Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
5 Februari 2026
A A
blok m jakarta selatan.mojok.co

Ilustrasi - Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sesekali terikat dan tidak sepenuhnya bisa kabur

Sayang, Alifah mengakui, pekerjaan selalu menghantuinya. Istilah “fleksibel” dalam bekerja telah disalahgunakan menjadi membawa pekerjaan ke mana pun pergi, tidak terkecuali Blok M.

Bukan fenomena baru kalau Alifah, yang sudah mengantre selama berjam-jam untuk makanan viral, harus menikmatinya sambil membuka laptop. Satu tangan digunakan untuk menggulir touchpad, satu lagi mengaduk-aduk makanan. Bahkan terkadang, makanannya menjadi dingin dan harus dibungkus saja.

“Aku nggak enak makan sambil kerja. Aku bahkan minta maaf sama yang harus makan sama aku, tapi ngeliat aku kerja. Tapi, mau gimana lagi?” katanya, saat itu Alifah mengatakannya sambil mengangguri makanan Korea yang sudah dihidangkan bersisian dengan laptopnya, Selasa (25/2/2025).

Momen makan bersama Alifah dan saya yang kebetulan menjadi korban menghadapinya di tengah pekerjaan itu sudah berlalu satu tahun yang lalu. Tapi hari ini, Alifah mengatakan belum ada yang berubah. Setidaknya, kebiasaan sedia bersama laptop untuk pekerjaan masih menjadi sebuah keharusan.

Setidaknya mampu mencicipi dengan gaji pas-pasan

Dengan kesiapsiagaan Alifah dalam bekerja, pengorbanannya tidak lantas berbuah manis. Alifah mengakui gaji yang diperolehnya dalam sebulan bahkan balap-balapan dengan upah minimum provinsi (UMP) yang sudah mencapai angka Rp5,7 juta, tetapi gaji Alifah tentu kalah. Padahal, menurut Kementerian Ketenagakerjaan, biaya hidup layak di Jakarta saja mencapai Rp5,9 juta per bulan.

“Seenggaknya bisa beli kopi dan makan es krim,” kata Alifah.

Begitulah Blok M selalu menyambutnya. Makanan dan minuman yang bisa mengalihkan dari penat menjadi penawaran paling menarik, yang dibeli dengan wajah masam sekalipun. Namun, memesan dua rasa es krim, duduk di bangku yang berebut dengan pengunjung lain, memberikan rasa nyaman tersendiri.

Setidaknya satu sampai dua jam bisa Alifah habiskan di Blok M dengan lebih tenang daripada berdiam di kantor. Menghadapi atasan, klien, dan seluruh pekerjaan yang membuatnya gerah. Diteruskan sampai sepulang dari Blok M, sesingkatnya tersedia sampai jam 10 malam. Memulai hari kembali pada jam 9 pagi, dan seterusnya.

“Jadi, kenapa ke Blok M? Karena bisa lari, dari keinginan resign sehari-hari,” tutupnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA Nekat Merantau ke Jakarta Bermodal Ijazah S1 Malah Berakhir Apes, Tinggal di Kos Sempit dan Berakhir Jadi Tukang Parkir Blok M atau liputan Mojok lainnya di rubrik liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2026 oleh

Tags: Blok Mgaji pekerja jakartajakarta selatanJakselkuliner blok mpekerja jakartapekerja miskinpilihan redaksi
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO
Urban

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO
Seni

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng MOJOK.CO
Esai

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng

15 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penjelasan Kemendiktisaintek soal pengubahan program studi (prodi) Teknik menjadi Rekayasa MOJOK.CO

Mengubah Nomenklatur Prodi Teknik Jadi Rekayasa, Apa Tujuannya?

16 Mei 2026
lulusan unesa dapat beasiswa dan langsung kerja. MOJOK.CO

Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa

11 Mei 2026
Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.