Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Sisi Gelap Pondok Pesantren, dari Maling Kutang hingga Menyukai Sesama Jenis

Sara Salim oleh Sara Salim
26 September 2023
A A
Sisi Gelap Dunia Pesantren dari Mairil hingga Maling Kutang

Ilustrasi Sisi Gelap Dunia Pesantren dari Mairil hingga Maling Kutang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pondok pesantren menyimpan sisi gelap. Ada banyak cerita nyeleneh yang mungkin akan membuat orang awam syok. Dari mairil hingga maling kutang.

Mojok ngobrol dengan mereka yang pernah nyantri bertahun-tahun, bahkan ada yang masih nyantri. Mereka menceritakan bagaimana hidup berjalan di pondok.

***

Bukan rahasia umum kalau di pondok ada istilah mairil dan nyempet atau nyampet. Mairil adalah istilah hubungan kasih sayang sesama jenis santri yang seringkali ditujukan kepada seseorang yang memiliki wajah tampan, imut, dan baby face (Fikri & Wardana, 2019).

Sedangkan nyempet istilah untuk menggambarkan aktivitas seksual yang oleh santri, dengan cara mengimpitkan kelamin ke paha kepada mairilnya (Fikri & Wardana, 2019). Tidak semua aktivitas ini dilakukan secara konsensual alias kebanyakan juga masuk di ranah pelecehan.

Soal mairil dan nyempet, kontributor Mojok Aly Rezapernah menuliskan pengalamannya menyaksikan homoseksualitas di pondok pesantren dalam tulisan Mairil dan Nyampet, Homoseksualitas di Pesantren yang Pernah Saya Saksikan Sendiri.

Mairil, hubungan sesama jenis di dunia pondok pesantren yang sudah jadi rahasia umum

Nasor, sapaan akrab Indra, seorang santri yang jadi saksi mata mairil dan pelecehan yang terjadi kepada temannya. Kejadian mairil yang diceritakannya terjadi saat ia mondok di salah satu ponpes modern Mojokerto.

“Mairil itu ibarat cowok cantik. Ada beberapa anak agak menggoda-goda mairil yang cantik itu sampai dipeluk-peluk dan merangkulnya,” katanya.

Nasor mengakui, pelecehan kepada santri yang dianggap tampan dan baby face sering terjadi di pondok pesantren. Namun, hubungan sesama jenis cukup jarang di pondoknya.

Tasya, seorang santri putri yang pernah mondok 6 tahun di Ngawi mengakui kejadian serupa mairil juga terjadi di pondoknya.

Di pondoknya ada istilah tersendiri untuk menyebut mairil dan nyempet. Namun, kepada saya ia minta tak menyebutkan di tulisan ini.

Seorang teman seangkatannya ketahuan berduaan dengan kakak kelas beberapa minggu sebelum kelulusan. Mereka kedapatan melakukan perbuatan tak senonoh oleh pihak keamanan di sebuah ruang kelas. Keduanya langsung kena drop out (DO).

“Sebetulnya ini tergantung pribadi masing-masing, sih. Sejauh ini suka sesama jenis udah jadi rahasia umum di pondok,” kata Tasya.

Ia banyak menemui hubungan ‘kakak-adekan’ sewaktu nyantri. Biasanya mereka yang terlibat dalam hubungan akan punya interaksi saling perhatian bahkan mewariskan barang ke ‘adek-adekannya’.

Iklan

Pelecehan seksual yang jadi urban legend

“Beberapa tahun lalu, ada teman saya jadi korban pelecehan seksual teman cowoknya. Tapi sebenarnya dia enggak mairil atau cantik. Lalu dia balas dendam ke teman yang lain,” ujar Nasor.

Saat teman Nasor tidur, pelaku memegang alat kelamin korban. Karena kaget bukan kepalang, korban menggaplok pelaku. Kasus ini jadi cerita urban legend pondoknya.

“Ponpes seringkali langsung ke hukum, artinya enggaak memperhatikan pembenahan psikologis. ‘Kamu salah, kamu tak boyong’,” akunya saat saya menanyakan bagaimana tanggapan pengelola pondok pesantren terkait mairil dan pelecehan yang terjadi.

Bukan hanya mairil atau nyempet yang ada di dunia pesantren. Ada juga santri yang mencuri kutang untuk melampiaskan hasrat seksualnya.

Tasya malah pernah jadi korban pelecehan seksual santrinya sendiri. Kala itu ia sudah lulus pondok dan sedang menjalankan pengabdian (mengajar) di pondok lain. Singkatnya ia yang jadi ustazah di pondok.

Di pondok tersebut, santri putra dan putri masih jadi satu. Asrama mereka hanya dibatasi wilayah atas untuk putri dan wilayah bawah untuk putra. 

Baca halaman selanjutnya…

Pencurian kutang berbusa

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 26 September 2023 oleh

Tags: mairilPesantrenPondok Pesantrensantri
Sara Salim

Sara Salim

Lagi belajar nulis biar ga bikin judul Ngeri! Seram! Terungkap!

Artikel Terkait

Santri penjual kalender keliling dan peminta-minta sumbangan pembangunan masjid meresahkan warga desa MOJOK.CO
Catatan

Santri Penjual Kalender dan Peminta Sumbangan Masjid Jadi Pengganggu Desa: Datang Suka-suka, Ada yang Berbohong Atas Nama Agama

8 Januari 2026
Wali Kota Agustina Wilujeng berharap pondok pesantren di Kota Semarang makin tertata usai Raperda disahkan MOJOK.CO
Kilas

Pengembangan 300+ Pondok Pesantren di Semarang agar Tak Tertinggal, Bukan Cuma Jadi Pusat Dakwah tapi Juga Pemberdayaan Sosial

31 Desember 2025
Hal-hal di Luar Nalar yang Dilakukan Gus Yayan untuk LKSA Daarul Muthola'ah dan Keluarga MOJOK.CO
Ragam

Hal-hal di Luar Nalar yang Dilakukan Gus Yayan untuk LKSA Daarul Muthola’ah dan Keluarga

25 November 2025
lksa darussalamah.MOJOK.CO
Ragam

Asrama Kecil di Kudus yang Menumbuhkan Mimpi Besar Anak-Anak

24 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lewat album "Jalan Kaki" - Hifdzi Khoir ceritakan perjalanan hidup, juga sebagai legacy dari mendiang Gusti Irwan Wibowo MOJOK.CO

Album “Jalan Kaki”: Cara Hifdzi Khoir Bercerita tentang Perjalanan Hidup, Jadi Legacy dari Mendiang Gusti

19 Mei 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Mahasiswa dapat beasiswa KIP Kuliah bohongi orang tua demi uang saku dobel MOJOK.CO

Dapat Beasiswa KIP Kuliah Jalur FOMO, Bohongi Ortu biar Dobel Uang Saku karena Gaya Hidup Tak Cukup Rp750 Ribu

20 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.