Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Hidup Praktisi Tarot di Dusun “Sarang Genderuwo” Jogja

Melvinda Eliana oleh Melvinda Eliana
3 Oktober 2025
A A
Kehidupan praktisi tarot (tarot reader) di Dusun Druwo, Bantul, Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi - Kehidupan praktisi tarot (tarot reader) di Dusun Druwo, Bantul, Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Bantul, Jogja, ada sebuah dusun bernama Dusun Druwo. Dusun ini konon menjadi sarang genderuwo. Di dusun itulah seorang praktisi tarot (tarot reader) menjalani hidup sehari-hari membaca ragam kemungkinan manusia, sembari ditingkahi hal-hal tak kasat mata.

***

Iklan

Dusun Druwo di Kecamatan Sewon, Bantul, Jogja, punya legenda yang cukup unik. Nama dusun ini sendiri diambil dari kata “genderuwo”.

Dari cerita tutur yang berkembang, Dusun Druwo adalah istana genderuwo yang pimpinannya berhasil dibunuh dengan tombak oleh sosok dukun di sana. Demi menjaga keselamatan warga Dusun Druwo dari dendam sosok genderuwo, mereka tak diperbolehkan berprofesi sebagai dukun dan sejenisnya.

Namun, ada salah satu warga yang memilih jalan berlawanan. Namanya Nunuk Ambarwati (48) yang berprofesi sebagai praktisi tarot. Hal ini tampak berlawanan dengan larangan dari legenda Dusun Druwo, Bantul, Jogja. Mengingat, selama ini praktisi tarot (tarot reader) dianggap mirip seperti peramal atau dukun: dekat dengan hal-hal klenik.

Beli rumah di Dusun Druwo, Bantul, Jogja bagai beli kucing dalam karung

Malam itu, Nunuk tengah rehat di salah satu ruangan rumahnya saat saya datang bertamu, Minggu  (28/9/2025). Padatnya aktivitas seharian sebagai ibu rumah tangga sekaligus praktisi tarot tak jarang membuatnya amat kelelahan.

Kala ia terlelap di bilik tidur rumahnya, Nunuk sempat bermimpi diajak “tur” sosok gaib untuk ditunjukkan berbagai letak rumah genderuwo di Dusun Druwo. Salah satu lokasinya berada tepat di depan kamar Nunuk.

Ada “gila-gilanya” ketika ia mengaitkan itu dengan malam saat ia ditatap sosok hitam berdiri di kusen pintu kamar. Namun, bagi Nunuk, itu bukan jadi perkara berlebihan.

Tahun 2009 atau 16 tahun silam Nunuk membeli rumah di Dusun Druwo, Bantul, Jogja. Ia memang bukan asli dusun itu.

Sepengakuan Nunuk, ia tak mencari rumah itu sendiri, tetapi bapaknyalah yang menawarkan. Baik Nunuk dan juga bapaknya tak ada yang mengetahui desas-desus legenda dusun itu.

“Saya itu bahkan ga ngeh dengan penamaan dusunnya, cuma mikir ‘namanya kurang Jogja (jawa) ya’ gitu,” ujar Nunuk selagi tertawa.

Biasanya sebelum membeli rumah, orang akan mengecek langsung rumah itu. Beda dari umumnya, Nunuk hanya melihat dari foto. Hal ini lantaran saat itu rumahnya masih dikontrak oleh sejumlah mahasiswa. Anehnya, tiap kali Nunuk mencoba berkunjung, selalu bertepatan tidak ada orang di rumah tersebut.

“Ya sudah, mikirku keburu tabungan saya bablas (habis), jadi saya iyakan saja tawaran bapak,” tutur Nunuk.

Setelah sembilan bulan terbeli, Nunuk baru dapat menempati rumahnya. Memang sejak awal banyak terjadi hal-hal mistis. Namun Nunuk tidak terlalu mempermasalahkan.

