MOJOK.COTrump bilang, usulan rencana perdamaian ini selain akan mengakhiri konflik Israel dan Palestina, juga menguntungkan kedua belah pihak kok. Tapi ya mana ada orang waras yang percaya sama bullshit kayak gitu.

Sebuah proposal yang disebut sebagai “The Deal of The Century” (Kesepakatan Abad Ini) yang katanya bisa menyelesaikan konflik terpanjang dan teruwet di Timur Tengah antara Israel dan Palestina baru saja diluncurkan oleh Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dan… Presiden Amerika Donald Trump.

Eh, kok presiden Amerika? Harusnya presiden Palestina nggak sih? Kan kalau mau mengakhiri konflik bukannya orang yang berkonflik yang harus bersepakat, ya? Lah, ngapain malah Amerika yang bikin kesepakatan?

Yhaaaa, bukan Donald Trump namanya kalau nggak bikin kita bingung sama kelakuannya yang sakkarepe dewe itu.

Kalau jadi diilustrasikan, proposal perdamaian yang dia keluarkan tuh situasinya awkward kayak gini:

No one:

Literally no one:

Donald Trump: Jadi aku punya usulan biar konflik Israel-Palestina bisa diselesaikan. Caranya, Palestina harus ridho dan nerimo wilayahnya dianeksasi. Sebagai hadiahnya, nanti diakui jadi negara merdeka deh.*

(*Syarat dan ketentuan berlaku)

Oh iya, boleh juga jadiin Yerusalem ibukota. Tapi Yerusalem yang bagian timur. Maksudku, Yerusalem yang daerah pinggirannya, soalnya Yerusalem bagian kota bakal tetep punya Israel.

Gimana warga Palestina? Menarik bukan rencananya?

Udahlah terima aja, kalian tuh nggak capek apa konflik dan jadi negara miskin yang minta bantuan internasional terus??? Kalau damai, kalian bisa dapat kehidupan yang jauh lebih baik.

Benyamin Netanyahu: DUKUNG!!1!!

Orang Palestina: Kehidupan yang lebih baik MATAMUUU.

Oiya, FYI, proposal perdamaian yang diajuin Trump dan Natanyahu ini momentumnya pas banget ketika Netanyahu didakwa korupsi dan our one and only Donald Trump dalam usaha dimakzulkan oleh kongres. Ini jadi mencurigakan karena proposal perdamaian ini seakan-akan dibikin buat narik simpati masyarakat biar mereka kepilih lagi di pemilu berikutnya.

Baca juga:  Tifatul Sembiring yang Baru Tahu Gus Yahya itu Kiai dan Gus Dur yang Bukan Kiai Abdurrahman Wahid

Emang apa aja yang diajukan dalam proposal perdamaian yang dibikin AS ini?

1. AS akan mengakui kedaulatan Israel yang pembagian batas-batas wilayahnya (mana yang jadi wilayah Israel, mana yang jadi wilayah Palestina) diilustrasikan di twitnya doi.

2. Yerusalem akan tetap jadi ibu kota Israel. Nggak akan ada tawar-menawar lagi soal itu. Palestina sendiri nanti boleh punya ibu kota di Yerusalem timur, di daerah pinggiran. AS bakal mengakui kedaulatan Palestina dengan bikin kantor kedutaan di sana.

3. Nggak akan ada orang Palestina atau Israel yang digusur dari rumahnya. Itu artinya orang Israel yang diem di daerah Tepi Barat yang aslinya wilayah Palestina itu bakal dibiarin aja.

4. Tempat-tempat suci di Yerusalem bakal dikelola oleh Yordania, biar nggak rebutan lagi.

5. Warga Palestina dikasih waktu 4 tahun untuk mempelajari kesepakatan dan melakukan negosiasi dengan Israel. Selama waktu 4 tahun ini, wilayah yang dijanjikan untuk Palestina tidak akan diganggu, akan dibiarkan terbuka dan tidak dibangun apa-apa dulu.

Tambahan: Netanyahu minta orang Palestina harus mengakui kedaulatan Israel sebagai negara Yahudi.

Siapa yang diuntungkan atas usulan rencana perdamaian ini?

Trump bilang, usulan rencana perdamaian ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Tapi ya mana ada orang waras yang percaya sama omongan doi soal ini. Mana mungkin menguntungkan kedua belah pihak jika sejak awal, AS tuh bias dan selalu memihak Israel.

Dari poin-poin yang diajukan aja, kita bisa tahu kalo ini tawaran Trump di proposal perdamaian itu isinya kemenangan Israel atas Palestina.

Lagian gimana sih logikanya si Trump ini, bilang kalau ini bakal nguntungin kedua belah pihak tapiiiii orang Palestina disuruh sepakat untuk menyerahkan tanah mereka yang dicuri, ikhlas dan menerima nasib jadi korban aneksasi dan serangan militer yang dilakukan Israel selama ini, udah gitu para pengungsinya nggak bisa pulang gara-gara rumah mereka bakal jadi wilayah Israel. Ya mana mau lah Palestina sepakat sama itu.

Baca juga:  Lupakan Jokowi, Inilah Lima Capres Masa Depan Indonesia

Bagi orang Palestina, kehilangan Yerusalem sebagai wilayah artinya kehilangan identitas dan sejarah besar bangsa mereka. Mana harus mengakui Israel sebagai negara Yahudi lagi, itu kan bakal bikin orang-orang Arab-Palestina yang ada di Israel yang mayoritas Islam dan Kristen jadi makin terdiskriminasi.

Dibanding rencana perdamaian, apa yang dilakukan Trump ini bagi saya malah kayak bikin giveaway wilayah Palestina ke Israel. Wilayah yang jelas-jelas bukan punya dia, dan dikasihkan ke orang yang jelas nggak punya hak soal itu…. Ironinya, bisa-bisanya dia nyebut itu sebagai deal of the century, kesepakatan yang bisa membawa perdamaian.

Alih-alih ngedengerin solusi perdamaian yang diusulin sama Trump, orang yang jelas-jelas hobinya bikin kekacauan, harusnya kalau mau bikin kesepakatan perdamaian, khususnya yang permanen dan berkelanjutan, ya mendudukan Israel dan Palestina dalam satu forum yang sama. Ini mah gimana bisa damai kalau suara orang Palestina sendiri selalu diabaikan.

Padahal, tuntutan Palestina nih selama ini sudah sangat jelas. Nggak neko-neko amat juga. Mereka cuma pengin Yerusalem tetap jadi ibu kota mereka soalnya selain urusan sejarah, Yerusalem adalah rumah bagi 350 ribu orang Palestina. Mereka juga pengin Israel menghormati wilayah mereka yang mencakup Tepi Barat, Gaza, sampai Yerusalem Timur. Terakhir, mereka ingin orang-orang Israel yang secara ilegal menempati wilayah-wilayah itu untuk segera pergi agar para pengungsi Palestina bisa kembali ke rumah dalam keadaan aman dan nyaman. Udah itu ajahhh.

BACA JUGA Menghitung Kekayaan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat Terkaya atau artikel lainnya di POJOKAN.