Tahun ini boleh jadi adalah tahun yang baik bagi seluruh manusia yang pernah dan masih mbolos sekolah hanya untuk nongkrong di rental PS dan kemudian menghabiskan waktu seharian bermain PES. Maklum saja, baru-baru ini, FIFA sebagai induk olahraga sepakbola di dunia mengumumkan akan merilis kompetisi piala dunia online game sepakbola atau bahasa kerennya, eWorld Cup.

Hajatan turnamen bertajuk FIFA 18 Global Series ini akan menjadi piala dunia online pertama di dunia.

Untuk mengadakan turnamen online ini, FIFA berkolaborasi dengan pengembang Electronic Arts (EA).

Dalam piala dunia online ini, semua orang boleh ikut, tidak ada batasan agama, tim favorit, apalagi pilihan politik. Semua punya hak yang sama.

Nantinya, seluruh pemain yang mendaftar diharuskan mengikuti babak kualifikasi. Dari jutaan peserta, akan dipilih hanya beberapa ratus pemain yang akan berkompetisi dengan 128 pesaing papan atas yang terdiri dari 64 pemain dari PlayStation 4 dan 64 pemain dari Xbox One di babak yang diberi nama Global Series Playoffs.

Di babak Global Seriea Playoffs, seluruh pemain akan bermain menggunakan peranti konsol dengan kualitas terbaik yang disediakan oleh pihak penyelenggara. Hal ini tentu saja untuk menghindari adanya alasan kalah karena stiknya nggak enak seperti yang biasa terjadi di banyak rental PS di seluruh dunia, khususnya Indonesia.

Dari seluruh peserta babak Global Series Playoff, nantinya akan disaring menjadi 32 pemain terbaik yang akan mengikuti putaran final.

“FIFA eWorld Cup Grand Final akan memastikan perayaan EA Sports FIFA di level tertinggi. 32 pemain terbaik dunia yang bertahan dalam seri global akan bersaing untuk dimahkotai sebagai raja FIFA yang tak terbantahkan di Grand Final,” demikian keterangan resmi dari EA.

BACA JUGA:  Terancam Putus Silaturahmi karena Futsal dan Masak

Piala dunia online ini dinilai akan menjadi sinyal yang baik bagi seluruh kegiatan sepakbola yang bisa dikompetisikan. Jika sebelumnya FIFA sebagai induk olahraga sepakbola hanya menggelar piala dunia sepakbola, sepakbola pantai, dan futsal, sekarang FIFA sudah berani menggelar piala dunia game sepakbola. Ke depannya, tidak tertutup kemungkinan FIFA bakal menggelar piala dunia yang tidak berhubungan langsung dengan lapangan sepakbola, misal piala dunia suporter sepakbola, atau piala dunia komentator sepakbola.

Yang disebut terakhir bahkan bisa menjadi harapan baru bagi Indonesia. Sebab, Indonesia selama dikenal punya banyak talenta-talenta berbakat dalam dunia komentator sepakbola. Maklum, tulang rahang orang-orang Indonesia dikenal jauh lebih kuat ketimbang tulang kakinya.

Komentar
Add Friend
No more articles