Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Ribetnya Pemegang Paspor Indonesia saat Berkunjung ke Malaysia

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
11 Februari 2025
A A
sulitnya pemegang paspor Indonesia yang ke Malaysia. MOJOK.CO

ilustrasi - Paspor Indonesia digunakan ke luar negeri. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berangkat ke luar negeri tak semudah bayangan Amimah Anwar (23). Padahal, tujuannya hanyalah ke negara tetangga yakni Malaysia. Namun, ia sempat ditahan sebelum melewati tempat pemeriksaan imigrasi di Negeri Jiran tersebut, hanya karena kurang pengalaman. Padahal, ia sudah punya paspor Indonesia, tapi tetap dicurigai.

***

Untuk pertama kalinya, Amimah pergi ke Malaysia pada tahun 2023. Saat itu, ia bersama 35 orang temannya berangkat naik pesawat untuk agenda mengajar di salah satu kampus swasta.

Seharusnya, Amimah berangkat secara bersama-sama, tapi ia punya agenda mendesak di Indonesia yang tidak bisa ditinggal. Oleh karena itu, Amimah berangkat sendirian, H plus dua setelah rombongannya tiba di Malaysia. 

Mulanya, ia merasa bisa dan biasa saja, karena sudah mengurus paspor Indonesia, serta segala berkas yang dibutuhkan. Saat melewati pintu pemeriksaan imigrasi di Jakarta, ia juga bisa menjawab pertanyaan dengan lancar, meskipun ada sedikit rasa tegang. Mulai dari tujuannya ke luar negeri, bersama siapa? Pulang kapan? Hingga tempat pengingapan sementara yang ia tinggali.

Namun, pikirannya mulai acakadul sejak Amimah tiba di tempat pemeriksaan imigrasi bandara Malaysia. Ia sempat ditahan beberapa menit, karena kebingungan menjawab petugas yang tak ramah.

Ditahan petugas imigrasi Malaysia

Amimah mengaku tegang saat petugas imigrasi Malaysia tiba-tiba membawanya ke kantor, tanpa alasan yang jelas. Sama seperti di bandara Indonesia, Amimah juga ditanya soal macam-macam. Namun, menurut Amimah, petugas sudah mencurigainya duluan karena ia terlihat berjalan sendirian. 

Sikap itu terlihat dari raut wajah petugas yang menurut Amimah tidak ramah. Oleh karena itu, ia jadi makin tegang dan panik. Takut kalau sampai dideportasi dan gagal mengajar bersama rombongannya di Malaysia.

“Aku memang nggak bawa berkas apapun kecuali paspor, ya udah aku percaya diri saja bilang mau ke kampus ini, sampai tanggal segini. Sedangkan, waktu itu aku belum beli tiket pulang,” kata Amimah saat dihubungi Mojok, Minggu (9/2/2025).

Jawaban tersebut ternyata kurang memuaskan bagi petugas. Malahan, Amimah semakin dicurigai karena dianggap tujuannya tidak jelas. Apalagi, paspor Indonesia milik Aminah masih kosong, alias belum ada cap. 

Petugas, kata Amimah, mengklaim bahwa berkas administrasi yang Amimah bawa kurang lengkap. Sebab, Amimah memang belum beli tiket pulang, serta tidak dapat menunjukkan tiket hotel untuk jujugan.

“Apalagi waktu itu aku dengar banyak berita soal pemerintah Malaysia yang memulangkan orang Indonesia ke Tanah Air,” kata Amimah.

Melalui berita yang beredar, ratusan pekerja migran di Malaysia memang banyak yang dipulangkan ke Indonesia karena tidak mengantongi dokumen resmi alias ilegal, atau menimbulkan masalah. Sehingga, banyak warga Indonesia yang terkena dampaknya secara tidak langsung.

Behasil lolos dari pemeriksaan imigrasi Malaysia

Amimah bersama rombongannya memang berniat mengajar di Malaysia selama kurang lebih 25 hari. Kebetulan, mereka memang belum membeli tiket pulang, serta memesan hotel. Sebab rencananya, mereka akan menginap di salah satu pondok pesantren.

Iklan

Ditahan cukup lama

Baca halaman selanjutnya

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 November 2025 oleh

Tags: bandara soekarno hattadeportasijakartaliburanliburan ke luar negerimalaysiapaspor indonesia
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi
Urban

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO
Kuliner

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO
Urban

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO
Sekolahan

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO

Pasar Wiguna Sukaria Edisi 102 Padati Vrata Hotel Kalasan, Usung Semangat “Wellness” dan Produk Lokal

26 April 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Pelari kalcer, fenomena olahraga lari

Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka

27 April 2026
Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya Mojok.co

Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya

24 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.