Awalnya ikuti permintaan orang tua untuk kuliah di jurusan paling dicari di sebuah PTN di Semarang. Karena orang tua punya harapan, setelah lulus setidak-tidaknya bisa menjadi PNS. Namun, setelah lulus ternyata bekerja tidak sesuai harapan hingga membuat orang tua kecewa.
***
Karena orang tua PNS guru, harapan mereka sang anak bisa mengikuti jejak menjadi PNS. Langkah paling awal adalah melanjutkan kuliah berdasarkan rekomendasi mereka.
Wardana (33-an tahun) sebenarnya tidak tertarik dengan kuliah. Tapi, karena sang kakak kuliah, adiknya pun direncanakan kuliah, ia sebagai anak kedua pun harus mengikuti paksaan orang tua untuk kuliah.
Masalahnya, Wardana tidak bisa leluasa memilih jurusan yang ia minati. Orang tua memaksa agar Wardana kuliah di jurusan paling dicari seperti Teknik Sipil. Meskipun biaya mahal (lewat jalur mandiri pun tidak masalah). Orang tua Wardana sanggup membiayai.
“Aku pilih Teknik Sipil di sebuah PTN Semarang. Waktu itu aku lewat mandiri. Aku nggak mau effort seleksi jalur nilai dan tes, karena kan aku kuliah bukan karena minatku sendiri,” ungkap Wardana, Jumat (3/4/2026).
Ekspektasi orang tua karena anak kuliah di jurusan paling dicari di PTN Semarang
Orang tua Wardana, kata Wardana, memang suka membangga-banggakan sang anak yang kuliah di jurusan paling dicari di PTN Semarang tersebut. Terutama sang ibu.
Di kelas, saat mengajar anak-anak kelas 3 SMA, ibu Wardana tidak luput untuk memotivasi siswa agar mencari jurusan bergengsi saat kuliah kelak. Sebab, jurusan paling dicari seperti Teknik Sipil punya prospek kerja jelas. Ijazahnya diperhitungkan.
Cerita itu ia dapat dari sang adik yang semasa SMA memang sekolah di SMA yang sama dengan sang ibu. Kata sang adik, ibunya bahkan beberapa kali menyebut, “Anak saya yang pertama kuliah di ini. Anak saya yang kedua itu kuliah di Teknik Sipil.”
“Jadi kuliah itu harus punya proyeksi masa depan juga. Pilih jurusan yang besar potensinya dicari di dunia kerja, baik swasta maupun PNS,” begitu ibu Wardana dari cerita sang adik.
Memang, gara-gara orang tua PNS dan kakak pun menjadi PNS setelah lulus kuliah, Wardana dan adiknya pun akhirnya juga mendapat ekspektasi yang sama.
Lulus dari jurusan paling dicari PTN Semarang tapi tidak menjadi PNS
Setelah agak susah payah lulus karena memang tidak serius-serius amat kuliah, paksaan sang ibu pun beralih agar Wardana mengikuti seleksi CPNS.
“Aku pernah ikut sekali, tapi nggak lolos kan. Itu ibu masih ngotot bahkan mendorong aku buat ikut bimbel persiapan seleksi CPNS, hahaha, saking penginnya beliau biar aku nyusul kakak perempuanku jadi PNS,” kata laki-laki asal Klaten, Jawa Tengah itu.
Tidak berhenti di situ, sembari menunggu seleksi CPNS tahap berikutnya, ibu Wardana bahkan mendorong agar Wardana melamar kerja di sektor swasta terlebih dulu. Asal kantoran.
Sebab, bagi ibu Wardana, lulusan jurusan paling dicari seperti Teknik Sipil kalau kerjanya ngasal, malah seolah men-downgrade gelar yang Wardana miliki. Kerja kantoran di sektor swasta adalah bare minimum bagi ibu Wardana, Tujuan utama tetap lah menjadi PNS.
Baca lanjutannya di halaman selanjutnya…
Ijazah tidak terpakai, kerja “remeh” bikin orang tua kecewa














