• 15
    Shares

MOJOK.CO Mojok Institute telah mengumpulkan data mengenai hal-hal apa saja yang sebaiknya tidak kamu lakukan saat melewati genangan air hujan di jalan

Musim hujan telah tiba dan membuat problematika kita berkembang dari sekadar “patah hati” menjadi “patah hati dan basah kehujanan”. Bagi pengguna jalan, hal yang perlu dipersiapkan selain payung atau mantel adalah kesigapan dan kepedulian terhadap lingkungan, alias kewaspadaan terhadap lubang-lubang jalanan yang langsung terisi air hujan.

Ya, Saudara-saudara; genangan air hujan, meski terdengar sepele, nyatanya bisa menjadi masalah menyebalkan. Saya pernah dengan pedenya melaju di atas motor, melewati sebuah genangan air yang terlihat normal. Lah jebul, genangan tadi menutupi sebuah lubang yang cukup dalam untuk membuat saya terkejut sambil latah, “Eh monyong, monyong!”

Berangkat dari kehebohan genangan air di masa musim penghujan, Mojok Institute telah mengumpulkan data mengenai hal-hal apa saja yang sebaiknya tidak kamu lakukan saat melewati genangan air di jalan. Bukan apa-apa, ini semua demi keselamatanmu.

1. Jangan Ngebut

Dengan alasan yang sama seperti apa yang saya alami, kamu sangat disarankan untuk tidak melaju dengan kecepatan tinggi. Selain karena bisa berbahaya, hal ini juga bakal mengganggu pengguna jalan lain. Maksud saya, kamu tentu nggak mau, kan, lagi jalan pelan-pelan saat hujan, lalu malah kecipratan air genangan secara mendadak hanya karena ada kendaraan yang ngebut seenaknya saja???

Baca juga:  Makassar, Kota Tanpa Payung

2. Jangan Pakai Sepatu

Saran kedua, hindari mengenakan sepatu, lengkap dengan kaus kakinya. Bahkan, sejak hujan turun di awal, segera kenakanlah sandal untuk menghindari kaki yang basah dan terkungkung dalam alas kaki, seperti sepatu. Selain bakal menjadikan kakimu bau, repot juga kalau kamu harus menjemur ulang kaus kaki dan sepatumu gara-gara basah karena hujan dan genangan air, bukan?

3. Jangan Dikuras

Ya, betul: mentang-mentang genangan air tadi cukup tinggi dan banyak dan mengganggu pengguna jalan, nggak perlulah kamu turun dan menguras habis genangan tersebut dari lubang jalanan yang dimaksud. Selain bakal menyebabkan kemacetan gara-gara kamu mendadak turun dan nangkring di tengah jalan, kamu juga bakal membuang-buang waktumu sendiri—apalagi kalau hujan masih turun!

4. Jangan Buat Mancing

Kebiasaan sebagian besar orang Indonesia adalah mengganggap semua kubangan air sebagai tempat bermukimnya ikan-ikan yang bisa dipancing. Got kecil di rumah saya, misalnya, dulu sering sekali jadi tempat mancing teman-teman sebaya, padahal isinya cuma kecebong. Selokan yang lebih besar bahkan selalu jadi sasaran pancing bapak-bapak sambil merokok di lain hari. Nah, berangkat dari pengalaman ini, bukan tidak mungkin kalau kamu juga berpikir genangan air adalah tempat yang tepat untuk mencari ikan gurame.

Duh, plis, lah!

5. Jangan Buat Berendam

Ada beberapa orang yang sangat terobsesi dengan bathtub di kamar mandi sehingga merasa bahwa berendam adalah sebuah privilege yang menyenangkan. Teman saya pernah rela mandi berendam sampai pukul 3 pagi hanya karena ke-excited-an ini, begitu pula dengan adik saya yang mandi berjam-jam setiap kali kami mengunjungi hotel dengan bathtub di kamar mandinya.

Baca juga:  Bagi Manusia Maupun Buaya, Diusir dari Rumah Sendiri Sama Menyakitkannya

Berangkat dari hal ini, Mojok Institute berpesan: nggak usahlah kamu turun dari kendaraan atau melempar payungmu hanya untuk nyebur ke genangan air, bawa sabun, dan berendam. Alih-alih terlihat aesthetic, berendam di genangan air hujan justru membuatmu tampak sedang berkubang, dan kami rasa itu adalah ide yang buruk

Yah, daripada berkubang di genangan air, mendingan kamu berkubang di genangan kebahagiaan, misalnya dengan memeluk pacar erat-erat saat dibonceng dan melewati genangan air.

Tapi, yah, tahu apa saya soal kebahagiaan pacaran? Ckck!

  • 15
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles