Di tengah pasar kerja tidak stabil, gen Z merasa aman side hustle
Di satu sisi, pasar kerja telah mengalami perubahan. Kondisi ekonomi juga semakin tidak stabil. Kepala ekonom di Glassdoor, Daniel Zhao, mengatakan gen Z tengah bertarung dengan kondisi ini.
“Semua cara tradisional untuk sukses, seperti kuliah dan bekerja kantoran, nggak lagi terbukti. Sekarang, mereka [gen Z] dihadapkan dengan utang dan pasar kerja yang sulit,” katanya.
Sedang dalam bidang pekerjaan Doshi, industri teknologi menunjukkan kondisi yang rentan terhadap PHK dalam beberapa tahun terakhir karena pengaruh akal imitasi (AI). Lebih dari 150 ribu pekerjaan dipangkas di 550 perusahaan di AS tahun lalu.
Bagi Doshi, side hustle adalah pengamannya dari krisis pekerjaan yang bukan tidak mungkin menghampirinya. “Pasar kerja hancur,” katanya.
“Kamu mungkin bekerja hari ini, tapi besok dipecat. Side hustle memberi rasa aman dan kendali dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Rasanya lebih aman daripada hanya bergantung pada satu pemberi kerja,” jelas Doshi.
Konsekuensi tidak punya kehidupan selain pekerjaan
Namun sebagaimana pekerjaan selalu punya tuntutan, tuntutan terhadap lebih dari satu pekerjaan yang dimiliki berlipat ganda. Pekerja side hustle, seperti Doshi dan Sen Ho, tidak mempunyai banyak waktu luang. Artinya, mereka sulit mempunyai kehidupan di luar pekerjaan.
Sebab, setelah pekerjaan utama mereka selesai, pekerjaan sampingan harus langsung dimulai. Bahkan, keduanya bisa jadi dilakukan dalam satu waktu.
“Dalam arti tertentu, aku nggak pernah lepas dari pekerjaan,” kata Sen Ho.
Sen Ho mengakui, melakukan beberapa pekerjaan sekaligus melelahkan. Namun pada akhirnya, ia merasa tetap harus melakukannya. Satu untuk bertahan hidup, dalam artian memenuhi kebutuhan, sedangkan yang lainnya untuk memberikan alasan untuk hidup.
“Memang melelahkan, aku akui, tapi pada akhirnya aku harus melakukan apa yang kulakukan. Aku sangat suka menggambar sehingga nggak bisa membayangkan nggak melakukannya, selelah apa pun,” tukasnya.
Penulis: Shofiatunnisa Azizah
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Soft Saving, Jalan Pintas Gen Z Ingin Menabung Ala Kadarnya tapi Masih Prioritaskan Penuhi Gaya Hidup Usia Muda dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