Iklan

Misalnya, makhluk gaib yang berusaha menyerupai kucingnya. Lalu sosok bapak tua yang terduduk di teras rumahnya. Hingga kesaksian tetangga mengenai keberadaan genderuwo di rumah Nunuk.

Semua hal tersebut tidak juga membuat Nunuk sadar bahwa ada legenda unik dari dusunnya. Baru di 2017, ia menyadari cerita itu.

Dari Dusun Druwo, Bantul, Jogja hingga menjadi praktisi tarot (tarot reader)

Menjadi seorang praktisi tarot adalah menjadi teman ngobrol berbagai macam manusia. Setidaknya begitu Nunuk memaknai profesinya. Setiap harinya, ia memahami situasi dan ragam karakter yang menuntutnya harus sensitif dengan energi serta intuisi.

Lebih lanjut, Nunuk juga acapkali mendapat “tuntunan” dari intuisinya ketika tengah membaca kartu. Bak seseorang berbisik pada telinganya.

“Kartu tarot itu alatnya; mediumnya, kalau seseorang nyuruh saya meramal langsung tanpa kartu ya saya nggak bisa,” ucap Nunuk.

Barangkali, Dusun Druwo merupakan gerbangnya. Alhasil–dengan tempat tinggal Nunuk yang seperti itu–mengharuskan ia peka terhadap energi spiritual.

Pernah suatu hari ia diberi pertanda lewat mimpi yang mengisyaratkan perjalanannya sebagai praktisi tarot. Dalam mimpi Nunuk, ia diberi sebuah kalung yang menandakan bertambahnya tahapan ilmunya. Hal itu membuatnya terus belajar sebagai praktisi tarot.

“Saya mikir, oh gini ya jalan karier dan hidup saya, perlahan jadi nyambung semua,” ujar Nunuk.

Menjadi praktisi tarot (tarot reader) harus belajar banyak ilmu lain

Sebagai praktisi tarot, Nunuk mengaku bukan berarti ia tak belajar hal lainnya. Justru menurutnya, ia terus belajar sampai detik ini untuk meningkatkan kemampuan logika dan intuisinya. Misal, dalam membaca kartu tarot ia menggabungkan beberapa pengetahuan miliknya seperti psikologi, astrologi, numerologi, bahkan pengetahuan seninya.

Memang sebelum berkarier menjadi praktisi tarot, Nunuk bergelut di bidang seni. Mentas dari UGM, kariernya berlanjut dengan menekuni manajerial Galeri Cemeti Jogja. Setelah itu, Nunuk sempat membuka kafe bersama temannya.

Nunuk Ambarwati, praktisi tarot (tarot reader) di Dusun Druwo, Bantul, Jogja MOJOK.CO
Nunuk Ambarwati, praktisi tarot (tarot reader) di Dusun Druwo, Bantul, Jogja. (Melvinda Eliana/Mojok.co)

Bersamaan dengan bisnis kafenya, di tahun 2018 Nunuk menuai ide untuk mengadakan workshop. Berkat ide workshop itulah jadi momen perjumpaan Nunuk dengan dunia tarot. Secara tidak langsung ia “dipaksa” temannya untuk mendalami ilmunya.

Kendati demikian, Nunuk menegaskan bahwa Dusun Druwo di Bantul, Jogja, bukan menjadi penyebab ia berprofesi sebagai praktisi tarot. Ia percaya seluruhnya merupakan rentetan yang saling berkelindan dari keteraturan semesta—setidaknya begitu ucapnya.

Hidup bersinggungan dengan makhluk gaib

Suara gedor pintu atau handle pintu yang dipaksakan terdengar berdecit cepat. Nunuk tahu suara itu berasal dari makhluk tak kasat mata. Begitulah kiranya hari-hari Nunuk di tempat tinggalnya.

Nunuk biasa melakukan pembacaan tarot di rumah, paling hanya sesekali di luar. Memang sering, ia dipertontonkan dengan hal gaib di rumahnya itu. Malah kadang juga berinteraksi. Entah gema suara nyentrik, ular di bawah boks bayinya, atau bayang-bayang berkelebat berlarian di rumahnya.

