Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Ketakutan Gara-Gara Anak Kecil Bisa Melihat Makhluk Halus

Redaksi oleh Redaksi
13 Juni 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sepupuku, Alin, adalah satu dari sekian banyak fenomena anak kecil bisa melihat makhluk halus. Menyebalkannya, celetukannya selalu sukses membuatku merinding.

“Kami harus pergi ke kota sebelah. Sebentar saja, besok pagi juga pulang,” kata ibu suatu hari. Tangannya sibuk mengemas pakaian ke dalam tas besar.

Saudara kami di kota sebelah masuk rumah sakit. Ibu dan Ayah, serta Om dan Tante, segera memutuskan menjenguk sejak pagi ini. Konsekuensinya, aku diminta menjaga rumah sekaligus seorang sepupuku yang masih berusia 5 tahun.

Alin, sepupu yang kumaksud, datang tak lama setelah itu. Kami melambai pada mobil Ayah yang melaju pergi menjauh, sebelum akhirnya kami masuk ke rumah dan mengunci pintu.

“Main, yuk!” kataku. Alin menjawab dengan senyum yang lebar sekali.

Tapi, belum sempat kami berjalan ke kamar, Alin tahu-tahu berkata, “Mbak, itu yang di luar jendela belum masuk ke dalam.”

Aku menengok cepat-cepat ke arah jendela. Tidak ada siapa-siapa.

“Nggak ada orang, Alin.”

Alin diam saja, lalu segera kugendong masuk ke kamar. Mendadak, aku merasa agak merinding, padahal saat itu masih pukul 9 pagi!

Selagi bermain salon-salonan, aku jadi menyesal sendiri. Alin memang lucu, tapi aku lupa bahwa ada hal-hal yang membuatku jarang betah bermain dengannya. Salah satu alasannya adalah karena Alin merupakan satu dari sekian banyak fenomena anak kecil bisa melihat makhluk halus.

Pernah, kami mengunjungi Kakek yang dirawat di rumah sakit, enam bulan yang lalu. Kamar Kakek berada di lantai lima sehingga kami perlu menggunakan lift untuk mengunjunginya. Aku datang bersama Alin karena seluruh orang dewasa sedang bekerja.

Sebelum ke kamar Kakek, kami harus menebus beberapa obat di apotek lantai dua. Dari sana, kami menunggu lift datang untuk naik ke lantai lima.

Pintu lift terbuka. Di sana hanya ada seorang laki-laki berdiri sendirian di tengah lift. Aku sudah maju ke depan dan berniat masuk, waktu Alin tahu-tahu menarik tanganku dan menahanku. Si pria dalam lift agak bingung karena aku tidak jadi maju, sampai pintu lift akhirnya tertutup.

“Kenapa, sih?” tanyaku, kesal.

Iklan

Alin cuma menjawab singkat, “Liftnya, kan, penuh. Ada yang kepalanya berdarah. Alin nggak mau sama dia.”

Padahal, seperti yang sudah kubilang, penumpang lift tadi—di mataku—hanya seorang pria yang berdiri sendiri.

Seakan-akan belum cukup, kok bisa-bisanya Alin bilang tadi bahwa ada sosok di luar jendela di rumah ini? Jelas sudah, aku harus bersiap-siap dan tidak lagi menjadi terlalu ketakutan kalau Alin kembali menunjukkan sisi dirinya sebagai anak kecil bisa melihat makhluk halus.

“Mbak, Alin mau pipis,” kata Alin tiba-tiba. Aku segera mengantarnya ke kamar mandi. Setelah menuntaskan hajatnya, kami kembali ke kamar.

Namun, dalam perjalanan kami, Alin tiba-tiba berhenti di depan kamar Ibu yang pintunya terbuka.

“Mbak, itu siapa, sih, yang di belakang lemari? Tadi, kan, dia masih di luar.”

Mampus, batinku.

***

Akhirnya, malam hari tiba. Aku berhasil membuat Alin sibuk bermain dan tidak mengoceh soal orang-orang tidak terlihat.

Fenomena anak kecil bisa melihat makhluk halus adalah hal yang tidak lucu sama sekali. Cara Alin bicara seakan hal-hal yang tidak terlihat ini adalah sesuatu yang normal juga hanya membuatku kian merinding.

“Tidur, yuk,” ajakku. Alin mengangguk. Kami berbaring di kasur dan di tepinya kuberi guling agar Alin tidak jatuh.

“Sudah ngantuk?” tanyaku. Alin mengangguk, lalu berkata, “Gulingnya mirip yang tadi.”

“Yang tadi yang mana?”

“Yang tadi di belakang lemari, di luar jendela juga. Mukanya item. Hiii.”

Aku mengeluh dalam hati. Duh, jangan mulai lagi deh soal fenomena anak kecil bisa melihat makhluk halus ini! Jangan bilang kalau Alin ternyata daritadi melihat pocong?!

“Ya sudah, yang penting sekarang tidur, ya. Nggak ada lagi itu orangnya. Di sini cuma ada Alin sama Mbak.”

“Nggak, kok, Mbak. Orangnya masih ada.”

Aku agak takut, tapi terus bicara, “Iya, tapi kan dia adanya di belakang lemari di kamar sebelah.”

“Itu kan tadi,” jawab Alin. Lalu tambahnya,

“Sekarang dia udah nggak di sana. Itu, di belakang Mbak sekarang.”

Sungguh, malam itu adalah malam yang cukup panjang karena  aku tak bisa tidur sedetik saja, sementara semua lampu akhirnya aku nyalakan sampai pagi. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 20 Juni 2019 oleh

Tags: anak kecil bisa melihat makhluk haluscerita hororindigopenampakanpocongrumah sakit
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

penyakit, cuci darah.MOJOK.CO
Sehari-hari

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026
Pocong Itu Cuma Hantu Kemarin Sore di Jagad Demit Indonesia, tapi Mengapa Ia Paling Menyeramkan.MOJOK.CO
Seni

Pocong Itu Cuma Hantu Kemarin Sore di Jagad Demit Indonesia, tapi Mengapa Ia Paling Menyeramkan?

25 Mei 2026
perawat.mojok.co
Ragam

Perawat, “Pahlawan Kemanusiaan” yang Tak Dimanusiakan: Beban Kerja Selangit, Gaji Sulit

6 Oktober 2025
Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Essay Contes Beswan Djarum: menulis esai memberi soft skills yang menunjang karier profesional MOJOK.CO

Menulis Esai Jadi Bekal Karier Anak Muda, Beri Ragam Soft Skills Vital yang Dicari Dunia Kerja Profesional

3 Juli 2026
Tahlilan jadi acara yang tidak empati pada perempuan. Tak punya jeda untuk berduka karena harus mikir suguhan hingga amplop kiai-tamu undangan MOJOK.CO

Tahlilan Jadi Beban Fisik dan Mental bagi Perempuan: Tidak Diberi Ruang Berduka karena Tuntutan Amplop hingga Suguhan

1 Juli 2026
Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.