Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Apa Salahnya Yasonna Laoly Tampil di Konferensi Pers PDIP?

Nia Lavinia oleh Nia Lavinia
17 Januari 2020
A A
konferensi pers yasonna laoly kader pdip ott kpk harun masiku suap komisioner kpu mojok.co

konferensi pers yasonna laoly kader pdip ott kpk harun masiku suap komisioner kpu mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya heran kenapa kehadiran Yasonna Laoly di konferensi pers PDIP menanggapi OTT KPK yang melibatkan kader PDIP Harun Masiku dipermasalahkan banyak orang.

Maksud saya, ya biasa aja lho, dia kan di sana tampil sebagai Ketua DPP bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan (DPP PDIP). Perihal dia punya kerja sampingan sebagai Menteri hukum dan HAM yang harusnya memberikan contoh untuk netral dan tidak memihak–apalagi melibatkan diri dengan partai yang sedang jadi sorotan karena kasus korupsi, itu hal lain yang nggak relevan.

Nggak usah lah kita rame-rame mempermasalahkan ini, kayak nggak ada kerjaan aja. Kan emang bukan rahasia kalau pejabat publik lebih mementingkan kepentingan partai daripada kepentingan rakyat. Lha wong dia dapat jabatan di pemerintahan aja karena jasa partai kok, bukan jasa rakyat. Makanya nggak aneh kalau bela partai jadi agenda utama, masa ujug-ujug disuruh bela rakyat, kan nggak elok itu kalau udah dapat jabatan tapi malah berpihak ke rakyat. Itu apa bukan kacang lupa pada kulitnya?

Lagian apa yang Yasonna Laoly lakukan nggak melanggar aturan kok. Kan di Indonesia nggak ada larangan rangkap jabatan sebagai pejabat publik dan kader partai. Saya sih yakin kalau soal aturan kayak gini, Yasonna yang nyambi sebagai Menteri Hukum dan HAM pasti sudah khatam lah makanya berani terang-terangan menyatakan keberpihakan. Kan ya aneh kalo menteri hukum melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Mikir dong.

Lagian kita ini siapa juga, kok berani-beraninya ngelarang-larang orang yang menunjukan keberpihakan? Itu kan pelanggaran HAM. Hem???

Apa??? Kamu nggak terima soalnya pejabat publik level menteri itu harusnya punya tanggung jawab moral untuk netral dan menunjukan semangat antikorupsi, bukannya malah membela partai yang jelas-jelas sedang tersandung kasus korupsi?

Kamu pikir ini masih era Reformasi apa? Kok bisa-bisanya mikir ada pejabat publik yang punya moral dan integritas kayak gitu. Salah, kita ini sedang balik ke masa Orde Baru tahu. Mbok ya bangun, jangan terjebak dengan kenangan masa depan kalau pejabat publik itu mestinya jujur, berintegritas, dan menghidupi kepentingan rakyat. Pejabat sekarang mana ada yang kayak gitu. Boro-boro menghidupi rakyat, yang ada malah minta penghidupan dari rakyat. Minta fasilitas, minta privilese.

Sekarang jadi makin ngerti kan kenapa Yasonna Laoly tuh nggak salah?

Betul, bukan dia yang salah, tapi kita. Kita salah soalnya kita yang punya harapan terlalu tinggi sama kader partai yang nyambi sebagai pejabat publik. Padahal jelas-jelas bagi mereka, membela kepentingan partai lebih penting daripada menjaga moral dan etika, inget ya, punya moral dan etika nggak akan bisa bikin kamu diangkat jadi menteri. Kalau punya jabatan kader partai baru bisa.

Makanya, lain kali, kalau nggak mau dibikin sakit hati sama pejabat publik kayak gini, kalau mau menangin partai tuh ya, partai yang jelas punya kepentingan untuk rakyat. Jadinya, kalau kadernya nyambi jadi pejabat lagi, ketika memperjuangkan kepentingan partai, dia juga memperjuangkan kepentingan rakyat. Jangan malah pilih partai pragmatis yang mbuh kontribusinya ke rakyat, orang kerjaannya cuman rebutan kekuasaan.

BACA JUGA Pejabat Kita (Pernah) Anti Korupsi, Anti Kepentingan, dan Punya Standar Moral Tinggi atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2020 oleh

Tags: konferensi pers pdipMenteri Hukum dan HAMYasonna Laoly
Nia Lavinia

Nia Lavinia

Mahasiswa S2 Kajian Terorisme, Universitas Indonesia.

Artikel Terkait

Program napis bebas, ronda, tingkat kejahatan, yasonna laoly mojok.co
Pojokan

Terima Kasih, Pak Yasonna Laoly, Berkat Anda Warga Jadi Rajin Ronda

23 April 2020
es teh es kopi reshuffle kabinet gibran rakabuming adian napitupulu erick thohir keluar dari pekerjaan utusan corona orang baik orang jahat pangan rencana pilpres 2024 kabinet kenangan sedih pelatihan prakerja bosan kebosanan belanja rindu jalan kaliurang keluar rumah mudik pekerjaan jokowi pandemi virus corona nomor satu media kompetisi Komentar Kepala Suku mojok puthut ea membaca kepribadian mojok.co kepala suku bapak kerupuk geopolitik filsafat telor investasi sukses meringankan stres
Kepala Suku

Saatnya Presiden Jokowi Merombak Kabinetnya

20 April 2020
Mendukung Keanehan Jokowi, Pak Luhut Binsar Panjaitan, dan Yasonna Laoly MOJOK.CO corona
Pojokan

Mendukung Keanehan Jokowi, Pak Luhut Binsar Panjaitan, dan Yasonna Laoly

3 April 2020
Kilas

ICW Sebut Usul Yasonna Laoly Bebaskan Koruptor Karena Corona Hanya Akal-Akalan Saja

3 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Jangan Remehkan Supra X 125, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang Mojok.co

Jangan Remehkan Supra X 125 Lawas, Usianya Boleh 16 Tahun, tapi Masih Kuat Diajak Mudik Bali-Semarang

25 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.