Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Kisah Aisyah, Gadis Sumatra yang Nekat Merantau untuk Raih Gelar Sarjana “Jurusan Seni” di Kampus Top Pertama Malaysia

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
11 Juni 2026
A A
Santri asal Sumatra masuk Jurusan Arsitektur di Universiti Malaya, Malaysia. MOJOK.CO

ilustrasi - Aisyah Azzahrawani Hasan, WNI lolos kuliah di Universiti Malaya, Malaysia. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Lahir dan besar di Sumatra yang notabenenya jauh dari pusat ibu kota mendorong rasa penasaran Aisyah Azzahrawani Hasan untuk menempuh pendidikan tinggi sarjana sampai luar negeri, tepatnya di Universiti Malaya, Malaysia Jurusan Arsitektur.

Sebelum mantap memilih kampus tersebut, Aisyah sudah lebih dulu merantau ke Tangerang guna menempuh pendidikan SMA di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza. Dengan begitu, dia mengaku punya bekal yang cukup untuk menjalani hidup secara mandiri.

Iklan

“Saya percaya, dengan memulai perjalanan, kita akan menggapai banyak opportunity. Maka dari itu jangan takut, jalani saja. Tapi tentu harus mempersiapkan bekalnya terlebih dahulu,” kata Aisyah dikutip dari laman resmi Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, Kamis (11/6/2026).

Berani merantau sampai ke Negeri Jiran

Selama menjalani masa SMA di Pondok Pesantren Daar el-Qolam 3 Kampus Dza ‘Izza, Aisyah tak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan umum yang bermanfaat, melainkan juga ilmu kehidupan. Dia mengaku mentalnya benar-benar ditempa di sana.

Sebagai santri, dia harus menjalani kehidupan pesantren yang disiplin. Belum lagi, tantangan sehari-hari yang kadang-kadang harus dia temukan sendiri solusinya. Lebih dari itu, di usianya yang masih remaja, dia juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jauh dari keluarga.

Maka tak heran, Aisyah jadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri bahkan saat dirinya ingin kuliah di luar negeri. Bagaimana tidak, Aisyah merupakan orang pertama dalam keluarga yang menempuh pendidikan di Universiti Malaya.

Aisyah Azzahrawani Hasan. MOJOK.CO
Aisyah Azzahrawani Hasan berfoto di depan Universiti Malaya. (sumber: Pondok Pesantren Daar el-Qolam)

Sehingga, segala informasi yang dia butuhkan harus dicari secara mandiri tanpa pengalaman dari orang-orang sekitarnya. Mulai dari proses pendaftaran universitas, pengurusan visa, pencarian akomodasi, hingga berbagai kebutuhan administrasi lainnya. 

“Minimnya informasi dan sumber daya manusia menjadi tantangan terbesar,” ucap Aisyah yang saat ini menjadi mahasiswa tahun ketiga di University Malaya.

Untungnya, Aisyah dimudahkan dengan adanya teknologi. Dengan begitu, dia bisa merangkum informasi A-Z yang ada di berbagai media maupun komunitas mahasiswa internasional.  

Meski begitu, perjuangan Aisyah tak terlepas dari dukungan orang tuanya. Mereka mendukung penuh keinginan Aisyah untuk kuliah di luar negeri.

Syarat khusus masuk Jurusan Arsitektur di Universiti Malaya

Setelah mengumpulkan berbagai informasi, Aisyah mantap menambatkan pilihannya di Universiti Malaya. Kampus yang menempati posisi pertama di Malaysia menurut lembaga pemeringkatan QS World University Rankings, serta menempati posisi ke-58 kampus top dunia.

Mengingat statusnya yang bergengsi, Aisyah tak mau main-main dalam menyusun strategi persiapan. Salah satu fokusnya adalah meningkatkan kemampuan bahasa Inggris lewat tes IELTS. 

Selain tes IELTS, Aisyah juga harus melewati proses seleksi mahasiswa internasional mulai dari seleksi dokumen, penilaian portofolio, hingga wawancara. Melansir dari laman resmi Universiti Malaya, salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi pendaftar internasional untuk program Sarjana adalah lulus dengan nilai rata-rata minimal 65 persen.