“Kalau ada gitu, baiknya direspons baik saja. Kata ibu saya, mungkin ada kaitannya dengan koleksi lukisan saya di rumah,” tutur Nunuk.

Nunuk Ambarwati, praktisi tarot (tarot reader) di Dusun Druwo, Bantul, Jogja MOJOK.CO
Nunuk Ambarwati, praktisi tarot (tarot reader) di Dusun Druwo, Bantul, Jogja. (Melvinda Eliana/Mojok.co)

Nunuk memang senang dengan berbagai hal yang berbau seni, terutama lukisan. Di rumahnya, temboknya tampak ramai dengan itu. Meski begitu, ia enggan langsung mengkaitkan hal tersebut dengan profesinya.

Menurut cara pikirnya, antara intuisi dan logika haruslah seimbang. Nunuk memang tipikal orang yang mudah skeptis. Tidak mudah baginya untuk langsung mengaitkan pada hal yang mistis.

Namun, bukan berarti ia tidak mempercayainya. Justru, semakin sering ia berkelindan dengan hal demikian, semakin ia paham: Semua hal perlu ditelaah dahulu.

Tarot: membawa ke kenyataan hidup

Termasuk tarot. Menurutnya, tarot bukanlah suatu hal yang menandakan dirinya adalah dukun, sebagaimana stigma yang masih umum di masyarakat.

“Jadi, saya membaca kartu tarot tidak dengan klenik, jin, atau hal magis lainnya. Bagi saya, tarot itu justru membawa kita ke kenyataan hidup. Meskipun pertanyaan-pertanyaan yang datang terkadang di luar akal sehat, tapi saya memberi jawabannya sangat logis,” tegas Nunuk.

Tarot memadukan logika, intuisi, dan ilmu-ilmu lain MOJOK.CO
Tarot memadukan logika, intuisi, dan ilmu-ilmu lain. (Melvinda Eliana/Mojok.co)

Ia juga dengan keukeuh menolak citra misterius dari sosok praktisi tarot. Nunuk memberi contoh: Misalnya ketika diundang di acara tertentu, biasanya ia diminta untuk menggunakan kostum seperti penyihir.

Hal ini menurutnya salah. Gaya demikian justru mengarahkan masyarakat pada citra seorang praktisi tarot yang keliru.

Tak ada hubungannya dengan cerita mistis

Pengalaman mistisnya di Dusun Druwo, Bantul, Jogja bukannya membuat takut dan lemah. Malahan menghantarkan Nunuk menjadi sosok yang lebih berani.

Bukan berarti melawan. Tetapi justru memahami lewat pemaknaan-pemaknaan lebih dalam.

Dalam untaian katanya, Nunuk tak sekalipun memaksa orang untuk sependapat dengan paradigma pikirnya. Ia pula menegaskan bahwasanya profesi praktisi tarot tidaklah berhubungan dengan mistisme legenda Dusun Druwo.

Bahkan sebetulnya dapat dikatakan pengalaman mistisnya membantu membentuk apa adanya dirinya hari ini—seorang tarot reader.

Penulis: Melvinda Eliana
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Bertahun-tahun Tinggal di Desa Sarang Tuyul, Cuma Bisa Waswas Uang Hilang Setiap Saat karena Tak Punya Banyak Pilihan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2025 oleh

Tags: Bantulbantul jogjadusun angker di jogjaJogjapilihan redaksiramalan tarottarottarot reader
Melvinda Eliana

Melvinda Eliana

Artikel Terkait

Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO
Urban

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Polyworking (mencari pekerjaan tambahan atau sampingan) jadi pilihan rasional in this economy karena satu pemasukan gaji tak beri rasa aman MOJOK.CO

Polyworking: Pekerja Kurangi Waktu Luang demi Pekerjaan Tambahan dan Pesan untuk Lulusan Baru jika Sumber Gaji Tak Cukup 1

8 Juli 2026
Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.