Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Pengakuan Anak Koruptor: Dunia Politik Itu Keras dan Culas

Viola Nada Hafilda oleh Viola Nada Hafilda
14 Agustus 2023
A A
Pengakuan Anak Koruptor: Dunia Politik Itu Keras dan Culas. MOJOK.CO

Ilustrasi Pengakuan Anak Koruptor: Dunia Politik Itu Keras dan Culas. MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Respons tetangga tahu bapak korupsi

Gunjingan sudah pasti ada. Kresna kerap menemukan komentar-komentar pedas yang mengata-ngatai bapaknya, bahkan sampai mendoakan agar Sang Bapak membusuk di penjara. “Nggakpapa, itu konsekuensinya. Lha bapak memang korupsi kok,” kata Kresna.

Begitu juga dengan tetangga sekitar rumah. Ibu Kresna merasa ada salah satu tetangga yang memang tidak menyukai keluarga Kresna sejak dulu. Saat bapak Kresna terjerat kasus korupsi, si tetangga pun membuat cerita di WhatsApp dengan caption, “Sukurin masuk tahanan!”

Sebenarnya, Kresna pribadi tidak masalah mendapat cacian semacam itu. Masalahnya, ia tak sanggup jika melihat ibu dan adiknya yang menghadapi hal tersebut. Pernah suatu waktu, adik Kresna yang masih duduk di bangku SMA, mendapat sindiran sebagai anak koruptor di depan kelas oleh gurunya sendiri. “Wah itu bapaknya, kita tahunya sih dulu orang yang bersih, ternyata kotor juga,” kurang lebih seperti itu sindirannya.

Di sisi lain, Kresna malah tidak pernah mendapat penghakiman di depan wajahnya persis. Malahan, teman-temannya sungkan apabila menyinggung tentang kasus yang menyangkut bapak Kresna. Namun, Kresna sangat terbuka dengan hal ini. Ia justru sengaja membuka kasus tentang bapaknya yang menjadi koruptor, agar teman-temannya tetap merasa santai apabila berbicara dengan Kresna. ”Malah tak gawe guyon (malah aku buat bercanda),” ujarnya.

Berusaha mengambil hikmahnya

Sebagai orang Jawa, Kresna sangat meyakini bahwa hidup ini sawang sinawang. Semua tergantung bagaimana kita melihat sebuah kejadian. Ia mencoba tidak terlalu terpuruk dengan keberadaan bapaknya di tahanan. Bagi Kresna, setidaknya keluarganya bisa makan dengan baik.

“Aku selalu membandingkan hidupku dengan orang lain yang kurang beruntung. Menurutku, masih banyak orang serba kekurangan di luar sana,” pungkasnya. Hal itu menjadi pegangan bagi Kresna agar selalu bersyukur dalam hidup. Lagi pula, sejak dulu orang tuanya juga memiliki sawah yang membuat mereka tidak pernah kelaparan.

Hikmah lainnya adalah bapak Kresna menjadi giat beribadah. Kresna mengaku bahwa bapaknya sejak kecil tidak pernah salat maupun mengaji. Namun, semenjak menjadi tahanan, itu semua berubah. “Semenjak masuk tahanan, bapak jadi rajin mengaji dan sholat, bahkan sudah khatam Al-Quran dua kali,” katanya. Ayahnya kini menjalani hukuman kurungan kurang lebih 3 tahun.

Mengenai perubahan itu, Kresna dan keluarganya sangat bersyukur. Bahkan, bapaknya pun bertekad berubah ke arah positif pasca-penangkapan tersebut. Bapak Kresna berharap, perubahan positifnya ini dapat menjadi contoh anak-anaknya.

“Kalau kalian tidak ngikutin perubahan positif bapak, nanti sia-sia dong bapak dipenjaranya,” pesan bapak yang selalu Kresna ingat.

Reporter: Viola Nada Hafilda
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Siasat Pengambil Sampah di Jogja Hadapi Tuntutan Warga di Tengah Darurat Sampah

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2023 oleh

Tags: korupsiKoruptorpengakuan anak koruptor
Viola Nada Hafilda

Viola Nada Hafilda

Magang Mojok

Artikel Terkait

Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO
Tajuk

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
OTT Wali Kota Madiun
Kabar

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
korupsi bikin buruh menderita. MOJOK.CO
Kabar

Korupsi, Pangkal Penderitaan Buruh dan Penghambat Penciptaan Lapangan Kerja

9 Desember 2025
bantul, korupsi politik, budaya korupsi.MOJOK.CO
Ragam

Budaya Korupsi di Indonesia Mengakar karena Warga “Belajar” dari Pemerintahnya

16 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Saat ini kita sangat butuh sentuhan rasa manusia dalam komunikasi digital sehari-hari MOJOK.CO

Komunikasi Digital Sangat Butuh “Sentuhan Rasa Manusia”: Agar Tak Cuma Perbincangan Datar tapi Juga Merasa Didengar, Dihargai dan Dipahami

19 Mei 2026
Nikah di KUA dianggap murahan. MOJOK.CO

Nikah di KUA adalah Solusi bagi Karjimut karena Gratis, tapi Keluarga Menentang Hanya karena Gengsi dan Dicap Nggak Niat

20 Mei 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
omong kosong srawung di desa.MOJOK.CO

Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.