Aisyah berfoto dengan model. MOJOK.CO
Aisyah dalam sebuah acara di kampusnya. (sumber: Pondok Pesantren Daar el-Qolam)

“Alhamdulillah, dengan waktu yang cukup mepet (6 bulan) saya bisa mempersiapkan semuanya dan akhirnya diterima di Universiti Malaya,” ucapnya penuh syukur.

Iklan

Lewat usaha dan doanya sepanjang malam, Aisyah akhirnya diterima di jurusan pilihannya, yakni Program Studi Sarjana Arsitektur di Universiti Malaya, Malaysia.

Spesifik untuk jurusan tersebut, Aisyah harus memenuhi kualifikasi khusus yakni nilai minimal 60 persen atau Grade B pada 2 mata pelajaran terkait, termasuk Matematika atau Sains. Ada juga tes tambahan berupa ujian gambar dan wawancara yang diadakan oleh pihak universitas.

Pengalaman berharga selama kuliah di Universiti Malaya

Keinginan Aisyah untuk masuk Jurusan Arsitektur di Universiti Malaya bukan tanpa alasan. Sejak dulu, dia memang tertarik dengan dunia seni khususnya desain bangunan. 

Baginya, arsitektur bukan hanya mengajarkan soal keindahan. Lebih dalam, arsitektur mempelajari soal ruang, lingkungan binaan, dan tempat tinggal seseorang dalam membentuk identitas, kenyamanan, serta harmoni dalam keseharian makhluk hidup.

“Ia merupakan ruang pertemuan antara kreativitas, estetika, dan pemecahan masalah,” tegas Aisyah. 

Lebih dari itu, Aisyah ingin membuat karya seni yang dapat merepresentasikan gagasannya.

“Sebagai seniman, saya ingin menghasilkan karya yang bisa mengekspresikan diri saya. Karena itu saya memilih arsitektur untuk merealisasikan karya seni dalam bentuk bangunan,” ujarnya.

Selain itu, di Universiti Malaya, Aisyah juga tak henti-hentinya melatih diri untuk brainstorming, creative thinking, hingga project management. Sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja masa kini.

Penulis: Aisyah Amira Wakang 

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Sesal Mahasiswa Malaysia Kuliah di UIN demi Murah, Hadapi Banyak Hal Tak Mutu dan Lulusan UIN yang “Mentok Segitu” atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 11 Juni 2026 oleh

Tags: Jurusan Arsitekturkuliah di LNlulusan pesantrenmalaysiaS1 Arsitektursantriseleksi kuliahsyarat kuliah di LNUniversiti Malaya
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Malaysia dekat ke gerbang negara maju. Indonesia negara apa? (Unsplash)
Pojokan

Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes?

4 Agustus 2026
Tawadhu Tidak Seharusnya Membuat Santri Diam saat Menjadi Korban MOJOK.CO
Esai

Tawadhu sebagai Pisau Bermata Dua: Santri Tidak Seharusnya Dibungkam saat Menjadi Korban

26 Juli 2026
Cerita awardee Beasiswa LPDP University of Edinburgh, Skotlandia, pilih pulang ke Indonesia untuk bangun bisnis brand tas kerja lokal MOJOK.CO
Sosok

Pulang Kuliah dari Skotlandia Pilih Bisnis Tas Lokal di Indonesia: Buka Lapangan Kerja hingga Terlibat Pemberdayaan Perempuan

29 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO
Sosok

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Lomba Agustusan di desa jadi toxic dan merusak moral anak muda gara-gara paparan kreator konten di media sosial MOJOK.CO

Lomba Agustusan di Desa Jadi Toxic dan “Merusak” Anak Muda karena Terpapar Konten Kreator, Tidak Seasyik Dulu

8 Agustus 2026
lestarikan budaya.MOJOK.CO

Rayakan HUT ke-81 RI, InJourney Tebar Diskon 81 Persen dan Gelar Pesta Budaya di Destinasi Sejarah Nusantara

10 Agustus 2026
belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026
Alumnus Peternakan UMM Kerja Jadi Manager di Australia. MOJOK.CO

Dulu Kuliah Tanpa Punya Laptop, Alumnus UMM Ini Buktikan Bisa Kerja di Australia sebagai Manajer Peternakan

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.