pendidikan e-sports sudah ditanamkan sejak dini. Hal tersebut membuat Presiden Indonesia, Joko Widodo, pada tahun lalu berseloroh ingin memasukan elemen e-sports dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Hal ini kemungkinan akan benar-benar dilakukan oleh pemerintah, mengingat cabang e-sports bakal menyemarakkan Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta dan Palembang. Pemenang cabang e-sports tahun ini memang belum berhak mendapatkan medali.

Nah, dalam gelaran selanjutnya pada tahun 2022 di Cina, pemenangnya tak hanya mendapatkan hadiah, namun juga medali seperti cabang-cabang olahraga lainnya.

Kabarnya, dua game yang bakal dikompetisikan di Asian Games tahun ini adalah DotA 2 dan FIFA. Yah, dua game yang membutuhkan kepiawaian pemainnya dalam mengatur serangan dan pertahanan secara bersamaan.

Banyak yang sudah mendapati manfaat nyata dari bermain game itu sendiri, kalian pasti tahu Andhika British yang ngomongnya keminggris itu juga menyatakan bahwa salah satu gurunya adalah game online.

Iklan

Para pahmud dan mahmud nggak perlu cemas jika anak-anaknya gemar mantengin gawainya. Kali aja mereka lagi main Mobile Legends yang siapa tahu bakalan diikutkan di Asian Games.

Yah, jika kalian nggak jago-jago banget main Mobile Legends atau DotA dan pengen dapat untung di sana, tenang saja.

Kalian bisa jadi Youtuber seperti kebanyakan gamers lainnya. Kalau saya sih berharap Mobile Legend juga bisa ikutan di kompetisi besar macam Asian Games atau PON. Biar pacar saya nga ngomel-ngomel tiap kali lagi ngegame. Udahlah dibacotin temen setim eh ditambah omelan pacar.

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2021 oleh

Tags: asian games 2018cinadotae-sportsjakartaJoko WidodojokowiMobile Legendmobile legendspalembangTangkasterbaru
Azka Maula

Azka Maula

Ilustrator Mojok.

Artikel Terkait

kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Motor Honda Verza tua itu 12 tahun menemani saya mengejar rezeki MOJOK.CO

Jok motor Honda Verza tua itu sudah sobek, tangki penyok, spion patah diserempet truk, tapi menolak pensiun menemani saya 12 tahun mengejar rezeki menembus pegunungan Banjarnegara

27 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.