Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Honda CRF 150L, Motor Mahal yang Menyalahi Kodrat Alami Motor Honda

Mita Idhatul Khumaidah oleh Mita Idhatul Khumaidah
5 Februari 2025
A A
Honda CRF 150L, Motor Mahal yang Menyalahi Kodrat Alami Motor Honda MOJOK.CO

Ilustrasi Honda CRF 150L, Motor Mahal yang Menyalahi Kodrat Alami Motor Honda. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah saya mencobanya sendiri, ternyata Honda CRF 150L enak juga. Ini adalah motor mahal yang justru menyalahi kodrat alami motor Honda.

Belakangan ini, produsen sepeda motor memiliki kecenderungan aneh untuk menggabungkan semua kebaikan motor matik dengan arco tukang. Mereka berkompetisi sengit dalam menyediakan bagasi seluas mungkin. 

Seolah-olah motor yang tak mampu memuat 2 helm di bagasinya adalah sebuah aib. Mereka lalu mencantumkan volume bagasi itu pada brosur dengan huruf tebal penuh kebanggaan: Motor Kami Punya Bagasi Sampai 25 Liter!

Itu adalah fitur yang bagus dan berguna. Namun, dampaknya adalah hampir tidak ada lagi motor matik berdesain ramping selain motor di kelas bawah. Aerox, N-Max, PCX, Vario 160. Semuanya memiliki lebar bodi yang kelewat menyiksa untuk ukuran rata-rata wanita Indonesia.

Oleh sebab itulah saya, pada suatu senja yang berhujan, menggenggam jemari Mas Bojo dan menatap matanya dalam-dalam dan berkata. Bahwa demi kemaslahatan bersama, alangkah baiknya bila Mas Bojo menjual PCX kami. 

Saya juga mengutarakan keinginan untuk menunggangi motor yang ramping, lincah, enak dikendarai sekaligus memberi rasa bangga untuk dimiliki. Suzuki Satria injeksi, contohnya. Meski pada akhirnya nanti, Honda CRF 150L yang sampai di rumah.

”Kamu pengen jadi joki drag?” Tanya Mas Bojo dengan raut wajah keheranan, yang saya sanggah karena setahu saya menjadi joki balap drag tak mensyaratkan kepemilikan Satria injeksi. 

Mas Bojo terdiam selama beberapa menit sebelum mengangguk dan tersenyum. “Tapi idemu boleh juga. Aku setuju.”

Matik bongsor itu kami jual seminggu kemudian. Pada pekan berikutnya, sebuah Honda CRF 150L terparkir manis di garasi rumah.

Sulit membayangkan Honda CRF 150L adalah motor mahal

Tiga hari penuh saya habiskan untuk memahami alasan Mas Bojo memboyong CRF 150, bukannya Satria seperti yang saya minta. Dan 3 hari selanjutnya saya gunakan untuk memahami alasan Honda menciptakan motor ini.

Honda CRF 150L yang dibeli seken oleh Mas Bojo adalah produk 2017, dan lihatlah dengan teliti semua bagiannya! Ada beberapa komponennya yang berbagi dengan Honda Verza. Mulai dari mesin, speedometer, spion, hingga lampu sein. Kuncinya mungkin mencomot dari Supra Fit, atau Astrea Impresa, sebab jangankan pakai sistem keyless, kunci CRF bahkan tidak punya penutup magnetik. Parah!

Dari cerita pengguna Honda CRF 150L lain yang bertebaran di internet, saya jadi tahu bahwa motor ini cuma punya 5 percepatan dengan kecepatan puncak mencapai, hmm, 100 kilometer per jam. Janganlah diperbandingkan dengan Verza, CRF 150L bahkan lebih pelan ketimbang Supra batok getar.

Pertanyaan terakhir yang menggelayut tinggallah ini: Dengan semua kekurangan yang dimilikinya, apa yang membuat Astra cukup edan membanderol Honda CRF 150L belasan juta lebih mahal ketimbang Verza yang menjadi basisnya?

Menjajal untuk kali pertama

Tepat di hari ke-7 sejak kedatangannya, demi menghadiri pengajian rutin di kecamatan sebelah. Saya memberanikan diri untuk menjajal motor tersebut. Honda CRF 150L adalah motor paling tinggi yang pernah saya jajal, dan saya kesulitan untuk mendaratkan pantat dengan nyaman di joknya yang kecil dan keras. Ini satu lagi kekurangan yang saya temukan!

Iklan

Namun, ternyata kaki saya bisa menapak dengan nyaman di motor setinggi ini. Proporsi bodi motor ini yang terbilang cungkring membuat saya tak perlu mengangkang seperti gorila. Dan ketika motor ini sudah melaju, saya jadi mengerti mengapa orang-orang menggandrungi Honda CRF 150L ketimbang Verza yang lebih murah.

Pertama, tentu saja faktor posisi berkendaranya. Setang Honda CRF 150L, sebagaimana lumrahnya motor trail, didesain lebih tinggi dan lebar ketimbang setang motor di kategori lain. Hal ini memberi 2 keuntungan, yaitu posisi berkendara yang lebih rileks dan pengendalian yang luar biasa. CRF 150L punya handling juara yang membuatnya benar-benar nurut untuk diajak bermanuver macam apa aja.

Kini saya mengerti alasan kepolisian punya unit Honda CRF 150L sebagai motor dinas di tiap polsek. Meskipun letaknya jauh dari hutan.

Kedua, Honda CRF 150L punya suspensi paling mumpuni di kelas motor 30 jutaan. Pemakaian suspensi depan upside-down memang selalu tampak keren, apalagi suspensi depan CRF 150L dipasok oleh Showa.

Baca halaman selanjutnya: Motor yang menyalahi kodrat alami Honda.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Februari 2025 oleh

Tags: CRF 150CRF 150LhondaHonda CRFHonda CRF 150LHonda VerzaMotor HondaSuzuki Satria injeksi
Mita Idhatul Khumaidah

Mita Idhatul Khumaidah

Staf pengajar dan pelapak daring paruh waktu, ibu rumah tangga penuh waktu.

Artikel Terkait

Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO
Catatan

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)
Pojokan

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

7 Januari 2026
Omong Kosong Pemuja Hujan Musuh Honda Beat dan Vario MOJOK.CO
Otomojok

Pemuja Hujan di Bulan Desember Penuh Omong Kosong, Mereka Musuh Utama Pengguna Beat dan Honda Vario

27 Desember 2025
Megapro, Motor Honda Paling Mengenaskan Sepanjang Sejarah
Otomojok

Megapro Adalah Motor Honda yang Nasibnya Paling Mengenaskan: Kisah Sang Legenda Dipaksa Mati demi Adik yang Nggak Lebih Baik

3 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

cerita fresh graduate magang di kemkomdigi dapat gaji magang layak. MOJOK.CO

Pengalaman Fresh Graduate Magang di Instansi Pemerintah Kemkomdigi, Dapat Gaji Setara UMP tapi Harus Benar-benar Siap Kerja

23 Januari 2026
Event bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan jadi berkah bagi driver obol Jakarta MOJOK.CO

Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora

20 Januari 2026
OTT Wali Kota Madiun

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
Para loyalis bulu tangkis. menabung demi nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO

Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 

23 Januari 2026
Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026 MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.