Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
14 Mei 2026
A A
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

ilustrasi - puisi jadi bagian jiwa mahasiswa sastra. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Gadjah Mada (UGM), Deni Maulana, puisi adalah jiwanya. Ia merekam setiap momen penting dalam hidupnya dengan puisi, baik saat senang maupun susah. 

Misalnya, saat ia merindukan ibunya yang menjadi migran di Yordania ketika usianya baru 6 tahun, atau ketika ia merasa kesepian karena ayahnya yang seorang buruh tani meninggal saat Deni duduk di bangku SMA. Segala perasaannya pun tercurahkan lewat puisi.

“Dari kelas 3 SD aku telah mencintai dunia puisi, menulis, dan membacanya dengan sederhana, meski saat itu aku belum cukup berani untuk melangkah lebih jauh, bahkan untuk mengikuti kompetisi,” ujar Deni saat dikonfirmasi Mojok, Kamis (14/5/2026).

Deni kecil pun tak luput dari hinaan orang-orang di sekitarnya. Ia pernah mengalami perundungan dan diremehkan, tapi ia bertekad suatu saat nanti ia dapat membalas bullying tersebut dengan prestasi.

“Waktu berjalan, dan sejak SMP hingga hari ini puisi telah membukakan jalan, membawaku melangkah lebih jauh hingga bisa meraih pendidikan dan kesempatan yang dulu terasa mustahil,” lanjutnya.

Tahun 2023, mimpi Deni menjadi nyata. Ia lolos jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di UGM berkat sertifikat yang selama ini ia telah kumpulkan, yakni sekitar 200 penghargaan dari kompetisi bahasa dan sastra. 

Selembar puisi dan doa ibu yang selalu mengiringi

Meski begitu, Deni sempat pesimis untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi karena keterbatasan ekonomi. Namun, bagi almarhum ayah dan ibunya yang hanya mengenyam bangku sekolah dasar, pendidikan selalu menjadi prioritas pertama. 

Deni ingat betul bagaimana ibunya diam-diam menjual cincin kesayangannya, satu-satunya barang berharga yang tersisa, agar Deni bisa tetap sekolah. Sisanya, untuk kebutuhan makan Deni dan dua orang kakaknya.

“Dari peristiwa itu saya belajar bahwa cinta seorang ibu tidak selalu berbentuk kata-kata, tetapi pengorbanan yang sering kali tidak terlihat,” ucap Deni.

Deni foto dengan ibu. MOJOK.CO
Deni berfoto bersama ibunya setelah dapat juara 1. (Dok.pribadi/Deni)

Saat dinyatakan lolos UGM, ibunya senang bukan main. Apalagi, Deni juga diterima Beasiswa Indonesia Maju (BIM), sehingga biaya kuliahnya terbilang gratis hingga lulus. Dengan menyisihkan sedikit dana beasiswanya tersebut, Deni pun menyewa kontrakan sederhana untuk tinggal bersama ibunya di Jogja. 

“Bagi saya, ibu adalah segalanya, prioritas utama dalam hidup saya. Jika ada yang bertanya apa kunci saya bisa sampai di titik ini, bahkan menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Utama UGM, maka jawaban saya sederhana, doa ibu,” ucap Deni.

Jadi Mapres utama UGM karena puisi

Target Deni sebagai Mapres baru terwujud pada 2026 meski keinginannya sudah ada sejak semester 1. Hingga semester 5, Deni fokus membangun portofolio akademik dan non-akademik secara konsisten. 

Ia pun aktif mengikuti kompetisi nasional dan internasional, organisasi, pengabdian masyarakat, volunteer, menjadi mentor beasiswa, hingga mendirikan kelas bimbingan belajar puisi bernama Puisi Akademia.

“Motivasi saya lahir dari latar belakang keluarga buruh tani, dengan orang tua lulusan sekolah dasar. Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk bermimpi besar,” ujarnya.

Iklan
Deni ikut kompetisi di Korea. MOJOK.CO
Deni menang penghargaan di Korea. (Dok.pribadi/Deni)

Tak pelak, ia berhasil mengumpulkan 150 lebih penghargaan baik di bidang akademik dan non akademik selama kuliah di UGM. Salah satu pengalaman berkesan yang pernah dialaminya adalah saat mengikuti kompetisi di Korea Selatan dan bertemu peserta dari berbagai negara. 

Pengalamannya itu berhasil membawa Deni memperoleh banyak penghargaan, antara lain:

  • Winner International Korean Poetry Reading Contest, South Korea (2025), 
  • 1st Place International Literature Festival Poetry Reading Competition, Malaysia (2024), 
  • 2nd Place International Malay Language Poetry Declamation Competition (2023),
  • Grand Prize Award South Korea Global Start-Up Idea Competition, South Korea (2025).

Ia juga terpilih menjadi bagian dari Gita Bahana Nusantara Republik Indonesia dan dipercaya sebagai pembaca puisi dalam Konser Kemerdekaan. 

Siapapun layak jadi mahasiswa UGM

Kini, Deni berhasil membuktikan cemooh dari orang-orang di sekitarnya bahwa mimpinya tidak pernah salah. Tidak juga bisa dianggap ‘terlalu jauh’ sebab yang salah, kata dia, hanya jika kita menyerah sebelum mencoba.

Oleh karena itu, Deni berpesan agar mahasiswa tidak pernah berkecil hati dengan latar belakang keluarga yang mereka miliki. Mahasiswa UGM itu pun percaya bahwa setiap usaha tidak pernah mengkhianati hasil.

“Mimpi tidak pernah membedakan dari mana seseorang berasal. Percayalah bahwa rezeki yang tertukar tidak akan tertukar, dan mimpi yang dijaga dengan sabar akan menemukan jalannya untuk menjadi nyata,” pesannya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Upaya Mahasiswa UNY Mengatasi Luka Batin dan Amarah pada Hidup Lewat Puisi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2026 oleh

Tags: beasiswaJogjamahasiswa berprestasimaprespuisiSNBPUGM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO
Sosok

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026
Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026
Beasiswa MEXT U to U di Jepang lebih menguntungkan daripada LPDP. MOJOK.CO
Sekolahan

Tolak Daftar LPDP untuk Kuliah di LN karena Beasiswa MEXT U to U di Jepang Lebih Menguntungkan, Tak Menuntut Kontribusi Balik

6 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO
Urban

Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik

5 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tangis haru Valentina di hadapan Gubernur Ahmad Luthfi karena bisa sekolah gratis lewat program Sekolah Kemitraan Pemprov Jawa Tengah MOJOK.CO

Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi

8 Mei 2026
modus kekerasan seksual.MOJOK.CO

Jejak Digital Kekerasan Seksual Bikin Trauma Anak Berkepanjangan, Pemulihan Korban Tak Cukup Hapus Konten

9 Mei 2026
Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Kos kamar mandi luar memang murah. Tapi mending cari kamar mandi dalam kalau tidak mau kena mental MOJOK.CO

Kos Kamar Mandi Luar Memang Lebih Murah, Tapi bikin Repot Sendiri karena Dipakai Bareng Penghuni Lain Tak Tahu Diri (Kemproh dan Pemalas)

14 Mei 2026
Anak Indonesia bicara soal isu perkawinan anak dan kekerasan di forum dunia. MOJOK.CO

Anak-anak Indonesia Muak Dipaksa Kawin tapi Jarang Didengar, Kini Kesal dan Mengadu ke Forum Dunia

8 Mei 2026
Tongkrongan bapak-bapak, nongkrong.MOJOK.CO

Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga

11 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.