Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
7 Maret 2026
A A
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO

Ilustrasi - Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bekal hobi masak dan keberanian mengambil langkah menyelamatkan seorang lulusan Departemen Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM) dari keputusasaan. Dari merintis usaha keripik singkong, usahanya justru merambah ke banyak sektor. 

Lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak luput dari PHK saat bencana melanda

Kondisi keuangan Anselmus Way sebenarnya masih aman-aman saja setelah menjadi lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebab saat itu ia langsung bisa bekerja. 

Iklan

Akan tetapi, situasi berubah saat pandemi Covid-19. Banyak kantor/perusahaan melakukan pengurangan tenaga kerja. Salah satunya adalah tempat Anselmus bekerja. Sialnya, pria asal Nias, Sumatera Utara, itu juga menjadi salah satu karyawan yang kena PHK. 

Jelas Anselmus tidak pernah menduga bakal menghadapi situasi tersebut. Terlebih, selain PHK, pandemi Covid-19 juga menerjang Anselmus dengan ujian keluarga bertubi-tubi. 

“Pandemi Covid-19 awal 2020 menjadi titik balik perjalanan hidup saya. Saya mengalami PHK akibat pengurangan karyawan, dan di waktu hampir bersamaan ibu meninggal dunia,” tutur Anselmus dalam cerita tertulis yang ia bagikan kepada humas UGM. 

“Kondisi itu memaksa saya mengambil alih peran sebagai penopang ekonomi keluarga. Termasuk membiayai pendidikan adik-adik,” sambung lulusan FISIPOL UGM tersebut. 

Di ambang putus asa, hobi masak jadi bekal untuk merintis usaha dari nol

Setelah di-PHK, Anselmus memang mendapat pesangon dari tempat kerjanya dulu. Akan tetapi, uang tersebut tidak cukup untuk menopang kebutuhan jangka panjang. Apalagi untuk biaya sekolah adik-adik. 

Situasi tersebut nyaris membuat Anselmus putus saja. Namun, lulusan FISIPOL UGM itu sadar, ia punya modal “hobi masak”. Dari situ ia mulai berpikir untuk merintis usaha makanan. Dari skala sangat kecil terlebih dulu tidak masalah. 

Pilihan jatuh pada usaha keripik singkong pedas dan gurih. Anselmus benar-benar merintis usaha itu dari nol. Modal usaha awal tidak menggunakan modal usaha dalam arti konvensional. 

Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Ilustrasi – Anselmus Way (merah), lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses. (Dok. UGM)

Sisa pesangon Anselmus tidak dijadikan sebagai modal produksi melainkan dipergunakan untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari. Perputarannya pun bertahap dengan mengandalkan jaringan pertemanan. 

“Di tahap awal keripik singkong mampu produksi mencapai 500–1.000 pcs perbulan, Seluruhnya melalui sistem konsinyasi dengan jejaring pertemanan di wilayah Jabodetabek. Bahkan penjualan saat itu justru belum menyasar pasar Yogyakarta,” terang Anselmus. 

Dari jualan keripik singkong, lulusan FISIPOL UGM merambah ke sambal hingga ayam geprek

Siapa nyana, lini usaha yang Anselmus beri nama MAMOKA Group itu terus berkembang. 

Seiring perjalanan waktu, Hans mulai mempertimbangkan keberlanjutan produk. Ia sadar bahwa tren olahan keripik singkong rasa pedas-manis berpotensi menimbulkan kejenuhan pasar. Dari sini kemudian lahir inovasi produk olahan sambal MAMOKA.

“Sayang produk ini belum mendapat respons pasar yang optimal, terlebih saat itu masih di masa-masa social distancing yang membuat konsumen beralih ke platform daring,” kenang Anselmus.

Iklan

Tidak tinggal diam, Anselmus lantas melakukan pivot bisnis agar tetap bisa mempertahankan ciri khas rasa pedas dan gurih. Ia lalu  menciptakan Ayam Geprek MAMOKA dan mulai beroperasi melalui layanan GoFood. 

Langkah ini terbukti tepat. Permintaan meningkat pesat yang pada akhirnya mendorongnya untuk segera mengurus berbagai perizinan usaha. “Akhirnya mulai mengurus terkait HAKI, sertifikasi halal, hingga legalitas lainnya,” kata lulusan FISIPOL UGM itu. 

Ekspansi pun terus ia lakukan. Transformasi penjualan digital dilakukannya pula bersama GrabFood dan ShopeeFood. Di puncak penjualan secara daring, Ayam Geprek MAMOKA mampu menembus penjualan sekitar 100 porsi perhari. 

