Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
23 Februari 2026
A A
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Memperjuangkan beasiswa adalah satu usaha keras. Namun, hal lain yang berkaitan dengan beasiswa ini adalah kesadaran diri atas nilai yang perlu disoroti dalam aplikasinya. Menyadari ini, tidak pernah mudah, termasuk bagi mereka yang telah terbiasa dalam kondisi secukupnya. Jangankan membayangkan lolos beasiswa LPDP, bisa melanjutkan S2 di UGM Jogja saja masih terasa tidak nyata.

Begitulah setidaknya yang dirasakan Agustin (26) sebagai penerima beasiswa prasejahtera LPDP yang sedang melanjutkan studinya di Jogja.

Berasal dari keluarga kurang mampu di Ngawi

Agustin bercerita bahwa, dirinya berasal dari keluarga yang kurang mampu. Bukan hanya itu, ia menyebut secara khusus bahwa dirinya bisa hidup karena belas kasih orang-orang di sekitarnya.

Berkat keluarga dan tetangga yang peduli, perempuan asal Ngawi, Jawa Timur, ini bisa tumbuh besar sampai hari ini.

Baginya, bantuan ini adalah kontribusi yang akan selalu diingatnya. “Latar belakangku memang berasal dari keluarga yang kurang mampu, dan aku tumbuh besar dari belas kasih, dari uluran tangan orang-orang di sekitar saya,” katanya, Minggu (22/2/2026).

Dari situlah, Agustin mengakui telah terbiasa dengan hidup yang dicukupkan. Ia terbilang hemat dan bisa mengelola keuangan yang terbatas. Sebab bagaimanapun, inilah caranya bertahan.

Maka dari itu juga, melanjutkan S2 tidak ada dalam rencana awalnya. 

Tidak terlalu berharap LPDP, terbiasa hidup secukupnya

Semasa sekolah, Agustin sebenarnya tidak asing dengan beasiswa. Ia mendapatkan Bantuan Siswa Miskin (BSM) untuk dapat bersekolah sedari SD sampai SMA di Ngawi.

“Dari SD, SMP, SMA, dapat yang namanya BSM atau Bantuan Siswa Miskin. Jadi, untuk bayar SPP, untuk beli peralatan sekolah ya dari BSM itu,” katanya.

Biaya itu, yang saat ini berganti nama program menjadi Program Indonesia Pintar (PIP) memberikan biaya pendidikan berkisar Rp900 ribu sampai Rp1,8 juta tergantung jenjang sekolahnya.

Namun yang pasti, uang tersebut diberikan dalam periode satu tahun sekali. Artinya, Agustin harus meneruskan kebiasaan yang sudah dipelajarinya sedari kecil, yakni berusaha mencukupkan pengeluarannya.

Untuk bertahan hidup pun, Agustin mengatakan, dirinya juga dibantu oleh guru yang mengizinkannya untuk tinggal sebab jarak rumahnya yang jauh dari sekolah. Karena ini juga, ia bisa menghemat biaya makan.

“Waktu SMA juga aku terbantu karena dipasok oleh guruku. Jadi, tinggal sama guruku untuk makan dan lain-lain difasilitasi karena kebetulan SMA-nya dari rumah lumayan jauh,” katanya.

Baca halaman selanjutnya…

Iklan

Lebih “sederhana” setelah kuliah, bahkan merasa tidak percaya akan lolos LPDP

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 Februari 2026 oleh

Tags: awardee lpdpbeasiswa lpdpcara dapat lpdpkuliah s2kuliah S2 UGMLPDPlpdp dalam negeripenerima lpdp
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO
Sekolahan

WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera

21 April 2026
Mahasiswa berkuliah S2 UGM. PTN terbaik, tapi pakai AI
Sekolahan

Mahasiswa S2 UGM Nggak Menjamin Mutu, Kuliahnya Malas Mikir dan Ketergantungan AI

15 April 2026
Derita S2 karena Dipaksa Ibu, kini Bahagia Menanam Cabai Rawit MOJOK.CO
Pojokan

Menyesal Kuliah S2 karena Dipaksa Ibu, kini Lebih Bahagia Menanam Cabai Rawit dan Berkebun

15 April 2026
Arif Prasetyo, alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta penerima LPDP. MOJOK.CO
Sekolahan

Kerap Didiskriminasi Sejak Kecil karena Fisik, Buktikan Bisa Kuliah S2 di UIN Sunan Kalijaga dengan LPDP hingga Jadi Sutradara

13 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi tinggal di desa.MOJOK.CO

Bersih Desa, Tradisi Sakral yang Kini Cuma Jadi Ajang Gengsi: Bikin Perantau dan Pemudanya Sengsara, Buang-Buang Waktu dan Uang

20 April 2026
Atlet pencak silat Unair, Faryska Ozi Faradika. MOJOK.CO

UKM Pencak Silat Unair Selamatkan Mimpi Atlet PSHT, Gelanggang Pertandingan Lebih “Menyeramkan” daripada Ruang Kelas Kuliah

20 April 2026
Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Guru PPPK Paruh Waktu, honorer.MOJOK.CO

Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli

23 April 2026
Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres

Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

19 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.