Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Resign Kerja Kantoran di Jakarta, Milenial Ini Putuskan Side Hustle di Klaten yang Hasilkan Ratusan Juta per Bulan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
6 Februari 2025
A A
Resign Kerja Kantoran di Jakarta, Milenial Ini Putuskan Side Hustle di Klaten yang Hasilkan Ratusan Jutaan per Bulan. MOJOK.CO

ilustrasi - pekerja kantoran di Jakarta resign. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sementara, Reezky ingin melakoni pekerjaan yang menurutnya menyenangkan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan side hustle, ia lebih dulu mengeksplor passion sampai lingkungan kerjanya, termasuk platform yang cocok untuknya.

“Saya kemudian bertanya, apa ya pekerjaan yang bisa saya atur? yang saya enjoy, having fun melakukannya. Akhirnya ketemulah, kalau saya suka fotografi,” kata dia.

Sejak saat itu, ia pun mantap menjadi kontributor sebuah platform online bernama Microstock. Pekerjaannya adalah menjual foto hasil jepretannya.

Dapat penghasilan Rp130 juta dari side hustle

Setelah merenungi hidup dari Jakarta ke Jogja, Reezky sadar bahwa ia sudah lama menyukai traveling. Di sela-sela itu, ia juga hobi memotret. Sampai akhirnya, ia mencoba freelance sebagai fotografer di acara pernikahan. 

“Satu minggu akan saya habiskan untuk ngejepret foto orang yang lagi nikahan,” ucapnya. Karena punya beberapa stok foto, Reezky pun coba-coba untuk menjualnya di Microstock, salah satu wadah bagi pelaku industri kreatif untuk menjual karya-karya mereka. 

Mulanya memang tak mudah. Dari beberapa foto yang ia jual di sana, hanya ada satu sampai dua foto yang laku. Satu foto dihargai hanya Rp3 ribu. Namun, saat itu ia tak terlalu memikirkannya terlalu jauh karena baginya pekerjaan tersebut menyenangkan dan tak terlalu butuh usaha yang besar. Ia juga bisa memotret sambil jalan-jalan di Klaten.

“Saya cuman jepret, upload, kasih kata-kata, deskripsi sama hashtag. Habis itu taruh di situ, kalau laku alhamdulillah. Kalau nggak, ya udah deh nggak apa-apa,” kata mantan pekerja kantoran di Jakarta itu.

Namun, Reezky tak mengira konsistensinya itu membuahkan hasil hingga banyak orang yang membeli fotonya. Dari sana ia melihat peluang royalti yang dihasilkan dari aset digitalnya. Secara kebetulan, ia bertemu dengan temannya yang bekerja di perusahaan images digital. Temannya itu memberikan misi kepada Reezky untuk membuat 10 ribu foto bertema sports, plus 2 ribu foto cadangan selama lima hari.

“Jadi foto tiga tema besar untuk AI. Saya ambil tenis, basket, dan juga sepak bola,” ujarnya.

Jika berhasil, perusahaan temannya itu mampu membeli foto-foto Reezky seharga 11 ribu dolar. Bukan tanpa risiko, ia harus mengeluarkan modal sebesar Rp18 juta, mengorbankan waktu, serta merayu teman-temannya untuk membantu pekerjaannya. Sampai akhirnya, ia berhasil mengumpulkan foto sesuai target. 

“Pokoknya total penghasilan terbesar ya itu. Satu bulannya Rp130 jutaan dalam sebulan,” kata dia. 

Satu visi dengan istri hingga tinggal bersama di Klaten

Lambat laun, Reezky mulai menekuni pekerjaan kontributor Microstock sampai berjumpa dengan Merry Arinta yang kini menjadi istrinya. Bagai sebuah takdir, Merry juga merasa lelah dengan pekerjaan kantoran yang membuatnya stres. 

Klaten. MOJOK.CO
Alun-alun Klaten, Jawa Tengah. (Dok. Wikipedia)

Kebetulan, ia juga menyukai traveling. Sementara Reezky hobi memfoto, Merry lebih suka difoto. Maka, Merry pun membantu Reezky sebagai makeup enthusiast alias kerap menjadi model dari foto-foto Reezky. Alih-alih terbebani, keduanya merasa seperti melakukan rutinitas biasa yang menyenangkan.

Iklan

“Jadi produksi tuh nggak terasa berat atau terasa kayak di set up,” kata Merry.

Merry juga membantu Reezky untuk mengunggah foto di Microstock. Semakin lama menekuni bidang tersebut, keduanya melihat ada peluang penghasilan yang semakin besar dari hasil menjual foto. Oleh karena itu, keduanya sepakat untuk menjadikan kegiatan itu sebagai pekerjaan tetap, alih-alih sebagai side hustle. 

“Dari situ saya ngerasa, wah ini kalau misal amit-amit saya sakit atau apa, saya masih bisa dapet uang dari sini. Dari royalti, dari aset digital saya gitu,” kata mantan pegawai kantoran di Jakarta itu.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kerja di Cikarang Tak Seindah Bayangan Orang Lain, Ada Kebusukan Kantor yang Jarang Diketahui atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2025 oleh

Tags: fotografergaji fotograferkerja di jakartakerja di klatenkerja sampinganresign kerja di jakarta
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi
Urban

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO
Urban

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO
Urban

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO
Urban

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku Mojok,co

Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku

19 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
mudik gratis Lebaran dari Pertamina. MOJOK.CO

Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya

19 Maret 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran

Saya Kapok Mudik dengan Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.