Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Pengendara Honda Astrea Siap Saingi Vespa dalam Hal Persaudaraan

Hendi Abdurahman oleh Hendi Abdurahman
9 Maret 2020
A A
honda astrea MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Perlu kamu ketahui, sekarang ini banget, rasa persaudaraan di antara pengendara keluarga Honda Astrea itu sangat kuat. Nggak kalah sama pengendara Vespa, kok.

Siapa bilang cuma pengendara Vespa yang punya nilai persaudaraan tinggi di jalanan? Kini, pemilik Honda Astrea Grand, Honda Astrea Prima, hingga Honda Astrea Legenda juga punya rasa persaudaraan yang tinggi. Love banget.

Oke, saya akui kalau pengendara Vespa memiliki rasa kebersamaan yang kuat ketika bertemu di jalan. Entah itu sekadar saling sapa, saling lirik, atau hanya saling senyum. Tapi tunggu, zaman terus bergerak dan kini motor keluarga Honda Astrea juga punya rasa persaudaraan yang sama kuatnya seperti pengendara Vespa.

Ucapan Radhitya, teman Okti Fathony, yang menyebutkan bahwa di Indonesia, hanya para pengendara Vespa yang akan saling sapa dan bantu di jalanan perlahan mulai terbantahkan.

Begini ceritanya….

Saya tinggal di Bandung. Kamu tentu tahu kalau senja di Bandung adalah waktu yang tepat untuk ngopi motoran. Saya keluarkan Si Kuya, nama motor Astrea Legenda kesayangan saya. Sorry to say, meskipun cuma punya motor bermesin 100 cc, saya tempatkan dia di garasi. Di tempat terhormat, bukan di pinggir rumah.

Sebelumnya, saya nggak punya kepercayaan diri buat sengaja motoran ke jalan raya pakai Si Kuya, keluarga Honda Astrea itu. Sejak dibeli sekitar lima tahun lalu (tentu saja beli bekas), nggak ada yang bisa dibanggakan dari Si Kuya ini.

Sebabnya, kendati lebih muda dari Honda Grand, motor keluaran 2002 itu lebih cocok buat angkut galon yang peruntukkannya hanya gerak dari gang ke gang, alih-alih sebagai kendaraan jalan-jalan. Jok sobek sampai kelihatan busa kuning, suara “ngik-ngik”, pokoknya reyot.

Kepercayaan diri saya mulai muncul setelah Si Kuya melipir ke bengkel. Padahal hampir satu tahun lebih kesayangan saya ini tidak mencium bau oli. Perbaikan pun dimulai. Mulai dari ganti busi, oli, kampas rem, jok, spakbor, foot step, dan yang paling berpengaruh, ganti sayap dengan yang berwarna putih.

Meskipun masih jauh dari kata bagus, bukan hanya saya yang mulai percaya diri, tapi Si Kuya sendiri kelihatan lebih gagah dan bergairah. Mesin enak, kaki-kaki oke, dan dia mulai berani lari-lari kecil. Pengennya sih restorasi penuh biar nggak malu-maluin ketika buat pamer di Instagram. Tapi…mahal, cuy.

Titik balik lahir di sini. Untuk diketahui, di Bandung (dan mungkin di kota-kota lainnya), motor jadul seperti keluarga Honda Astrea ini sedang booming. Buktinya, tujuh dari sepuluh perempatan yang saya lalui kerap dihinggapi Honda Astrea yang juga turut berhenti dengan setelan orisinal dan dipakai oleh anak muda.

Saya, yang nggak tahu perkembangan motor, sempat terheran-heran ketika disenyumin pengemudi motor Honda Astrea lain. Saya kasih senyum balik, dong, walaupun apaan sih disenyumin cowok. Di lain hari, saat hendak nongkrong di salah satu cafe di daerah Sekeloa, parkiran pun hampir didominasi motor Honda Astrea.