“Bahkan rata-rata terjadi lima pesanan dalam satu menit, terutama saat momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Permintaan konsumen yang beragam turut melahirkan inovasi baru. Dari pesanan nasi kotak, tercipta produk Rice Box “Catering MAMOKA”, disusul Snack Box “Mela Mela MAMOKA” yang menyasar kebutuhan acara dan konsumsi kolektif,” paparnya.

Ayam Geprek MAMOKA bahkan mendapat predikat sebagai salah satu ayam geprek terenak di sekitar UGM.

Ngosak-ngasik di jagar kuliner Yogyakarta

Setelah berhasil dengan produk-produk makanan siap saji yang mendapat tempat di pasar, Anselmus kembali menghidupkan produk sambal MAMOKA. Hanya saja, sambal tersebut kini dikemas sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta dengan cita rasa pedas gurih yang sungguh berbeda dari produk sambal mainstream. 

Produk sambal MAMOKA ini pun kini telah dititipkan di berbagai toko oleh-oleh ternama, seperti Hamzah Batik, Raminten, dan Jogja Mart. “Beberapa kementerian pernah melakukan kunjungan ke MAMOKA Group,” akunya.

Inovasi MAMOKA tidak berhenti. Untuk menjawab permintaan pasar akan makanan basah tradisional, Anselmus kembali berinovasi dengan menghadirkan kuliner khas Sumatera Utara, seperti Mie Gomak, Miso (Mieso), Lapet, Lupis, dan Bandrek. 

Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Ilustrasi – Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses. (Dok. UGM)

Produk-produk ini pun mendapat sambutan luar biasa, terutama saat dipasarkan di Pasar Kangen dengan total penjualan mencapai 3.000 pcs. Keunikan produk diperkuat dengan penggunaan bahan baku asli dari Sumatera Utara, seperti andaliman, jinten, dan bubuk daun jeruk purut. “Ini kita usahakan demi menjaga keaslian cita rasa dan memenuhi ekspektasi pasar,” jelas Anselmus.

Dari putus asa akibat PHK, lulusan FISIPOL UGM tersebut kini justru berjalan dan menatap mantap hari esok: berdaya melalui UMKM yang ia rintis di Blimbingsari, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

Sumber: UGM

BACA JUGA: Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Kena Mental demi Bahagiakan Ayah Ibu yang Hanya Lulusan SD hingga Jadi Wisudawan Terbaik atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 7 Maret 2026 oleh

Tags: ayam geprek ugmFISIPOL UGMlulusan ugmprospek kerja fisipolprospek kerja fisipol ugmUGMusaha keripik singkongusaha modal nol
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

pahlawan pertama di uang rupiah mojok.co
Kabar

Rupiah Melemah Bikin Kelas Menengah Makin Susah: Gaji Tak Kemana-mana, tapi Biaya Hidup Terus Melonjak

11 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO
Kabar

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Frugal Living, healing, MOJOK.CO
Sehari-hari

Salah Kaprah soal Healing: Anak Muda Terjebak Keborosan, padahal “Penyembuhan Sejati” Itu Gratis dan Sering Kali Tak Estetik

26 Mei 2026
Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM MOJOK.CO
Sekolahan

Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM

22 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PNS di desa.MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
“A Decade of Leisures”, Perayaan 10 Tahun Land of Leisures dengan Tujuan Memperkuat Ekosistem Kreatif Lokal

“A Decade of Leisures”, Perayaan 10 Tahun Land of Leisures dengan Tujuan Memperkuat Ekosistem Kreatif Lokal

19 Juni 2026
Pengamen di kampung Jombang bisa datang 4-5 kali dalam sehari MOJOK.CO

Tinggal di Jombang Selatan: Tiap Hari Rumah Didatangi 4-5 Pengamen Keras Kepala dari Pagi-Malam karena Terlanjur Tuman

22 Juni 2026
Rembang semakin tidak layak dicintai MOJOK.CO

Semakin Tak Punya Alasan untuk Tinggal dan Mencintai Kabupaten Rembang: Tak Beranjak ke Mana-mana, Kolotnya Dipelihara

17 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) pastikan pengurusan dokumen izin untuk nelayan gratis MOJOK.CO

Nelayan Kecil di Jateng Kini Bisa Urus Izin Kapal Gratis, Tinggal Lapor kalau Kena Pungli

22 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.