Otak saya lagi lagi mumet, akibat kalah kompetisi PES 2017 yang diadakan oleh Bekraf. Iya, Bekraf. Bekraf yang Badan Ekonomi Kreatif itu. Salah satu lembaga pemerintah nonkementerian yang dipimpin oleh Triawan Munaf, Bapaknya Sherina.

Lembaga itu konon dibikin presiden dengan tujuan “Tidak hanya untuk melindungi para pekerja kreatif, tetapi juga agar ada keberpihakan yang konkret dari pemerintah untuk kemajuan ekonomi kreatif baik dari sisi infrastruktur maupun pendanaan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN”.

Tahun ini Bekraf menggelar acara untuk gamers selama dua hari. Acara bertajuk Bekraf Game Prime 2017 ini dimeriahkan puluhan pembuat gim lokal yang mencari dukungan agar bisa menjadi (((tuan rumah di negeri sendiri))).

Meski acaranya kecil, tapi ada sejumlah gim yang bagus. Contohnya, Legrand Legacy. Bisa dimainkan langsung di Bekraf Game Prime 2017. Pertama kali main, saya yakin, hampir tidak ada yang menyangka kalau gim yang mengusung genre JRPG (Japanese Role Playing Game) itu adalah buatan anak negeri. Tepatnya dari Bandung.

Bagi penyuka Final Fantasy, Chrono Cross, Chrono Trigger, atau gim sejenis lainnya, pasti bakal langsung jatuh cinta. Tampilan grafis saat mode battle-nya sangat asik. Tak ketinggalan sejumlah misi dan quest yang tentu bikin permainan semakin menarik.

Gim ini tidak terkenal? Anda salah. Gim ini salah satu gim lokal yang mendapat banyak pengakuan di dunia internasional. Sebut saja sebagai finalis di Pitch Competition 2017 di ajang SXSW di Amerika Serikat. Juga finalis di kategori Indie di Casual Connect 2017 di Singapura.

Baca juga:  Hari Santri, Hari TKI

Tak hanya itu, Legrand Legacy juga terpilih sebagai official selection di Bonus Stage, London. Dan paling fenomenal adalah ikut serta di ajang E3 2017 di Los Angeles. Sekadar info, E3 adalah expo tempat semua pabrikan, pengembang, dan pecinta gim berkumpul dan merilis semua informasi terkait gim terbesar di dunia.

Bagi yang penasaran, bisa mencoba di Bekraf Game Prime pada 29-30 Juli. Saat ini memang hanya bisa dimainkan di PC. Rencananya, akan dirilis resmi di Steam pada September mendatang. Dan kabar baiknya, gim itu juga akan dirilis untuk konsol PS4 pada tahun depan.

Saya memang tidak bisa lama mencobanya, selain karena antrean sudah panjang, juga ada batuk-batuk kecil dari penjaga booth. Pertanda bahwa saya sudah cukup lama main. Maaf, ya … saya berasa di rumah.

Saya sebenarnya tidak sengaja memainkannya. Sebab booth-nya berdekatan dengan lokasi pertandingan PES 2017 yang saya ikuti. Kebetulan, sekali lagi kebetulan, saya kalah di kompetisi itu. Bukan karena saya tidak jago. Kurang beruntung saja. Ingat, ya … K.U.R.A.N.G B.E.R.U.N.T.U.N.G.

Mungkin karena saya merancap saat mandi pagi. Menyesal saya.

Meski kalah dan emosi karena musuh tidak jago tapi menang, saya akhirnya bisa merasakan salah satu gim lokal yang sangat keren. Bener, deh, kudu nyoba selagi sempat. Apalagi ini acara pemerintah, sayang dong kalau nggak disamperin. Wong ini bikinnya pakai duit kita juga. Dukung ekonomi kreatif!

Baca juga:  Rekonsiliasi atau Revolusi dari Mas Kaesang Pangarep

Kalau bukan kita yang mendukung, siapa lagi?

Apalagi nanti Bekraf rencananya akan mengundang grup asal Korea, Girls’ Generation atau SNSD ke Jakarta. Sempat beredar kabar SNSD diundang untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan ke-72 yang bertajuk “Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan”. Nikmat betul. Tapi kemudian diralat Pak Triawan Munaf, bahwa SNSD yang diundang pada acara Countdown to Asian Games 2018, yang bertepatan dengan perayaan kemerdekaan.

Meskipun menurut rilis Kementerian PAN-RB, Bekraf dapat rapor merah—kalau nggak salah dapat nilai C, saya tetap mendukung rencana tersebut. Sebagai SONE, tentu saya senang. Kapan lagi ada kesempatan emas melihat Yoona dari dekat?

Semoga personil SNSD-nya datang semua ya, Pak Triawan. Amiiin!

Sebagai mantan mahasiswa milenial, saya tahu pasti: kombinasi antara girlband Korea dan nilai C itu memang dialami hampir seluruh mahasiswa di Indonesia, Pak. Jadi tidak perlu khawatir dan jangan berkecil hati, Pak. Terus maju, dan semoga tahun depan lebih baik.

Prinsip saya: jangan sampai gim menganggu kuliah. Jadi, biar dapat nilai C dan isi hard disk penuh dengan video musik SNSD, selama masih punya uang untuk main gim, selama itu pula saya bisa bahagia.

Yang penting bahagia, Pak Triawan .… Dan kayaknya Pak Presiden Jokowi juga bakal bahagia kok menyambut kedatangan SNSD. Lumayan kan kalau beliau bisa nge-vlog bareng Yoona?

Komentar
Add Friend
No more articles