Lalu tibalah hari itu. Cuaca Bandung yang akhir-akhir ini hujan melulu, mengakibatkan banyaknya genangan air di sana-sini. Saat berkendara dalam perjalanan pulang, motor saya mati karena busi kebasahan. Saat hendak menelepon seorang kawan untuk dimintai pertolongan, datang pengendara Honda Astrea lain yang membantu.

“Kunaon, Kang?” tanyanya.

Iklan

“Pareum. Jigana busi baseuh,” jawab saya.

Pria bernama Deni itu pun membantu memperbaiki motor saya. Ia meminjamkan busi cadangannya. Sekitar 20 menit kemudian, Si Kuya kembali nyala.

“Sipp, Kang. Hurung deui.”

“Wah, nuhun pisannya.”

Dalam hati, “Wooow barudak Honda Astrea sekut juga! Kini nggak hanya barudak Vespa yang memiliki rasa persaudaraan di jalanan.”

Setelah kejadian itu, lama-lama kok saya makin sayang sama Si Kuya. Dikit-dikit dipandangi, debuan dikit dilap. Dan ketika pandangan menuju pelat nomor, baru saya sadar kalau Si Kuya udah lama “mati”. Sudah saatnya ganti pelat nomor. Sudah lama nggak bayar pajak. Masyaallah!

Tapi ya, ntar aja nunggu ada duit….

Yang jelas, kini saya bisa niru-niru Takaki Tono dalam anime lawas 5 CM per Second. Meski sedikit beda, Takaki mengendarai Supercup 800, Si Kuya kesayangan saya bisa melewati Jembatan Pasupati dan melibas jalanan Bandung. Tentu dengan kewaspadaan penuh, takut ada polisi yang sedang razia. Hehehe….

Kalau Si Kuya mati di tengah jalan? Ya nggak usah khawatir, rasa persaudaraan pengendara Honda Astrea nggak kalah sama pengendara Vespa. Ntar juga datang Deni Deni yang lain.

BACA JUGA Mengendarai Honda Grand 1997 dengan Jiwa Harakiri atau tulisan bau oli lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2020 oleh

Tags: ganti olihondahonda astreaHonda GrandHonda PrimaInstagramMotor Hondavespa
Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Artikel Terkait

Motor Vespa Matic Primavera 150 warna hijau toska
Sehari-hari

Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu

19 Februari 2026
Honda Scoopy, Bukti Perempuan Beli Motor Berdasarkan Warna Lipstik MOJOK.CO
Otomojok

Honda Scoopy Adalah Bukti Bahwa Perempuan Memilih Motor Berdasarkan Kode Warna Lipstik, Bukan Berdasarkan Kemampuan Mesin

27 Januari 2026
5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak
Pojokan

5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

25 Januari 2026
2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO
Ragam

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nyaris dicurigai kumpul kebo di penginapan Jogja saat Valentine. MOJOK.CO

Sisi Gelap Penginapan “Murah” di Jogja, Ramai dan Untung Saat Valentine Berkat Anak Mudanya yang Hobi Kumpul Kebo

14 Februari 2026
Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
Lapangan Padel di Jakarta Selatan bikin Stres Satu Keluarga. MOJOK.CO

Nestapa Tinggal di Perumahan Elite Jakarta Selatan Dekat Lapangan Padel, Satu Keluarga Stres Sepanjang Malam

19 Februari 2026
Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja MOJOK.CO

Klitih dan Normalisasi Kekerasan: Alarm Bahaya dari Jalanan Jogja

16 Februari 2026
Imlek 2026 di Candi Prambanan dan Candi Borobudur. MOJOK.CO

Tahun Kuda Api Imlek 2026: Mencari Hoki Lewat Kartu Tarot di Antara Kemegahan Prambanan dan Borobudur

15 Februari 2026
Pemilik kos di Depok, Sleman, Jogja muak dengan tingkah mahasiswa asal Jakarta yang kuliah di PTN/PTS Jogja MOJOK.CO

Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah

20 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.