Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
30 Maret 2026
A A
Gen Z rela sise hustle

Ilustrasi - Gen Z rela sise hustle (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di tengah pasar kerja tidak stabil, gen Z merasa aman side hustle

Di satu sisi, pasar kerja telah mengalami perubahan. Kondisi ekonomi juga semakin tidak stabil. Kepala ekonom di Glassdoor, Daniel Zhao, mengatakan gen Z tengah bertarung dengan kondisi ini.

“Semua cara tradisional untuk sukses, seperti kuliah dan bekerja kantoran, nggak lagi terbukti. Sekarang, mereka [gen Z] dihadapkan dengan utang dan pasar kerja yang sulit,” katanya.

Sedang dalam bidang pekerjaan Doshi, industri teknologi menunjukkan kondisi yang rentan terhadap PHK dalam beberapa tahun terakhir karena pengaruh akal imitasi (AI). Lebih dari 150 ribu pekerjaan dipangkas di 550 perusahaan di AS tahun lalu.

Bagi Doshi, side hustle adalah pengamannya dari krisis pekerjaan yang bukan tidak mungkin menghampirinya. “Pasar kerja hancur,” katanya.

“Kamu mungkin bekerja hari ini, tapi besok dipecat. Side hustle memberi rasa aman dan kendali dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Rasanya lebih aman daripada hanya bergantung pada satu pemberi kerja,” jelas Doshi.

Konsekuensi tidak punya kehidupan selain pekerjaan

Namun sebagaimana pekerjaan selalu punya tuntutan, tuntutan terhadap lebih dari satu pekerjaan yang dimiliki berlipat ganda. Pekerja side hustle, seperti Doshi dan Sen Ho, tidak mempunyai banyak waktu luang. Artinya, mereka sulit mempunyai kehidupan di luar pekerjaan.

Sebab, setelah pekerjaan utama mereka selesai, pekerjaan sampingan harus langsung dimulai. Bahkan, keduanya bisa jadi dilakukan dalam satu waktu.

“Dalam arti tertentu, aku nggak pernah lepas dari pekerjaan,” kata Sen Ho.

Sen Ho mengakui, melakukan beberapa pekerjaan sekaligus melelahkan. Namun pada akhirnya, ia merasa tetap harus melakukannya. Satu untuk bertahan hidup, dalam artian memenuhi kebutuhan, sedangkan yang lainnya untuk memberikan alasan untuk hidup.

“Memang melelahkan, aku akui, tapi pada akhirnya aku harus melakukan apa yang kulakukan. Aku sangat suka menggambar sehingga nggak bisa membayangkan nggak melakukannya, selelah apa pun,” tukasnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Soft Saving, Jalan Pintas Gen Z Ingin Menabung Ala Kadarnya tapi Masih Prioritaskan Penuhi Gaya Hidup Usia Muda dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 1 April 2026 oleh

Tags: alasan gen z side hustleetos kerja gen zGen Zgen z bekerjagen z borosgen z hobi belanjagen z side hustleinfo lokerkerja gen zlapangan kerjapekerjaan sampingan
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk
Urban

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Stres menyeimbangkan pekerjaan sampingan dan pekerjaan kantoran karena side hustle
Urban

“Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja

1 April 2026
Ibu hamil kondisi mengandung bayi
Catatan

Hampir Memiliki Anak Sudah Jadi Anugerah, Ibu Tak Apa Berjuang Mati-matian demi “Buah Hati” yang Belum Tentu Lahir ke Dunia

29 Maret 2026
Metode Soft Saving ala Gen Z dan Milenial bahaya untuk pensiun. MOJOK.CO
Sehari-hari

Peringatan untuk Gen Z si Paling Soft Saving: Boleh Nabung Sambil Menikmati Hidup di Masa Kini, tapi Masa Tua Jangan Sampai Jadi Beban

28 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat” MOJOK.CO

Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”

1 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

31 Maret 2026
Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

30 Maret 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

1 April 2026
Naik pesawat Super Air Jet untuk mudik Lebaran ke Jogja

Terpaksa Naik Super Air Jet karena Tiket Murah, tapi Malah Dibikin “Plonga-plongo” karena Kelakuan Sok Asik Awak Kabin

1 April 2026
Aksi topeng ayam di Fore Coffee Jogja. MOJOK.CO

Di Balik Aksi Topeng Ayam Depan Fore Coffee Jogja: Menagih Janji Hak Ayam Petelur untuk Meraih Kebebasan

2 April 2026

Video Terbaru

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.